Bambang Aditya Nugraha
Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

In-House Training Perawat Terkait Perawatan Integratif di Area Keperawatan Medikal Bedah Nursiswati Nursiswati; Bambang Aditya Nugraha; Sri Hartati Pratiwi; Hasniatisari Harun; Urip Rahayu; Eka Afrima Sari; Chandra Isabella Hostanida Purba; Titis Kurniawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12169

Abstract

ABSTRAK Perawatan integratif dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang akan berkontribusi kepada peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup pasien. Penerapan perawatan integratif membutuhkan kemampuan perawat dalam mengelola upaya preventif, promotif dan rehabilitatif secara efektif pada saat memberikan asuhan keperawatan pada area keperawatan medikal bedah (KMB). Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas perawat dalam perawatan integratif di area keperawatan medikal bedah. Metoda yang digunakan adalah in-house training berupa ceramah dan tanya jawab interaktif kepada 9 preseptor klinik dan 3 clinical case manager di RSUD Sumedang. Materi yang disampaikan diantaranya adalah Continuity of care pada chronic disease, Protocol follow up care pada area KMB, Transitional care, dan Discharge planning. Evaluasi kegiatan menggunakan analisis pre-posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan poin nilai rata-rata pre-post test (3,09). Nilai rata-rata pre-test sebesar 56 dan post-test sebesar 69,09. Dengan demikian, upaya yang sudah dilakukan bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas perawat khususnya pengetahuan dan keterampilan menginisiasi integrative care. Upaya tersebut dapat diulang dengan target sasaran perawat medikal bedah lainnya selain perseptor maupun case manager. Kata Kunci: Keperawatan Medikal Bedah, Kapasitas Perawat, Perawatan Integratif, Preceptor, Case Manager, Pengabdian Masyarakat  ABSTRACT Integrative Care could increase quality nursing services to be contribute to enhance the patient’s health status and quality life. Application of the integrative care requires the ability of nurses to effectively manage preventive, promotive and rehabilitative measurements when providing nursing care in the medical surgical nursing (MSN) area. This community service conducted with the purpose for increasing capacity of the nurses in integrative care in the MSN area. The method used was in -house training through interactive presentation and interactive  discussion to nine clinical preceptors and three clinical case managers at Sumedang District Hospital. The topic presented included Continuity of care in chronic disease, Protocol follow-up care in the MSN area, Transitional care, and Discharge planning. The evaluation and outcome analysis using pre-post test design. The results of the program showed an increase in the average pre-post test score points (3.09). The average pre-test score was 56 and the post-test was 69.09. Thus, this community program that have been made are beneficial in increasing capacity nurse specifically knowledge and skills to initiate the integrative care . The future program is needed with other medical surgical nurses non preceptors and case managers. Keywords: Medical Surgical Nursing, Capacity Nurse, Integrative Care, Preceptor, Case Manager, Community Service
Hubungan Frekuensi Konsumsi Kopi dengan Tingkat Konsentrasi Belajar pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Adli Wistara; Eka Afrima Sari; Bambang Aditya Nugraha
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24542

Abstract

ABSTRACT Coffee is one of the most widely consumed beverages among college students due to its caffeine content, which acts as a stimulant to the central nervous system and serves to increase alertness and cognitive function. However, excessive coffee consumption can cause side effects such as sleep disturbances and decreased cognitive performance.This study aims to determine the relationship between coffee consumption frequency and learning concentration levels among students at the Faculty of Nursing, Padjadjaran University. This study used a correlational quantitative design with proportionate stratified random sampling technique. The sample consisted of 251 students from the Faculty of Nursing, Padjadjaran University. The research instruments used were a coffee drinking habit questionnaire to measure the frequency and amount of coffee consumption, and a learning concentration instrument to measure attention during learning, with a reliability value of ≥0.80 in previous studies. Data analysis was performed univariately using frequency distribution and bivariately using the Spearman Rank test. The results showed that most respondents had a low frequency of coffee consumption and a moderate level of concentration. Bivariate analysis showed no significant relationship between the frequency of coffee consumption and the level of concentration (p=0.137; p0.05). This study concludes that the frequency of coffee consumption is not a major factor affecting students' concentration. It is recommended that further research examine other variables such as sleep quality, academic stress, learning motivation, and study habits. Keywords: Coffee Consumption Frequency, Caffeine, Learning Concentration, Nursing Students.  ABSTRAK Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi mahasiswa karena kandungan kafein yang berperan sebagai stimulan sistem saraf pusat dan berfungsi meningkatkan kewaspadaan serta fungsi kognitif. Namun, konsumsi kopi yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan tidur dan penurunan performa kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi kopi dengan tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan teknik proportionate stratified random sampling. Jumlah sampel sebanyak 251 mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kebiasaan minum kopi untuk mengukur frekuensi dan jumlah konsumsi kopi, serta instrumen konsentrasi belajar untuk mengukur perhatian saat belajar, dengan nilai reliabilitas ≥0,80 pada penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki frekuensi konsumsi kopi rendah dan tingkat konsentrasi belajar pada kategori cukup. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi kopi dan tingkat konsentrasi belajar (p=0,137; p0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa frekuensi konsumsi kopi bukan faktor utama yang mempengaruhi konsentrasi belajar mahasiswa. Disarankan penelitian selanjutnya meneliti variabel lainnya seperti kualitas tidur, stres akademik, motivasi belajar, dan kebiasaan belajar. Kata Kunci: Frekuensi Konsumsi Kopi, Kafein, Konsentrasi Belajar, Mahasiswa Keperawatan.