Ruth Agestianti
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Melalui Emotional Well-Being Support Di Sekolah Indonesia Luar Negeri Gemala Nurendah; Selfiyani Lestari; Eka Fauziyya Zulnida; Hanna Maryama; Ruth Agestianti
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.822

Abstract

Kekerasan seksual pada anak dapat terjadi di berbagai tempat termasuk di lingkungan pendidikan serta berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Program pengabdian kepada masyarakat luar negeri ini dilaksanakan di Sekolah Indonesia Luar Negeri CLC Ladang Ladong Simunjan, Sarawak, Malaysia, dengan tujuan untuk mencegah kekerasan seksual melalui psikoedukasi berbasis emotional well-being support. Program ini meliputi kegiatan edukasi, sosialisasi, permainan, dan roleplay yang berfokus pada pengenalan kekerasan seksual, pendidikan tentang kesetaraan gender, bahaya kekerasan seksual, dan pengembangan karakter pribadi dengan melibatkan 1 guru pamong, 2 guru bina, dan 54 siswa. Instrumen yang digunakan adalah pretest dan posttest yang dikembangkan berdasarkan materi edukasi untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program psikoedukasi ini secara efektif meningkatkan pengetahuan peserta. Skor rata-rata pretest sebesar 32,9 meningkat menjadi 40,1 pada posttest. Hasil uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Pemahaman yang baik terkait pencegahan kekerasan seksual dan pendidikan karakter positif dapat mendorong anak memahami perasaan diri sendiri dan orang lain, regulasi emosi secara positif, serta mempertahankan hak dan kepercayaan diri mereka termasuk kemampuan menolak atau membela diri jika menghadapi tindakan kekerasan seksual di masa depan.