Fadhila Nurul Husna Zalmi
UIN Imam Bonjol Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRADISI LISAN MASYARAKAT MINANGKABAU DALAM ‎BERBAGI PENGETAHUAN KESENIAN DI TANAH ‎PADJADJARAN ‎ Fadhila Nurul Husna Zalmi; Fathonah Az Zahra Zalmi
Maktabatuna Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mj.v5i1.6539

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai tradisi lisan yang biasa digunakan masyarakat Minangkabau ‎khususnya dalam berbagi pengatahuan pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unit Pecinta Budaya ‎Minangkabau (UPBM) di Universitas Padjadjaran Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk ‎mengetahui proses berbagi pengetahuan dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh para mahasiswa yang ‎tergabung dalam kegiatan seni di UKM UPBM Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang ‎digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi kualitatif dengan melakukan wawancara, observasi, ‎dan dokumentasi dalam setiap kegiatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses berbagi ‎pengetahuan dalam kegiatan kesenian mahasiswa UKM UPBM Universitas Padjadjaran ini ‎menggunakan tradisi lisan yakni berbagi pengetahuan tacit ke tacit yang mana pengetahuan akan ‎disebarluaskan melalui lisan ke lisan. ‎
Needs Analysis For Managing Historical Collections As A Challenge In Providing Effective Information Retrieval Tools Lailatur Rahmi; Fadhila Nurul Husna Zalmi; Resty Jayanti Fakhlina; Shinta Nofita Sari; Suci Riqsyah Amaliah
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v20i1.29277

Abstract

Museum memainkan peran penting dalam melestarikan warisan budaya dan sejarah bangsa. Namun, banyak museum di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat, masih menghadapi tantangan serius dalam menyediakan sistem yang efektif untuk mencari informasi koleksi. Tantangan ini berasal dari keterbatasan dalam penyajian informasi, infrastruktur, dan teknologi, yang semuanya memengaruhi kualitas pengalaman pengunjung dalam memahami nilai sejarah dan budaya dari koleksi yang dipamerkan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan yang terlibat dalam pengelolaan koleksi sejarah, dengan fokus pada tahap awal Design Thinking—empati—untuk memahami kebutuhan pengelola museum dan pengunjung akan sistem penelusuran yang responsif dan informatif. Dengan menggunakan observasi lapangan, wawancara, dan survei yang dilakukan di beberapa museum populer di Sumatera Barat, studi ini mengeksplorasi harapan pengunjung mengenai akses informasi yang interaktif dan mendalam. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung, terutama generasi muda, mengharapkan alat penelusuran yang lebih inovatif, seperti katalog digital dan aplikasi seluler, yang mampu memberikan informasi tambahan tentang konteks sejarah, nilai budaya, dan kisah unik yang terkait dengan setiap koleksi. Selain itu, pendekatan Design Thinking terbukti relevan untuk merancang solusi berbasis empati yang berpusat pada pengalaman pengguna, sehingga memungkinkan museum untuk mengoptimalkan fungsi pendidikannya. Hasil ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan alat yang efektif dan interaktif untuk pencarian dan pengambilan informasi, sehingga mendukung museum dalam memenuhi perannya sebagai pusat pendidikan dan pelestarian budaya yang relevan di era digital.Kata kunci: museum, pemikiran desain, penelusuran informasi, koleksi sejarah digital