Zesi Aprillia
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

APLIKASI MODEL KENYAMANAN KOLCABA PADA ANAK KANKER YANG MENDAPAT KEMOTERAPI DENGAN MASALAH FATIGUE Zesi Aprillia; Allenidekania Allenidekania; Happy Hayati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 9, No 1 (2023): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2023
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Fatigue merupakan gejala paling sering dialami oleh anak dengan kanker selama pengobatan dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi medis, faktor biokimia maupun psikologis. Tujuan studi kasus ini untuk menganalisis pelaksanaan asuhan keperawatan pada anak dengan kanker yang mengalami masalah fatigue dengan menggunakan pendekatan Teori Kenyamanan Kolcaba. Metode: Metode yang digunakan yaitu studi kasus terhadap asuhan keperawatan dengan mengaplikasikan Teori Kenyamanan Kolcaba. Hasil: Intervensi yang diberikan berdasarkan prinsip Teori Kenyamanan Kolcaba, standard comfort, coaching, dan comfort food for the soul memberikan hasil yang cukup baik terhadap penurunan skor kelelahan pada anak dengan kanker. Simpulan: Asuhan keperawatan berdasarkan Teori Kenyamanan Kolcaba dapat digunakan pada anak kanker yang mengalami masalah fatigue. Intervensi yang dilakukan dengan pendekatan standard comfort, coaching dan comfort food for the soul diharapkan anak mampu beradaptasi dengan setiap respon tubuh yang terganggu hingga anak mencapai tujuan transcendence. Kata Kunci: anak, fatigue, kanker, keperawatan, Teori Kenyamanan Kolcaba
Effectiveness of Acupressure Therapy in Cancer Patients with Constipation Zahrawaani, Munqiidz; Allenidekania, Allenidekania; Aprillia, Zesi
Health Dynamics Vol 1, No 3 (2024): March 2024
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd10303

Abstract

Background: Constipation in cancer patients on chemotherapy is common (31.7%), worsened by medication side effects. Laxatives worsen symptoms, prompting exploration of alternative therapies like acupressure, particularly in pediatric cases. Indonesian National Hospital research assesses acupressure's effectiveness in managing chemotherapy-induced constipation. This study aims to identifying the effectiveness of acupressure therapy in pediatric cancer patients with constipation. Methods: experimental research methods on cancer children with the health problem of constipation. Results: Before receiving acupressure therapy, the average patient had not defecated for 81 hours. Changes occurred after therapy, namely patients experienced defecation an average of 9.2 hours. Conclusions: The changes show that acupressure therapy is very significant in reducing constipation.
ASUHAN KEPERAWATAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENGATASI KELETIHAN PADA ANAK DENGAN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) Widayani, Rina; Aprillia, Zesi
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk memaparkan hasil praktik keperawatan anak yang berfokus pada asuhan keperawatan anak SLE dengan masalah keletihan sesuai dengan telaah evidence based learning. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap asuhan keperawatan dengan mengaplikasikan relaksasi otot progresif. Hasil: Berdasarkan hasil pengkajian terhadap ketiga subjek didapatkan bahwa ketiga subjek memiliki keluhan utama yang sama yaitu keletihan. Setelah penerapan relaksasi otot progresif terhadap ketiga subjek, hasil evaluasi akhir didapatkan bahwa terjadi penurunan keletihan pada ketiga subjek, 1 subjek dari keletihan berat menjadi keletihan sedang dan 2 subjek dari keletihan sedang menjadi keletihan ringan. Simpulan: Relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap penurunan keletihan pada anak SLE. Penerapan relaksasi otot progresif ini dapat dijadikan sebagai evidence dalam keperawatan anak yang berhubungan dengan manajemen keletihan pada anak dengan SLE.Kata kunci : Anak, Keletihan, Relaksasi Otot Progresif, Systemic Lupus Eryhematosus (SLE)
PEDIATRIC PALLIATIVE CARE: PENDEKATAN ANALISIS KONSEPTUAL DALAM PERAWATAN HOLISTIK ANAK Kusumaningrum, Arie; Aprillia, Zesi; Kurniawaty, Wiwit; Hikayati, Hikayati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Makalah ini bertujuan untuk menganalisis konsep perawatan paliatif pada anak-anak, termasuk atribut, anteseden, konsekuensi, dan referensi empiris yang relevan. Metode: Analisis konsep dilakukan melalui tinjauan literatur terkait perawatan paliatif pada anak, dengan fokus pada kondisi terminal, dan penyakit kronis lainnya. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data secara online. Hasil: Atribut perawatan paliatif pediatrik mencakup pengurangan penderitaan fisik dan psikologis melalui manajemen gejala yang komprehensif, komunikasi terbuka dengan anak dan keluarga, perawatan individual dan holistik sejak diagnosis, pendekatan interdisipliner untuk menyediakan berbagai perspektif dan keahlian, serta ketersediaan perawatan di fasilitas hospice, pusat kesehatan masyarakat, dan di rumah. Antecedents perawatan paliatif pediatrik mencakup penyakit terminal, yang mendorong kebutuhan perawatan untuk anak-anak dengan penyakit akut dan kronis. Consequences dari perawatan paliatif pediatrik meliputi peningkatan kualitas hidup anak dan dukungan keluarga dalam merencanakan masa depan. Menentukan empirical referents melibatkan identifikasi layanan perawatan saat diagnosis dan pertemuan rutin tim interdisipliner untuk rencana perawatan anak. Simpulan: Pemahaman mendalam tentang tujuan atribut, antecedents, consequences, borderline, contrary case, dan empirical referents tentang pediatrik palliative care sangat penting untuk memberikan perawatan yang efektif dan holistik bagi anak dan keluarga. Analisis ini menekankan perlunya pendekatan yang komprehensif dalam merespons kebutuhan unik pasien anak yang mengalami penyakit serius, sehingga dapat berkontribusi pada pengembangan praktik perawatan paliatif pediatrik yang lebih baik dengan berbasis bukti.Kata kunci: Analisis Konsep, perawatan paliatif, Perawatan paliatif pediatrik, palliative care, pediatric palloative care
PEMBERIAN AROMATERAPI PEPPERMINT PADA ANAK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI DI RUANG SELINCAH LANTAI 2 RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN KOTA PALEMBANG Alfira, Devin; Aprillia, Zesi
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan hasil praktik dari stase keperawatan anak yang berfokus pada asuhan keperawatan pada pasien anak dengan pemberian aromaterapi peppermint untuk mengatasi masalah nyeri berdasarkan evidence based learning di Ruang Selincah Lantai 2 RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Metode: Metode yang digunakan adalah menggunakan pendekatan deskriptif studi kasus pada anak yang mengalami nyeri. Hasil: Hasil dari karya ilmiah ini telah dilakukan pengkajian pada anak didapatkan diagnosis keperawatan utama yaitu nyeri akut dan nyeri kronis. Intervensi dan implementasi keperawatan dilakukan berdasarkan telaah jurnal yaitu pemberian aromaterapi peppermint, pada evaluasi didapatkan hasil terdapat penurunan nyeri pada ketiga pasien kelolaan yang dilakukan selama tiga hari. Pada pasien kelolaan An.G dan An.Y masalah nyeri akut teratasi ditandai dengan adanya penurunan skala nyeri pada An.G dari skala 5 menjadi 2, pada An.A dari skala 6 menjadi 2 dan pada An.Y nyeri kronis dari skala 5 menjadi 3 dengan tanda dan gejala meringis tampak berkurang, bersikap protective tampak berkurang, An.Y masih tampak belum mampu menuntaskan aktivitas pada tangan kanan dikarenakan benjolan pada bahu sebelah kanannya, gelisah tampak berkurang. Simpulan: Aromaterapi peppermint ini dapat digunakan sebagai salah satu terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri pada setiap klien yang mempunyai masalah nyeri.Kata kunci: Aromaterapi Peppermint, Nyeri
Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kanker Pada Keganasan di RSMH Tahun 2024 Idriansari, Antarini; Aprillia, Zesi; Fitriani, Sukmah; Zubaidah, Zubaidah; Mistati5, Evi Yuni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44688

Abstract

Kanker merupakan keganasan yang dapat menyerang pada berbagai usia, termasuk usia anak. Anak merupakan salah satu kelompok usia rentan. Kanker dapat menyerang dari usia bayi hingga remaja baik laki-laki maupun perempuan. Jenis kanker pada anak dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu keganasan darah dan tumor padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien anak dengan kondisi keganasan dan hubungan jenis kelamin dengan kejadian kanker darah dan tumor padat. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional, dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutif sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat data rekam medik. Penelitian ini melibatkan 142 sampel. Hasil penelitian didapatkan bahwa penderita kanker paling banyak di derita oleh anak dengan jenis kelamin laki-laki (66,9%), diagnosis kanker paling banyak adalah Acute limfoblastic Leukimia dengan jumlah 40 (28,2%) anak laki-laki dan 14(9,8%) anak perempuan, anak yang menderita kanker usia 0-5 tahun sebanyak 39,4%, usia 6-18 Tahun sebanyak 60,6%. Hubungan jenis kelamin dengan jenis kanker tidak bermakna secara signifikan dnegan nilai p (>0,005). Berdasarkan penelitian ini penderita kanker pada anak didominasi oleh anak dengan jenis kelamin laki-laki dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian kanker darah dan tumor padat.