Delila Maya Sari Siregar
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Civic Engagement Mahasiswa melalui Gerakan Sumut Mengajar di Pedesaan Sumatera Utara Delila Maya Sari Siregar; Surya Dharma; Halking; Fazli Rachman; Hapni Laila Siregar
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v7i1.5664

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang civic engagement mahasiswa sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam upaya mengatasi masalah pendidikan dan mendukung SDGs-4 melalui Gerakan Sumut Mengajar (GSM) di pedesaan Sumatera Utara. GSM berdampak dalam membentuk enam komponen keterlibatan warga: 1) kesadaran diri, 2) pemahaman komunitas dan keberagaman budaya, 3) pengetahuan sipil, 4) keterampilan sipil, 5) nilai demokratis, dan 6) partisipasi dalam aksi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan responden melibatkan pengurus, mahasiswa relawan, dan masyarakat penerima dampak dari GSM di desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi, display, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan penguatan civic engagement berlangsung sistematis melalui seleksi, rekrutmen, pembekalan, dan pengabdian 14 hari yang menanamkan nilai kerelawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan kesadaran ketimpangan pendidikan, kemampuan memahami keberagaman budaya, penguatan pengetahuan kontekstual, pengembangan keterampilan komunikasi dan kolaborasi, internalisasi nilai demokratis, serta partisipasi berkelanjutan dalam kerelawanan yang dibuktikan dengan triagulasi dari pengurus. Masyarakat penerima dampak juga merasakan peningkatan motivasi belajar anak dan kesadaran pentingnya pendidikan. Meskipun terdapat tantangan yang dihadapi selama pengabdian di desa, tantangan mampu diatasi sehingga menjadi ruang pembelajaran yang membentuk ketangguhan, fleksibilitas, dan komitmen mahasiswa sebagai warga negara aktif dan bertanggung jawab dalam berkontribusi menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat.
Kajian Eksistensi terhadap Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan dan Bahasa Negara di Era Globalisasi Delila Maya Sari Siregar; Eshaulin Br Sembiring; Lora Ernanta Tarigan; Yosua Gabe Maruli Sijabat
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v3i2.3167

Abstract

Language is a need for everyone. Language is also an element of culture and a symbol for a person to communicate all needs. For the Indonesian people, Indonesian has a very important position because Indonesian is the national language and state language. Indonesian as the national language as a nation was built on the basis of ethnic and cultural diversity, Indonesia has good capital in fostering a sense of nationalism and strengthening national identity through the use of Indonesian. The existence of the Indonesian language, which is the identity of the Indonesian nation in the current era of globalization, needs to be fostered and socialized by every Indonesian citizen. This is necessary so that the Indonesian people are not carried away by foreign influences and culture that are not in accordance with the language and culture of the Indonesian people. The influence of such sophisticated communication tools must be faced by maintaining the identity of the Indonesian nation, including the identity of the Indonesian language. This all concerns the discipline of speaking the national language, by complying with all the rules or regulations for using the Indonesian language. Globalization affects all aspects of life, including language. The increasingly global language used by all nations in the world is English, which has more than one billion users.