Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Determinants of Learning Outcomes in Mathematics Education: Analyzing Internal and External Factors in the Society 5.0 Context Muh Fajar Fazriansyah; Ikhsan Faturohman
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.8729

Abstract

The emergence of Society 5.0, characterized by the integration of advanced digital technologies into all aspects of life, poses new challenges and opportunities in education. Understanding how internal and external factors affect student learning outcomes within this context is critical, particularly in mathematics education where self-regulation and technology use are essential. This study employed a sequential explanatory mixed-methods design to investigate the influence of internal (learning motivation, self-regulated learning, self-management) and external (digital learning quality, technological infrastructure, environmental support, lecturer competence) factors on learning outcomes in the Society 5.0 era. A total of 240 undergraduate mathematics education students participated in the quantitative phase, analyzed using SEM-PLS, followed by in-depth interviews with 30 students for qualitative exploration. Quantitative findings revealed that internal factors, especially learning motivation, had the strongest influence on academic performance. Among external factors, digital learning quality was the most significant. The Society 5.0 construct, while significantly associated with learning outcomes, did not moderate the relationship between internal/external factors and academic achievement. Qualitative data reinforced the central role of motivation and self-management, while also highlighting additional influences such as psychological well-being, health, and socioeconomic status. These findings underscore that internal psychological factors remain the primary drivers of student success in digitally enhanced learning environments. External support and technological infrastructure play a complementary role. The results suggest a need for holistic educational strategies that balance technological integration with student-centered development.
EDUKASI PENTINGNYA MANAJEMEN WAKTU BAGI SISWA SMP DALAM KEGIATAN BELAJAR Yugi Hilmi; Harry Nurawinata; Pery Jayanto; Muh Fajar Fazriansyah; Ikhsan Faturohman
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.198

Abstract

Manajemen waktu merupakan keterampilan fundamental yang perlu diterapkan dalam pendidikan formal jenjang SMP. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMP tentang pentingnya manajemen waktu dalam kegiatan belajar, serta membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam menyusun jadwal belajar yang efektif dan efisien. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah siswa SMPN 1 Rajapolah. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui pendekatan penyuluhan langsung yang bersifat interaktif, mencakup penyampaian konsep dasar manajemen waktu, dampak buruk pengelolaan waktu yang tidak efektif, strategi penyusunan jadwal belajar, serta tips menghindari prokrastinasi, yang diakhiri dengan pemberian angket sebagai instrumen evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata tingkat pemahaman dan sikap siswa mencapai 89% dengan kategori Sangat Baik, mencakup aspek pentingnya manajemen waktu (90%), cara manajemen waktu yang efektif (89%), dan perencanaan membuat jadwal prioritas (88%). Temuan ini bermakna bahwa metode penyuluhan tatap muka yang interaktif terbukti efektif membangun kesadaran siswa terhadap pengelolaan waktu belajar yang terstruktur dan terencana.
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SISWA SMK AL-FALAH MELALUI PEMBELAJARAN FUNDAMENTAL PRINSIP DESAIN DALAM USER INTERFACE Rafi Hafizhni Anggia; Aditia Abdurachman; Windriyana Windriyana; Rizal Taufik; Ardhiansyah Ardhiansyah; Yudi Setia Rachmanda; Muh Fajar Fazriansyah
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i1.3450

Abstract

Literasi visual dan digital menjadi kompetensi penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terutama dalam memahami dan merancang user interface sebagai bagian dari keterampilan vokasional. Namun, pembelajaran desain digital di sekolah masih cenderung berfokus pada penggunaan perangkat lunak tanpa didukung pemahaman prinsip dasar desain. Hal ini melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memperkuat kompetensi literasi visual dan digital siswa melalui pembelajaran fundamental prinsip desain berbasis user interface. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMK Al-Falah melalui tiga sesi, yaitu penyampaian materi prinsip dasar desain, praktik perancangan user interface menggunakan Figma, dan evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan pemahaman siswa sebelum dan sesudah kegiatan serta melalui kuesioner skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap prinsip desain dan konsep user interface. Sebagian besar peserta mampu merancang antarmuka sederhana, meskipun masih terdapat kendala teknis dalam penggunaan Figma. Kegiatan ini menegaskan pentingnya penguatan pembelajaran desain digital berbasis konsep dan praktik untuk mendukung kesiapan kompetensi vokasional siswa SMK.
DARI REGULASI DIRI KE PENALARAN MATEMATIS: SEBERAPA KUAT HUBUNGANNYA? Muh Fajar Fazriansyah; Ikhsan Faturohman; Yugi Hilmi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/3r41r829

Abstract

Kemampuan penalaran matematis, analisis, penilaian, dan refleksi diri merupakan komponen penting dalam pendidikan matematika karena memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematis mereka. Namun, menurut sejumlah penelitian, kemampuan penalaran matematis mahasiswa masih belum memadai. Kapasitas untuk mengatur diri sendiri dan mengelola proses belajar sendiri dikenal sebagai self-regulated learning (SRL). Studi ini bertujuan untuk memberikan uraian rinci tentang kemampuan penalaran matematis mahasiswa dan tingkat self-regulated learning, serta untuk meneliti korelasi antara keduanya, mengukur kekuatannya, dan mengukur sejauh mana self-regulated learning mahasiswa berkontribusi pada kemampuan penalaran matematis mereka. Metode kuantitatif berdasarkan jenis penelitian korelasional digunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, 22 mahasiswa yang terdaftar dalam program studi pendidikan matematika semester enam dipilih menggunakan metode purposive sampling. Tes kemampuan penalaran matematis dan kuesioner self-regulated learning digunakan dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan berbagai ukuran seperti statistik deskriptif, uji normalitas dan linearitas, korelasi pearson product moment, dan koefisien determinasi. Penelitian menemukan bahwa kemampuan penalaran matematika mahasiswa cukup tinggi (rata-rata 81,18) dan tingkat self-regulated learning mereka cukup tinggi (rata-rata 91,27). Dengan tingkat signifikansi 0,001 dan koefisien korelasi 0,716, temuan uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan secara statistik antara kemampuan penalaran matematis dan self-regulated learning. Dengan hasil ini, dapat dikatakan bahwa korelasi antara kedua variabel tersebut cukup kuat. Koefisien determinasi juga mengungkapkan bahwa kapasitas mahasiswa untuk self-regulated learning menyumbang 51,2% dari keseluruhan kemampuan mereka dalam penalaran matematis. Oleh karena itu, kapasitas berpikir matematika mahasiswa dapat ditingkatkan melalui penggunaan strategi pembelajaran mandiri.
Peningkatan Literasi Digital Siswa melalui Workshop UI/UX Design dengan Metode Double Diamond di SMK Al-Falah Rafi hafizhni Anggia; Yudi Setia Rachmanda; Pery Jayanto; Muh Fajar Fazriansyah; Ardhiansyah Ardhiansyah; Ramdani Alfalah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8111

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMK Al-Falah dengan fokus pada peningkatan literasi digital siswa melalui pengenalan dasar-dasar UI/UX serta penerapan proses desain double diamond dalam perancangan aplikasi. Kegiatan dirancang secara bertahap dengan mengombinasikan penyampaian materi, diskusi dua arah, dan praktik langsung menggunakan Figma agar siswa dapat memahami konsep secara lebih kontekstual. Pendekatan tutorial sebaya diterapkan untuk menciptakan suasana belajar yang inklusif dan mendorong siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep UI dan UX, kemampuan dalam mengidentifikasi permasalahan pengguna, serta keterampilan awal dalam menyusun wireframe dan prototipe sederhana. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan gambaran awal kepada siswa mengenai peluang karier di bidang desain digital serta pentingnya kompetensi UI/UX dalam perkembangan industri teknologi. Secara keseluruhan, program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan minat dan mengembangkan kompetensi desain digital di lingkungan sekolah.