Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar ranah kognitif peserta didik yang diajarkan menggunakan model Problem Based Learning menggunakan strategi Pair Checks dengan yang di ajarkan model pembelajaran langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan menggunakan nonequivalent control group design. Populasi dari penelitian ini sebanyak 47 orang terdiri dari kelas X IPA 1 dan X IPA 2, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total. Hasil yang diperoleh menggunakan instrumen tes hasil belajar, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis deksriptif dan inferensial untuk memperoleh tingkatan kriteria setiap aspek. Adapun hasil penelitian yang diperoleh pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol, untuk skor rata-rata indikator ranah kognitif hasil belajar kelas eksperimen memperoleh persentase 47,92% pada pretest berada pada kategori sedang dan persentase 74,79% pada posttest berada pada kategori tinggi sedangkan pada kelas kontrol memperoleh persentase 49,44% pada pretest berada pada kategori sedang dan persentase 53,48% pada posttest berada pada kategori sedang. Pada kelas eksperimen diperoleh nilai N-Gain 0,52 yang menunjukkan interval nilai berada pada 0,30 < g < 0,70 kategori sedang, sedangkan pada kelas kontrol interval nilai berada pada ? 0,30 kategori rendah. oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pada kelas eksperimen peningkatan hasil belajar setelah diterapkan model problem based learning menggunakan strategi pair checks adalah sedang. Hasil yang diperoleh pada Uji-T adalah nilai signifikan 0,000 yang artinya ? < 0,05 menujukkan adanya perbedaan peningkatan yang siginifikan setelah diterapkan model problem based learning menggunakan startegi pair checks.