Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Storytelling Method as a Media for Forming Character in Early Children in Timbong Village, Banggai Tengah District, Banggai Laut District, Central Sulawesi Province Karmila P. Lamadang; Suma K. Saleh; Ayu Rosanti Tahawali; Putriyaningsi; Parida Maasing; Siti Suni
International Journal of Advance Social Sciences and Education (IJASSE) Vol. 1 No. 3 (2023): October 2023
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijasse.v1i3.447

Abstract

This service was carried out in Timbong village, specifically Timbong Kindergarten, with approximately 30 students divided into two classes, namely class A and class B. The process of storytelling or reading this book is carried out before the learning process begins and also when learning has been completed. The teacher reads in front of the class, and then the students listen. After reading fairy tales or stories, the teacher will give students the opportunity to ask questions. And at that time, the teacher will instill character by conveying the character values contained in the story
Diseminasi Transformasi Pendidikan untuk Menghadapi Tantangan Bonus Demografi kepada Guru-Guru di Kecamatan Buko Kusno Setiadi; Suma K. Saleh; Khairul Akbar; Masrion Tahawali; Asraty Poku
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i2.2498

Abstract

Community Service Activities (PKM) with the title "Dissemination of Educational Transformation to Face the Challenge of Demographic Bonuses to Teachers in Buko District" was carried out in September 2024 and involved 30 teachers from various schools. This activity aims to improve teachers' understanding and skills regarding 21st century education, especially in the use of technology and collaborative learning strategies. The training was carried out for two days using interactive lecture methods, group discussions, and simulations of 21st century learning practices. Evaluation was carried out through questionnaires to measure increased understanding and observation to assess skills in applying learning technology. The results showed significant improvement, with 60% of participants having excellent understanding after the training, up from 10% before the training. In addition, most participants were able to use interactive applications and media well, although there were still challenges in implementing group discussion strategies. This training is effective in supporting educational transformation, but further assistance is needed for collaborative aspects.
Edukasi Pola Asuh Positif bagi Orang Tua dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak di Desa Lenyek Risky Diya Amalia Rais; Suma K. Saleh
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3fsmc005

Abstract

Pola asuh orang tua memegang peran krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini secara holistik, mencakup aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Namun, di Desa Lenyek masih ditemukan praktik pengasuhan yang kurang optimal, seperti komunikasi kurang efektif atau pendekatan yang kurang responsif terhadap kebutuhan anak, yang sering kali dipengaruhi oleh kesibukan sehari-hari dan minimnya pemahaman pola asuh positif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi pola asuh positif kepada 15 orang tua dan 5 guru TK Al-Hidayah di Desa Lenyek sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan keterampilan pengasuhan yang responsif serta penuh kasih sayang. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada 7 Januari 2026 di Balai Desa Lenyek dengan pendekatan partisipatif yang meliputi koordinasi, persiapan materi dan media (slide, video edukasi, lembar studi kasus), sosialisasi konsep pola asuh positif, pemutaran video perbandingan praktik positif dan kurang positif, diskusi studi kasus dalam kelompok kecil, simulasi praktik komunikasi efektif serta disiplin positif, dan penyusunan komitmen tertulis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang cukup nyata terhadap prinsip pola asuh positif, ditandai dengan munculnya kesadaran akan dampak pengasuhan terhadap perilaku dan perkembangan anak, serta komitmen konkret yang disusun hampir seluruh peserta, seperti meluangkan waktu bermain berkualitas setiap hari, menggunakan kata-kata positif saat mendisiplinkan, dan menjaga komunikasi terbuka dengan anak. Selain itu, terbentuk kesepakatan awal antara orang tua dan guru untuk menerapkan pendekatan seragam di rumah dan sekolah, sehingga memperkuat sinergi keluarga-sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di Desa Lenyek.