Mufti Riyani
Department Of Primary Teacher Education, Faculty Of Teacher Training And Education, Universitas Samudra, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN LINGKUNGAN SOSIAL dan RESILIENSI: Reorientasi Pendidikan Pasca Pandemi (Analisis Sistem Ekologisosial dan Ruang Hidup Masyarakat Indonesia) Mufti Riyani; Wasino Wasino; Suyahmo Suyahmo; Nugroho Trisnu Brata
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku masyarakat di tengah pandemi telah mengakibatkan kerentanan sosial. Hal ini ditandai dengan guncangan pada community resilience akibat perilaku sosial yang kontradiktif dan menimbulkan friksi lanjutan. Dalam situasi ini, sistem pendidikan kita dinilai gagal menghasilkan SDM dengan keseimbangan aspek IQ, EQ dan SQ. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebab munculnya perbedaaan perilaku sosial di tengah pandemi dan menunjukan posisi strategis pendidikan. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif fenomenologi. Pengambilan data menggunakan tehnik dokumentasi melalui data mining media sosial, observasi dan studi literatur. Analisis data memanfaatkan sentimen analisis dengan bantuan software orange.bioloab.si. Subjek bersifat purposive sampling. Analisis teoritik mengggunakan:1). cognitive perspectives Kurt Lewin serta, 2). teori Brofenbenner. Hasilnya menunjukan bahwa 2 pandangan ini sama-sama menjelaskan kaitan antara lingkungan mental personal individu dengan lingkungan sosialnya. Posisi sekolah dan sistem pendidikan sebagai mesosystem dan exosytem yang mempengaruhi proses mental dalam diri individu dalam menghadapi Pandemi. Pendidikan Lingkungan Sosial dapat direkomendasikan sebagai reorientasi pelaksanaan pendidikan pasca pandemi dengan tujuan membantu individu atau kelompok masyarakat untuk memperbaiki regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati, kemampuan menganalisis masalah, efikasi diri dan peningkatan aspek positif yang diperlukan untuk membangun kemampuan resiliensi.
Inheritance of the Value of Peace in Post-Conflict Areas Based on Indigenous Knowledge Aulia Rahman; Wasino Wasino; Mufti Riyani; Tengku Muhammad Sahudra; Bachtiar Akob
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.4260

Abstract

This study examines the inheritance of peace values based on indigenous knowledge in the community in Langsa after the Aceh conflict. Conflict causes damage to tolerance, respect for all forms of difference, and social capital due to disruption of the inheritance of values. If these problems are not addressed immediately, there is a risk of creating new patterns of conflict in the future. This study was conducted with a phenomenological qualitative approach. Data was collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis, while the data processing steps are data reduction, data display, and conclusions and data verification. This study found that indigenous knowledge framed in Islamic law was effective in transmitting the values of peace in post-conflict Aceh. The inheritance of the value of peace by using local resources can lead the community to values that maintain unity and tolerance. Utilizing local resources in passing on the value of post-conflict peace can maintain a peaceful situation and early detection of social conflicts.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR OLEH DOSEN DAN MAHASISWA KKN DI DESA SULUM KECAMATAN SEKRAK KABUPATEN ACEH TAMIANG Usman; Aulia Rahman; Okhaifi Prasetyo; Mufti Riyani; Imam Hadi Sutrisno
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/musyawarah.v2i2.543

Abstract

Desa Sulum terletak di Kecamatan Sekrak Kabupaten Aceh Tamiang yang memiliki potensi pertanian yang besar. Pertanian merupakan sektor utama dalam perekonomian desa ini, dan mayoritas penduduknya bergantung pada sektor ini untuk penghidupan mereka. Salah satu masalah yang dihadapi oleh petani adalah penurunan kualitas tanah. Pupuk organik cair adalah solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Pelaksanaan pembuatan pupuk organik cair merupakan proses yang membutuhkan persiapan bahan baku yang tepat, langkah-langkah pengolahan yang hati-hati, dan pemantauan yang teliti selama proses fermentasi. Dalam penyuluhan kepada siswa SD, penting untuk memberikan pemahaman tentang pupuk organik cair, manfaatnya, dan langkah-langkah praktis dalam pembuatannya. Penyuluhan kepada siswa SMP perlu menekankan pada kesadaran lingkungan dan penjelasan yang lebih rinci mengenai komposisi campuran dan kelebihan pupuk organik cair. Sementara itu, penyuluhan kepada masyarakat umum harus mencakup pengenalan konsep pupuk organik cair, teknik pembuatan yang rinci, dan penggunaan pupuk organik cair pada berbagai jenis tanaman. Dalam pelaksanaan pembuatan pupuk organik cair, penting untuk memperhatikan persiapan bahan baku seperti toge, air cucian beras, gula merah, garam, dan EM-4. Bahan pembantu seperti jerigen dan botol Aqua juga diperlukan. Komposisi campuran yang tepat adalah kunci keberhasilan dalam pembuatan pupuk organik cair. Proses fermentasi memerlukan pemantauan dan pengadukan secara rutin, serta pengetahuan tentang waktu yang tepat untuk memisahkan dan mengencerkan pupuk organik cair. Penggunaan pupuk organik cair secara rutin dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi tanaman.