Yugi Hilmi
Universitas Cipasung Tasikmalaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMP DITINJAU DARI HABITS OF MIND Yugi Hilmi
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2023): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v5i2.2906

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi belum berkembangya kemampuan siswa dalam mengungkapkan ide matematis dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa SMP ditinjau dari habits of mind. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 siswa SMPN 1 Singaparna kelas VII. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan representasi matematis, angket habits of mind dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa habits of mind tinggi sudah mampu mengungkapkan ide-ide matematis dalam menyelesaikan masalah dalam bentuk representasi visual (membuat gambar untuk memperjelas masalah), representasi simbolik (membuat persamaan matematis) dan representasi verbal (menuliskan langkah-langkah penyelesaian dengan kata-kata) dengan baik. Siswa habits of mind sedang sudah mampu untuk mengungkapakan ide dalam bentuk representasi simbolik dan representasi visual dengan baik tetapi untuk representasi verbal masih kurang. Siswa habits of mind kurang hanya mampu untuk mengungkapkan ide-ide matematis dalam bentuk representasi simbolik saja. Kesimpulannya capaian indikator kemampuan representasi matematis siswa SMPN 1 Singaparna berbeda-beda berdasarkan kebiasaan berpikirnya.   Kata Kunci: Representasi Matematis, Habits of Mind, Bangun DatarAlexistoto adalah situs hiburan online yang menawarkan akses mudah, beragam permainan, transaksi qris yang praktis, layanan responsif, dan pengalaman bermain game yang nyaman setiap hari.
Validity of SIPENA: An AI-Integrated Web-Based Application for Mathematics Teachers Learning Administration Asri Wahyuni; Yugi Hilmi
AlphaMath : Journal of Mathematics Education Alphamath: Vol. 12, No. 1, May 2026
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/alphamath.v12i1.30542

Abstract

The rapid advancement of digital technology requires mathematics teachers to have strong pedagogical competence in designing and managing learning materials effectively. However, many teachers still face challenges in preparing comprehensive learning documents, such as Annual Programs (Prota), Semester Programs (Promes), teaching modules integrated with student worksheets (LKPD), assessment instruments, reflections, document covers, and class administration records. This study aimed to develop and assess the validity of SIPENA (Sistem Perangkat Pembelajaran/Learning Administration System), an AI-integrated web-based application that automatically generates complete learning documents for mathematics teachers. The development followed the 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate), limited to the first three stages. Expert validation was conducted by a media expert and a content expert using Likert-scale instruments. The results showed a media validity 86.36% and content validity of 96.84%, both were categorized as Very Valid. Usability was awarded the highest score by media experts (96.00%), while content experts confirmed that their product matched Merdeka Curriculum perfectly (100.00%). This study finally provides a valuable contribution to the field of AI-based educational technology in mathematics education context in Indonesia by showing that SIPENA can serve as both a valid and feasible platform to use for supporting mathematics teachers pedagogical competences in the digital era. This study was intentionally limited to evaluating the validity aspect of SIPENA development, while its effectiveness and effect size will be explored in a subsequent publication.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KRITIS: ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA PADA MATERI HOTS SMP Ayathollah Khomeni; Yusup Junaedi; Yugi Hilmi; Rahmatika Elindra
JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Vol 9 No 2 (2026): JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Juli 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/mathedu.v9i2.8186

Abstract

This study aims to analyze the problem-solving and critical thinking abilities of prospective mathematics teachers in solving Higher Order Thinking Skills (HOTS) problems on lines and angles through error analysis. The study employed a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of 20 fourth-semester students of the Mathematics Education Study Program at Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS). Data were collected through HOTS geometry tests, task-based interviews, and documentation of students’ written work. Error analysis was conducted using Newman’s Error Analysis (NEA), while critical thinking and problem-solving abilities were analyzed using the FRISCO and Krulik-Rudnick frameworks. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that students’ abilities were still in the moderate to low category. The dominant errors occurred at the transformation and process skills stages, indicating difficulties in converting visual representations into mathematical models and selecting appropriate solution strategies. In addition, students demonstrated weaknesses in critical thinking, particularly in reasoning, inference, and overview indicators. These errors were influenced by epistemological and ontogenic obstacles related to weak spatial ability and conceptual understanding of geometry. Therefore, HOTS-based learning emphasizing visualization, critical thinking, and systematic problem-solving is needed to improve prospective teachers’ mathematical abilities.
EDUKASI PENTINGNYA MANAJEMEN WAKTU BAGI SISWA SMP DALAM KEGIATAN BELAJAR Yugi Hilmi; Harry Nurawinata; Pery Jayanto; Muh Fajar Fazriansyah; Ikhsan Faturohman
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.198

Abstract

Manajemen waktu merupakan keterampilan fundamental yang perlu diterapkan dalam pendidikan formal jenjang SMP. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMP tentang pentingnya manajemen waktu dalam kegiatan belajar, serta membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam menyusun jadwal belajar yang efektif dan efisien. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah siswa SMPN 1 Rajapolah. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui pendekatan penyuluhan langsung yang bersifat interaktif, mencakup penyampaian konsep dasar manajemen waktu, dampak buruk pengelolaan waktu yang tidak efektif, strategi penyusunan jadwal belajar, serta tips menghindari prokrastinasi, yang diakhiri dengan pemberian angket sebagai instrumen evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata tingkat pemahaman dan sikap siswa mencapai 89% dengan kategori Sangat Baik, mencakup aspek pentingnya manajemen waktu (90%), cara manajemen waktu yang efektif (89%), dan perencanaan membuat jadwal prioritas (88%). Temuan ini bermakna bahwa metode penyuluhan tatap muka yang interaktif terbukti efektif membangun kesadaran siswa terhadap pengelolaan waktu belajar yang terstruktur dan terencana.
DARI REGULASI DIRI KE PENALARAN MATEMATIS: SEBERAPA KUAT HUBUNGANNYA? Muh Fajar Fazriansyah; Ikhsan Faturohman; Yugi Hilmi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/3r41r829

Abstract

Kemampuan penalaran matematis, analisis, penilaian, dan refleksi diri merupakan komponen penting dalam pendidikan matematika karena memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematis mereka. Namun, menurut sejumlah penelitian, kemampuan penalaran matematis mahasiswa masih belum memadai. Kapasitas untuk mengatur diri sendiri dan mengelola proses belajar sendiri dikenal sebagai self-regulated learning (SRL). Studi ini bertujuan untuk memberikan uraian rinci tentang kemampuan penalaran matematis mahasiswa dan tingkat self-regulated learning, serta untuk meneliti korelasi antara keduanya, mengukur kekuatannya, dan mengukur sejauh mana self-regulated learning mahasiswa berkontribusi pada kemampuan penalaran matematis mereka. Metode kuantitatif berdasarkan jenis penelitian korelasional digunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, 22 mahasiswa yang terdaftar dalam program studi pendidikan matematika semester enam dipilih menggunakan metode purposive sampling. Tes kemampuan penalaran matematis dan kuesioner self-regulated learning digunakan dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan berbagai ukuran seperti statistik deskriptif, uji normalitas dan linearitas, korelasi pearson product moment, dan koefisien determinasi. Penelitian menemukan bahwa kemampuan penalaran matematika mahasiswa cukup tinggi (rata-rata 81,18) dan tingkat self-regulated learning mereka cukup tinggi (rata-rata 91,27). Dengan tingkat signifikansi 0,001 dan koefisien korelasi 0,716, temuan uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan secara statistik antara kemampuan penalaran matematis dan self-regulated learning. Dengan hasil ini, dapat dikatakan bahwa korelasi antara kedua variabel tersebut cukup kuat. Koefisien determinasi juga mengungkapkan bahwa kapasitas mahasiswa untuk self-regulated learning menyumbang 51,2% dari keseluruhan kemampuan mereka dalam penalaran matematis. Oleh karena itu, kapasitas berpikir matematika mahasiswa dapat ditingkatkan melalui penggunaan strategi pembelajaran mandiri.