Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI BANJIR DENGAN MEMANFAATKAN TINGGI MUKA AIR SKALA LABORATORIUM Yoggi Hendra Safutra; Meilani Belladona; Tri Sefrus
Jurnal Teknologi Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.15.1.25-32

Abstract

Flood is one of the disasters that often hit in Indonesia which can occur every year. Flood is a natural disaster event that occurs when a water flow can no longer accommodate the volume of water. The flooding that occurred in Bengkulu City, especially in the prosperous swamp sub-district area, was caused by the high activity of the Bengkulu watershed due to coal mining upstream of the Bengkulu River Basin which had been carried out for a long time. The problem in this research is how to design a flood detector using laboratory scale water level. The purpose of the research to be carried out is to design a simple laboratory-scale flood detection mitigation tool that is useful for knowing the amount of water level rise in the Bangkahulu estuary river when a flood will occur. The method used in this study is the collection of primary data and secondary data on the Bangkahulu estuary river which will be scaled to obtain the results of making tools. The results of this study found that the normal water level at the research location was 3m, the height before the flood was 5.9 m, the height at the time of the flood was 8.44 m. A flood detection device has been tested, on a normal water level the device sounds with a time of 1 minute 46 seconds, discharge 0.18 liters/second, the water level alerts the tool sounds with a time of 1 minute 42 seconds, water discharge 0.18 liters/second and the water level is dangerous tool sound with a time of 1 minute 24 seconds water discharge 0.19 liters / second. This laboratory-scale flood detection tool can be a means of educating the community to minimize the impact of a flood disaster that can be understood by the community.
PENERAPAN UNDERDRAIN BOX STORAGE UNTUK PENANGGULANGAN GENANGAN DAN PENINGKATKAN RESAPAN AIR DI KELURAHAN PENURUNAN Jhordi Hendarwan; Meilani Belladona; Tri Sefrus
Jurnal Teknologi Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.15.2.199-206

Abstract

Decreased Village has an area of 86 hectares with a population of 4946 people. The land located around this area has undergone rapid land use changes since the establishment of the largest shopping center in Bengkulu Province, namely Bengkulu Indah Mall (BIM). The construction of buildings in this area does not pay attention to the waste water disposal system and rainwater drainage, so that during the rainy season this area, especially in front of the BIM, often experiences puddles. Underdrain Box Storage is one of the eco-drainage concepts that can be developed for dense settlements (urban settlements). The technical concept of drainage put forward is that rainwater puddles are channeled through an open channel where at the bottom is given holes arranged in a series along the channel as a function to fill the storage space, where the bottom of the reservoir is directly connected to the soil. The problem in this research is how to apply Underdrain Box Storage to overcome inundation and increase water infiltration in Decrease Village. The purpose of this study was to design an Underdrain Box Storage design to overcome puddles and water infiltration in Decreased Village. The method used in this research is the collection of primary and secondary data as well as analyzing the data, namely hydrological analysis and hydraulics analysis for overcoming inundation and increasing water absorption. The results of the study showed that the planned flood discharge was around 1.2421 m3/s for 10 years. The time needed to absorb water in the Underdrain Box Storage for 44.44 minutes is 0.7997 m3/s, with an infiltration speed of 0.0375 m/s. Underdrain Box Storage dimensions are designs that have a shape above the dimensions of the storage box with a length (B1) of 0.6 m and a height (H1) of 0.3 m, for the dimensions of a storage box accomodation with a length (B2) of 0.8 m and a height (H2) 0.6 m.
Analisis SWOT Potensi Pengembangan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Menuju Bandar Udara Internasional Aprizon, Windra; Sefrus, Tri; Pujiastuti, Elly Tri
WARTA ARDHIA Vol 50, No 1 (2024)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v50i1.525.41-46

Abstract

Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu menunjukkan peningkatan jumlah penumpang setelah pandemi, dari 26.984 penumpang pada tahun 2022 menjadi 30.250 penumpang pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan bandara agar dapat menjadi bandara internasional guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata. Metode penelitian menggunakan analisis SWOT dengan memisahkan data Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS). Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, studi literatur, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa posisi relatif bandara berada pada koordinat (0,54 ; 0,1), yang menempatkannya di kuadran I. Strategi yang disarankan adalah memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang melalui penerapan kebijakan agresif yang berorientasi pada pertumbuhan (growth). Penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan mempercepat pengembangan bandara menjadi bandara internasional.
Analisis SWOT Potensi Pengembangan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Menuju Bandar Udara Internasional Aprizon, Windra; Sefrus, Tri; Pujiastuti, Elly Tri
WARTA ARDHIA Vol. 50 No. 1 (2024)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v50i1.525.41-46

Abstract

Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu menunjukkan peningkatan jumlah penumpang setelah pandemi, dari 26.984 penumpang pada tahun 2022 menjadi 30.250 penumpang pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan bandara agar dapat menjadi bandara internasional guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata. Metode penelitian menggunakan analisis SWOT dengan memisahkan data Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS). Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, studi literatur, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa posisi relatif bandara berada pada koordinat (0,54 ; 0,1), yang menempatkannya di kuadran I. Strategi yang disarankan adalah memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang melalui penerapan kebijakan agresif yang berorientasi pada pertumbuhan (growth). Penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan mempercepat pengembangan bandara menjadi bandara internasional.
Pengaruh Pengunaan Filler Limbah Las Karbit dalam Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (Ac-Wc) Gusti, Aldila Anugrah; Sefrus, Tri; Dwiantoro, Edito
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3025

Abstract

Jalan merupakan prasarana yang sangat penting dalam mendukung laju perekonomian di Indonesia sebagai negara yang berkembang indonesia sangat membutuhkan kualitas dan juga kuantitas jalan untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan berbagai seluruh jenis kegiatan ekonomi baik itu aksebilitas ataupun barang dan jasa.dalam penelitian ini merupakan eksperimen untuk mengetahui hasil uji marshall pada perbandingan krakteristik limbah las karbit dengan persentase 0% - 100%. Dari hasil pengujian marshall, Kadar Aspal Optimum (KAO) yaitu 5% pada campuran AC-WC Asphalt Concrete-Wearing Course dengan penggunaan Abu batu sehingga dapat disimpulkan bahwa memiliki nilai VMA 16,55%, VFA 73,4%, VIM 4,4%, Stabilitas 2359,9 kg, Flow 3.2 mm, dan Marshall Quotient 901,0 kg. Hasil nilai uji marhsall untuk kadar penambahan Optimum (KPO) dengan menggunakan limbah las karbit yaitu VMA sebesar 15,7%, Nilai VFA 78,1%, VIM 3,4% Nilai Stabilitas 2014,7kg, Nilai Flow 3,0 kg, dan nilai MQ sebesar 798,5 kg, Penganti limbah las karbit juga dapat meningkatkan nilai (VFA) mengalami peningkatan sebesar 78,1%% yang tidak terlalu sigifikan dibanding marshall standar sedangkan untuk nilai stabilitasnya menurun sebesar 2014,7% yang terlalu signifikan di bandingan dengan nilai stabilitas KAO, dengan mememnuhi standar bina marga 2018.
Efektifitas Pengunaan Batu Gamping Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Base A Pandu Winata, Carles; Sefrus, Tri; Sazuatmo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.12721

Abstract

Pulau Enggano merupakan salah satu wilayah di Provinsi Bengkulu. Letaknya yang langsung berbatasan dengan Samudera Hindia menjadikan Pulau Enggano sebagai salah satu dari Pulau kecil terluar di Indonesia. Pulau ini merupakan salah satu Kawasan geografis tanahnya yang mengandung kapur, dimana batu kapur atau yang sering dikenal sebagai batu gamping adalah salah satu bahan galian industri non-logam yang memiliki manfaat sebagai bahan baku semen, Agregat dan aspal. Mengingat pulau ini adalah pulau kecil, sanggatla susah untuk mencari batu gunung atau batu sungai untuk kebutuhan agregat Base A, berhubung dengan batu gamping yang melimpah di pulau ini maka mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang batu gamping sebagai bahan tambahan agregat halus pada Base A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai CBR setelah mengunakan batu gamping (kapur) sebanyak 0%, 10%, 20%, dan 30%. Pengujian CBR dilakukan dengan metode uji California Bearing Ratio (CBR) menggunakan alat penetrasi CBR. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa agregat base A yang campurkan 0% batu gamping menghasilkan nilai CBR sebesar 94,84%, pencampuran 10% menghasilkan nilai CBR sebesar 95,34%. Penambahan 20% menghasilkan nilai CBR sebesar 95,96%, dan pencampuran 30% menghasilkan nilai CBR sebesar 96,62%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan campuran batu gambing sebagai agregat halus pada base A dapat digunakan karena nilai CBRnya lebih besar dari 90% dan dengan komposisi yang telah ditentukan dalam penelitian ini
Pengaruh Penggunaan Filler Abu Limbah Cangkang Kemiri Terhadap Campuran Asphalt Concrete-Wearing Course Syaputra, M.Taufik Akbar; Sazuatmo, Sazuatmo; Sefrus, Tri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1841

Abstract

Penggunaan material ramah lingkungan dalam konstruksi jalan semakin digalakkan, salah satunya melalui pemanfaatan limbah organik sebagai bahan pengganti filler pada campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu limbah cangkang kemiri sebagai filler terhadap sifat mekanik campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). Metode penelitian menggunakan eksperimen laboratorium dengan variasi penambahan abu limbah sebesar 4%, 6%, 8%, dan 10% dari total berat filler pada campuran. Parameter uji yang digunakan meliputi Stabilitas Marshall, Flow, Marshall Quotient (MQ), Void In the Mix (VIM), Void Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled Asphalt (VFA) untuk menilai kinerja campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu limbah cangkang kemiri mampu meningkatkan nilai stabilitas, flow, dan MQ pada kadar optimum 6% yang memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Nilai VIM, VMA, dan VFA juga berada dalam batas yang disyaratkan, menunjukkan campuran memiliki rongga yang ideal untuk mendukung ketahanan dan daya tahan jalan terhadap beban lalu lintas. Dengan demikian, abu limbah cangkang kemiri potensial diaplikasikan sebagai alternatif filler pada campuran AC-WC dalam mendukung upaya pengelolaan limbah berkelanjutan serta memberikan kontribusi pada pembangunan jalan ramah lingkungan dan efisien secara ekonomi.
Early Waste Education for Elementary School Students with Animation Videos: Edukasi Dini Sampah bagi Siswa Sekolah Dasar dengan Video Animasi Diana, Elviza; Tonadi, Een; Sefrus, Tri
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.16669

Abstract

The problem is a serious problem related to waste handling between 2013 and 2023. This problem includes an increase in the amount of waste that is not commensurate with the capacity of waste disposal sites which are already overloaded. The two main factors that cause this problem are a lack of public awareness of the importance of waste management and a lack of knowledge about how to use waste wisely. To overcome this problem, a community service program has been designed with a focus on early education about waste and its use, especially aimed at school students. basic at SDIT Rabbani. This activity aims, among other things, to provide students with a basic understanding of waste, how waste can damage the environment and threaten the lives of living creatures. Through this understanding, it is hoped that students will be more aware of the importance of protecting the environment from an early age. Students will be actively involved in waste management at school, given certain tasks and responsibilities in maintaining the cleanliness of the school environment. This will help them internalize the values ​​of preserving and protecting the environment. Apart from providing education, this program also facilitates adequate waste disposal sites and teaches students the correct way to sort waste. This is an important step to improve overall waste management. The Implementation Method involves several stages, including preliminary studies, program design, program implementation and evaluation
Analisis Pengaruh Penggunaan Abu Batu Apung Sebagai Pengganti Filler Pada Campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) Azhari, Muhammad Arif; Sefrus, Tri; Belladona, Meilani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7198

Abstract

Aspal merupakan bahan utama dalam konstruksi jalan raya yang sangat menentukan kualitas, kekuatan, dan daya tahan infrastruktur jalan. Peningkatan pembangunan jalan menyebabkan kebutuhan aspal semakin tinggi, sehingga penggunaan filler konvensional seperti batu kapur dan semen juga meningkat. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan pengganti yang lebih berkelanjutan melalui pemanfaatan material lokal sebagai bahan modifikasi campuran aspal. Provinsi Bengkulu memiliki potensi sumber daya alam berupa batu apung, yaitu batuan vulkanik berpori yang memiliki kandungan silika (SiO₂) sebesar 70,21% dan alumina (Al₂O₃) sebesar 13,63%, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengganti sebagian filler pada campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu batu apung sebagai pengganti filler pada campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) terhadap karakteristik campuran aspal. Persentase penggantian filler yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1%, 1,25%, 1,5%, 1,75%, dan 2%. Metode yang digunakan adalah metode Marshall dengan tahapan pengujian meliputi pengujian berat jenis, gradasi agregat, komposisi agregat, berat jenis campuran maksimum, serta perhitungan parameter Marshall seperti stabilitas dan flow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai stabilitas meningkat seiring penambahan abu batu apung, dengan nilai stabilitas tertinggi pada persentase 2% dan terendah pada 1%. Sementara itu, nilai flow tertinggi diperoleh pada persentase 1% dan terendah pada 2%. Berdasarkan hasil analisis, persentase penggantian filler optimum diperoleh pada kadar 1,75%. Hasil ini menunjukkan bahwa batu apung lokal berpotensi dimanfaatkan sebagai filler alternatif pada campuran AC-WC, meskipun karakteristik batu apung dapat berbeda pada setiap daerah tergantung asal vulkaniknya.