Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BUAH NAGA ASAL STEK agus tian; Siti Hadijah; warganda warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.33682

Abstract

Pertumbuhan bibit stek buah naga diperlukan media yang baik karena media merupakan faktor utama perkembangan akar stek. Penelitian ini bertujuan mencari komposisi media tanam yang paling baik untuk pertumbuhan Bibit Buah Naga. Penelitian ini dilaksanakan dilahan yang berada di Jl. Ampera Kelurahan Sui Jawi Pontianak Kota, Kota Pontianak. Mulai dari 10 September 2018 sampai dengan 10 November 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap menggunakan 8 macam komposisi media tanam dengan 4 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel sehingga tanaman seluruhnya berjumlah 96 tanaman Perlakuan komposisi media yang digunakan adalah perbandingan volume sebagai berikut p1= Tanah Alluvial  : Pasir : pupuk kandang (1:1:1), p2= Tanah Alluvial  : Pasir : pupuk kandang (1:1:2), p3= Tanah Alluvial  : Pasir : pupuk kandang (1:2:1), p4= Tanah Alluvial  : Pasir : pupuk kandang (1:2:2), p5= Tanah Alluvial  : Pasir : pupuk kandang (2:1:1), p6= Tanah Alluvial  : Pasir : pupuk kandang (2:1:2), p7= Tanah Alluvial  : Pasir : pupuk kandang (2:2:1), p8= Tanah Alluvial  : Pasir : pupuk kandang (2:2:2). Variabel yang diamati dalam penelitian ini panjnag tunas (cm), jumlah tunas  (helai), volume akar (cm3), jumlah akar (helai). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh komposisi media tanam memberikan pengaruh yang sama baiknya. Kata Kunci : Buah Naga, Komposisi Media Tanam
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT PADA TANAH ALUVIAL Umi Naumi; Warganda Warganda; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57832

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang sangat diminati di kalangan masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari interaksi dari pemberian pupuk hayati dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang terbaik pada tanah aluvial, untuk mencari konsentrasi pupuk hayati yang memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang terbaik pada tanah aluvial, dan untuk mencari dosis pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang terbaik pada tanah aluvial.Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Gang Sospol, Bansir Darat, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 6 Januari – 31 Maret 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola factorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hayati yang terdiri dari 3 taraf yaitu h1 = pupuk hayati sebanyak 1%, h2 = pupuk hayati sebanyak 2% dan h3 = pupuk hayati sebanyak 3%, sedangkan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (16:16:16) yang terdiri dari 3 taraf yaitu n1 = 225 kg/ ha, n2 = 150 kg/ha and n3 = 75 kg/ ha. Sehingga jumlah total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sampel perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 unit percobaan. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat buah pertanaman, jumlah buah pertanaman dan berat perbuah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk hayati dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, volume akar berat kering tanaman dan jumlah buah, Pemberian pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial. Pemberian pupuk hayati sebanyak  1% dapat meningkatkan meningkatkan volume akar, berat kering tanaman dan tinggi tanaman cabai rawit. Pada konsentrasi 2% berpengaruh nyata pada variabel jumlah buah per tanaman.Kata Kunci : Cabai Rawit,Pupuk Hayati, Pupuk NPK dan Tanah Aluvial
UJI BEBERAPA VARIETAS MENTIMUN HIBRIDA PADA MEDIA TANAH GAMBUT AYU LITASARI; WARGANDA WARGANDA; WASI'AN WASI'AN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19780

Abstract

Pengembangan produksi dan produktivitas mentimun di Kalimantan Barat perlumendapat perhatian yang serius, untuk mencukupi kebutuhan dan permintaanpasar, maka salah satu usaha yang bisa dilakukan yaitu peningkatan produktivitaslahan dan penggunaan varietas unggul. Penelitian ini dilaksanakan di kebun petaniJalan Panca Bakti, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, KotaPontianak. Jenis tanah yang digunakan adalah gambut lama penelitian ± 3 bulandari April hingga Juni 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipertumbuhan dan hasil beberapa varietas mentimun hibrida pada media tanahgambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) denganempat perlakuan dan enam ulangan. Total dari seluruh penelitian adalah 24 petak.Perlakuan yang dimaksud adalah v1 = varietas Baby, v2 = varietas Hercules, v3varietas Mercy, v4 = varietas Monza f1. Variabel pengamatan yaitu berat keringtanaman, jumlah buah per petak, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa varietas mentimun hibrida yangditanam pada media tanah gambut berpengaruh nyata pada variabel pengamatanjumlah buah per petak dan bobot buah per tanaman. Varietas mentimun yang diujiberpengaruh tidak nyata pada variabel pengamatan berat kering tanaman, danbobot buah per petak.Kata Kunci : Gambut, Mentimun, Varietas Hibrida,
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY AKIBAT KOMBINASI PUPUK KOTORAN AYAM DAN NPK PADA TANAH PMK Niko Wiranata; Warganda Warganda; Agus Ruliyansyah
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v12i2.60051

Abstract

Seedlings of oil palm in the main nursery take place from the age of 4 to 12 months of seedlings, in that period the oil palm seedlings already need additional nutrients in the growing media. Utilization of PMK soil as a growing medium is faced with low soil fertility, low levels of organic matter availability, and lack of nutrient content. The limited carrying capacity of PMK soil needs to be overcome by adding organic matter and nutrients to improve soil fertility of PMK as a growing medium for nurseries in the main oil palm nursery. This study aims to determine the effect and dose of the best combination of chicken manure and NPK fertilizer on PMK soil for the growth of oil palm seedlings at the main nursery stage. The study was conducted in Ngabang, West Kalimantan on January 17, 2022 to May 17, 2022. This study used a field experiment method with a completely randomized design (CRD) one factor, namely a combination of chicken manure and NPK fertilizer. The combinations in question are A= Chicken manure 0 % + 100 % NPK, B= Chicken manure 20 % + 80 % NPK, C= Chicken manure 40 % + 60 % NPK, D= Chicken manure 60 % + 40 % NPK, E= Chicken manure 80 % + 20 % NPK, F= Chicken manure 100 % + 0 % NPK. The variables observed in this study were plant dry weight (g), root volume (cm3), plant height (cm), stem diameter (cm), and number of leaves (strands). The growth response of oil palm seedlings in the main nursery on the 100 % NPK treatment was better than the 100 % chicken manure treatment on the variables of plant height, stem diameter and equally good on the variables of plant dry weight, root volume and number of leaves. Treatment of 100 % NPK resulted in the highest average plant dry weight, root volume, plant height, stem diameter and number of leaves compared to other treatments.