Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN VARIABEL LINGKUNGAN DENGAN RISIKO KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA Arif Atul Mahmudah Dullah; Liliskarlina Liliskarlina; Hadzmawaty Hamzah; Sitti Rahmatika
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 7, No 2 (2023): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/%x

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular dan penyebab kematian pada anak-anak di negara berkembang. Pencemaran udara di sekitar TPAS merusak kesehatan lingkungan, termasuk kualitas udara di sekitar TPAS, terutama peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hal ini dikarenakan kondisi yang memprihatinkan dari penumpukan limbah padat seperti sampah yang ada di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah.Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui Hubungan Variabel Lingkungan Dengan Risiko Kejadian Penyakit Ispa Pada Balita.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. seluruh responden yang memiliki balita di sekitar wilayah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan jumlah sampel 96 orang.Hasil Berdasarkan uji chi-square menunjukkan bahwa keadaan ventilasi rumah (P=0,003), kepadatan hunian (P=0,030) dan jarak rumah dengan TPA (P=0,187). Artinya ada hubungan ventilasi rumah, kepadatan hunian dan tidak ada hubungan antara jarak rumah dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2022.Saran: Diharapkan adanya kerjasama antara pihak puskesmas dengan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan tentang penyakit menular yang disebabkan oleh faktor lingkungan.
Analisis Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Merokok Pada Remaja Natsir, Amaliah; Hadzmawaty Hamzah; Hudriani Jamal
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.147

Abstract

Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan prevalensi merokok pada remaja usia 10–18 tahun dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku merokok pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di wilayah kerja UPT Puskesmas Paccerakkang, Kota Makassar, dengan jumlah sampel sebanyak 341 remaja yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku merokok, sedangkan variabel independennya adalah pengetahuan dan sikap remaja mengenai bahaya merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang baik (63%) dan sikap yang positif terhadap bahaya merokok (94%), namun mayoritas tetap memiliki perilaku merokok (94%). Uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan perilaku merokok (p = 0.01), sedangkan pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku merokok (p = 0.08). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun remaja memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terhadap bahaya merokok, hanya sikap yang berpengaruh terhadap perilaku merokok. Temuan ini menunjukkan pentingnya intervensi yang lebih menekankan pada perubahan sikap dan lingkungan sosial dalam upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja.
Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Posyandu Desa Tukamasea Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Musdalifah Syamsul; Ummi Kalsum Marwan; Yermi; Hadzmawaty Hamzah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4139

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting kesehatan anak yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pendidikan ibu, tingkat pengetahuan gizi, dan riwayat pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan status gizi balita. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan teknik tabulasi silang dan uji korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar balita dengan riwayat ASI eksklusif memiliki status gizi baik (83,6%), sedangkan pada kelompok tanpa ASI eksklusif proporsi status gizi baik hanya 68,8%. Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,000 (<0,05) dan koefisien korelasi R = 0,62 yang menunjukkan adanya hubungan kuat dan signifikan antara ASI eksklusif dengan status gizi balita. Faktor pengetahuan gizi ibu juga berhubungan positif dengan status gizi, meskipun tingkat pendidikan formal tidak selalu berkorelasi langsung dengan praktik pengasuhan gizi. Temuan ini menegaskan bahwa ASI eksklusif dan pengetahuan gizi ibu berperan penting sebagai faktor protektif dalam menjaga status gizi balita. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya intervensi berbasis edukasi gizi dan peningkatan cakupan ASI eksklusif sebagai strategi kebijakan untuk mendukung pencapaian status gizi optimal pada anak.