Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerapan K3LL Menggunakan Metode Hirarc Terhadap Dampak Lingkungan, Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pekerja Pada Proyek Pembangunan Jaringan Pipa Gas Rumah Tangga, Pelanggan Kecil Dan Komersial Ulfah Mahfudah; Liliskarlina Liliskarlina; Aysh Nugroho; Hadzmawaty Hamzah; Hudriani Jamal
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol. 9 No. 2 (2025): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v9i2.962

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau disingkat K3 begitu dekat dengan tenaga kerja terlebih tenaga kerja konstruksi. Hingga tujuan proyek tercapai dengan baik tenaga kerja adalah asset yang harus dijaga, sehingga sudah seharusnya perusahaan memastikan pekerja tetap dalam keadaaan aman. Manajemen risiko harus diterapkan dengan baik untuk mengurangi bahkan mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja, sehingga dapat meminimalisir terimbasnya semua aktivitas di tempat kerja apabila kecelakaan kerja terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan K3LL menggunakan metode HIRARC terhadap dampak lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja pekerja pada proyek pembangunan jaringan pipa gas rumah tangga, pelanggan kecil dan komersial. Hasil dari analisis risiko diperoleh bahwa pada penggalian tanah/aspal menggunakan cangkul terdapat 1 risiko termasuk kategori moderate dan 1 risiko termasuk kategori low, pada penggalian menggunakan jack hammer terdapat 1 termasuk kategori low karena hasil pengukuran tidak melebihi batas maksimum kebisingan 85 dB, pada penjajaran pipa terdapat 1 risiko moderate dan 1 kategori low, proses memasukkan pipa termasuk kategori low, penyambungan pipa masuk dalam kategori moderate, penimbunan kembali bekas galian termasuk kategori moderate. Pemantauan kondisi fisik lingkungan menjukkan adanya debu, bekas tanah galian yang menyumbat saluran drainase yang dapat memperburuk kondisi lingkungan. Hasil penilaian risiko secara keseluruhan menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya yang perlu dimitigasi, karena tingkat risiko ini bervariasi. DIharapkan pihak perusahaan dapat selalu meningkatkan prosedural kesehatan dan keselamatan kerja, meningkatkan perhatian pada dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan agar risiko dapat semakin diminimalisir, dan meningkatkan pelaksanaan K3LL yang berkelanjutan.
Pemetaan Kematangan Berfikir Anak Dengan Metode Neurosains Terapan di UPT SD Negeri 177 Inpres Bolo Desa Banggae liliskarlina liliskarlina; Hudriani Jamal
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 4 No. 1 (2024): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v4i1.848

Abstract

Visi Indonesia Emas 2045 pembangunan Indonesia akan berfokus pada pembangunan manusia. Generasi emas ini diharapkan adalah SDM yang berkualitas, yang memiliki karakter berlandaskan kecerdasan spiritual, emosional, intelektual dan sosial. Sehingga kematangan berpikir sangat penting dalam kesiapan belajar peserta didik. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui kesiapan belajar anak melalui pemetaan berpikir  dengan metode neurosains terapan. Kegiatan ini dilakukan di UPT SD Negeri 177 Inpres Dusun Bolo Desa Banggae Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Pengumpulan data dilakukan melalui penapisan kematangan berpikir anak, yaitu penapisan gerak dan artikulasi menggunakan aplikasi Neurosains Terapan (NST). Hasil menunjukkan kematangan berpikir dari aspek kemampuan gerak bahwa sebanyak 26 anak (86.7%) memiliki kematangan berpikir yang baik dan 4 anak lainnya (13.3%) menunjukkan kematangan berpikir kurang. Sedangkan, distribusi kematangan berpikir ditinjau dari aspek kemampuan artikulasi bahwa sebanyak 21 anak (70.0%) memiliki kematangan berpikir yang baik dan 9 anak lainnya (30.0%) menunjukkan kematangan berpikir kurang. Sangat perlu dilakukan penapisan untuk pemetaan kematangan berpikir pada anak usia di atas 7 tahun untuk mengetahui kesiapan belajar.