Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Gambaran Perilaku Caring Petugas Lembaga Pembinaan Khusus Anak Sri Maslihah; Muhammad Ariez Musthofa; Gemala Nurendah
Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 6, No 2 (2019): PSYMPATHIC
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/psy.v6i2.3449

Abstract

This study aims to obtain empirical data about caring behavior of warden in child prison (LPKA) perceived by child inmates called LPKA students. This study used mixed-method design combining quantitative and qualitative approaches. The first phase of research conducted by quantitative methods of data collection involving 67 samples consisted of 44 students of LPKA Bandung and 23 students of LPKA Tangerang. The measuring instrument used was caring behavior questionnaire adapted from Freese's caring instrument (1999). The second phase was conducted through interviews with four students of LPKA. The results showed that the caring behaviors of LPKA officers were mainly shown in the dimensions of understanding LPKA students. The caring behavior of these officers is demonstrated by their concern for physical conditions, food needs and emotional assistance, especially when LPKA students face problems. The presence of officers who care for LPKA students might be able to substitute the parents figures for LPKA students.
PENGARUH BRAND TRUST SEPATU PANJAT TEBING LA SPORTIVA TERHADAP CONSUMER LOYALTY PADA ATLET DI JAWA BARAT Hernandias Argo S. C. Widianto; Anastasia Wulandari; Gemala Nurendah
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v6i1.52275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand trust sepatu panjat tebing La Sportiva terhadap consumer loyalty pada atlet di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Responden pada penelitian ini  berjumlah 179 atlet panjat tebing konsumen sepatu panjat tebing La Sportiva di Jawa Barat.  Responden pada penelitian ini berusia 14 sampai 27 tahun, diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan untuk pengambilan data adalah brand trust e-commerce (Septiani, 2017) dan developing a scale to measure consumer loyalty (Bobâlcă et al, 2012). Teknis analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara brand trust terhadap consumer loyalty sepatu panjat tebing La Sportiva pada atlet di Jawa Barat.
Pengaruh kepercayaan diri terhadap konformitas pada mahasiswa rantau Provinsi Riau Yulia Anjelita; Gemala Nurendah; Farhan Zakariyya
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 7 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i7.902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kepercayaan diri dengan konformitas mahasiswa rantau Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan jumlah responden sebanyak 445 orang mahasiswa rantau. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala kepercayaan diri yang mengacu pada teori Lauster (1990) yang telah diadaptasi oleh Ardari (2016) dengan jumlah aitem 77; α = 0,796 dan skala konformitas yang mengacu pada teori Sears (1991) yang telah diadaptasi oleh Umayah (2017) dengan jumlah aitem 25; α = 0,785. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi dengan uji spearman rho dan menggunakan bantuan software SPSS versi 24.0 for windows. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat korelasi negatif yang signifikan antara kepercayaan diri dengan konformitas pada mahasiswa. Artinya semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin rendah konformitas, sebaliknya semakin rendah kepercayaan diri maka semakin tinggi konformitas.
Pengaruh Self-esteem terhadap Subjective Well-being (Studi Pada Ibu yang Bekerja di Kota Tasikmalaya) Fyanie Alivia Rahmania; Diah Zaleha Wyandini; Gemala Nurendah
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v7i1.63555

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh self-esteem terhadap subjective well-being pada Ibu yang bekerja di Kota Tasikmalaya. Sampel dalam penelitian ini adalah 391 orang ibu yang bekerja di Kota Tasikmalaya yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data mengenai self-esteem dikumpulkan menggunakan instrumen Rosernberg Self Esteem Scale (RSES) yang telah diadaptasi oleh Mahardika (2021) dan memiliki reliabilitas sebesar 0,845. Data mengenai subjective well-being dikumpulkan dengan instrumen Satisfaction with Life Scale (SWLS) dengan reliabilitas sebesar 0,752 dan Scale of positive and negative experience (SPANE) dengan reliabilitas sebesar 0,751 yang telah diadaptasi oleh Mustika (2022). Analisis data menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari self-esteem terhadap subjective well-being being pada Ibu yang Bekerja di Kota Tasikmalaya
Analisis Positive Behavior Support pada Anak Didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Sri Maslihah; Gemala Nurendah; Ghinaya Ummul Mukminin Hidayat; Selfiyani Lestari
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sebelumnya paradigma hukum dalam pengadilan anak bersifat absolut dan berfokus pada hukuman namun kini beralih ke pendakatan yang lebih humanis, salah satu tekniknya adalah dengan membentuk perilaku positif melalui dukungan perilaku positif. PBS merupakan pendekatan alternatif yang merancang intervensi proaktif untuk pencegahan dan penanganan masalah perilaku, dengan fokus pada pemberian penguatan terhadap perilaku positif untuk menghindari hukuman atas perilaku yang tidak baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran positive behavior support (PBS) pada anak didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif pada lima anak didik LPKA Kelas II Bandung sebagai subyek penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terkait PBS dengan mengacu pada konsep PBS dari Hieneman.  Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi wawancara (content analysis). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan LPKA mampu membangun  positive behavior support  bagi anak didik LPKA. Keterlibatan teman sesama anak didik dan petugas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari PBS. Temuan dari penelitian ini adalah PBS pada anak didik LPKA melibatkan adanya kesempatan anak didik LPKA untuk membangun komunikasi dengan orang lain baik teman ataupun keluarga di luar LPKA melalui media komunikasi daring yang tersedia di LPKA sebagaimana ketentutan yang berlaku. Kesimpulan: Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa lingkungan  LPKA Bandung baik dari petugas, pembina maupun fasilitas sarana mampu mendorong pemenuhan domain-domain PBS.
Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Melalui Emotional Well-Being Support Di Sekolah Indonesia Luar Negeri Gemala Nurendah; Selfiyani Lestari; Eka Fauziyya Zulnida; Hanna Maryama; Ruth Agestianti
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.822

Abstract

Kekerasan seksual pada anak dapat terjadi di berbagai tempat termasuk di lingkungan pendidikan serta berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Program pengabdian kepada masyarakat luar negeri ini dilaksanakan di Sekolah Indonesia Luar Negeri CLC Ladang Ladong Simunjan, Sarawak, Malaysia, dengan tujuan untuk mencegah kekerasan seksual melalui psikoedukasi berbasis emotional well-being support. Program ini meliputi kegiatan edukasi, sosialisasi, permainan, dan roleplay yang berfokus pada pengenalan kekerasan seksual, pendidikan tentang kesetaraan gender, bahaya kekerasan seksual, dan pengembangan karakter pribadi dengan melibatkan 1 guru pamong, 2 guru bina, dan 54 siswa. Instrumen yang digunakan adalah pretest dan posttest yang dikembangkan berdasarkan materi edukasi untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program psikoedukasi ini secara efektif meningkatkan pengetahuan peserta. Skor rata-rata pretest sebesar 32,9 meningkat menjadi 40,1 pada posttest. Hasil uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Pemahaman yang baik terkait pencegahan kekerasan seksual dan pendidikan karakter positif dapat mendorong anak memahami perasaan diri sendiri dan orang lain, regulasi emosi secara positif, serta mempertahankan hak dan kepercayaan diri mereka termasuk kemampuan menolak atau membela diri jika menghadapi tindakan kekerasan seksual di masa depan.
Enhancing critical thinking and soft skills in generation z psychology students through project-based learning: Evidence from a board game intervention Ifa Hanifah Misbach; Hanna Maryama; Farhan Zakariyya; Gemala Nurendah
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol. 9 No. 1 (2026): March Edition
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/empathy.v9i1.31467

Abstract

Generation Z students are characterized by impatience, fear of missing out (FOMO), low tolerance for conventional learning methods, and difficulties in collaboration during conflict situations. This study aims to implement a Project-Based Learning (PjBL) design for first-semester Psychology students at UPI in the History and Schools of Psychology course, with the goal of enhancing critical thinking through Higher-Order Thinking Skills (HOTS) and developing soft skills. The research employed a mixed methodology combining action research with a single-group pretest–posttest experimental design. Students were tasked with creating board games based on psychological theorists. Evaluation and reflection were conducted periodically by both instructors and students, with instructors providing three formal review sessions. Results indicate that PjBL significantly improves HOTS, leading to enhanced learning outcomes. Statistical analysis revealed significant differences (p < .001) across Review 1, Review 2, and Final Review scores. Qualitative coding of student reflections further demonstrated notable improvements in soft skills, particularly in managing personal and group conflicts. These findings suggest that PjBL is an effective pedagogical strategy for fostering critical thinking and collaborative competencies among Generation Z learners.
EKSPLORASI PERILAKU DIGITAL HOARDING PADA MAHASISWA: STUDI KASUS KUALITATIF Primaditha Noorrizqyka Putri Hilmana; Mustika Mauliddiana Sardinawati; Nasywa Alifa Dzikra; Sandra Mutiara Sari; Muhamad Arif Saefudin; Gemala Nurendah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.9097

Abstract

The rapid development of  technology and the increasing availability of storage space have encouraged individuals to accumulate large amounts of  data. In certain conditions, this practice develops into  hoarding behavior, defined as a tendency to excessively retain  files accompanied by difficulties in deleting them, even when they no longer have clear functional value. University students represent a group that is particularly vulnerable to this behavior due to the intensive use of  devices for both academic and personal activities. This study aims to explore the motives underlying  hoarding behavior among university students and to understand the psychological dynamics that shape this phenomenon. Using a qualitative approach with a case study design, this research involved four university students selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using qualitative coding procedures, including open coding, axial coding, and selective coding. The findings indicate that  hoarding behavior among students is driven by several key motives, including fear of losing  files, concerns about future file usefulness, the use of  files as a means of emotional regulation, and the emotional value attached to photos and videos. These behaviors are further reinforced by psychological barriers such as procrastination, mental fatigue in managing  files, emotional attachment, and delays in deletion. The coping strategies employed by participants in response to storage limitations tend to be avoidant, such as transferring files to other devices or deleting applications, which in turn contribute to reduced productivity, technical problems with devices, and psychological distress. Overall, this study highlights that  hoarding among university students is a complex and context-dependent psychosocial phenomenon. ABSTRAK Perkembangan teknologi dan kemudahan akses terhadap ruang penyimpanan mendorong individu untuk menyimpan berbagai bentuk data  dalam jumlah besar. Dalam konteks tertentu, praktik ini berkembang menjadi perilaku hoarding, yaitu kecenderungan mengakumulasi file  secara berlebihan disertai kesulitan untuk menghapusnya meskipun tidak lagi memiliki nilai guna yang jelas. Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku ini karena intensitas penggunaan perangkat   dalam aktivitas akademik maupun personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motif perilaku  hoarding di kalangan mahasiswa serta memahami dinamika psikologis yang melatarbelakanginya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian berjumlah empat mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan tahapan pengkodean kualitatif, meliputi open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku  hoarding pada mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa motif utama, yaitu rasa takut kehilangan file  (fear of loss), kekhawatiran akan kebutuhan file di masa depan, fungsi file sebagai sarana regulasi emosi, serta nilai emosional yang melekat pada foto dan video. Perilaku tersebut diperkuat oleh hambatan psikologis berupa rasa malas, kelelahan mental dalam pengelolaan file, keterikatan emosional, dan kecenderungan menunda penghapusan. Strategi yang digunakan partisipan dalam menghadapi keterbatasan penyimpanan cenderung bersifat penghindaran, seperti memindahkan file ke perangkat lain atau menghapus aplikasi, yang berdampak pada penurunan produktivitas, masalah teknis perangkat, serta munculnya distress psikologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa hoarding pada mahasiswa merupakan fenomena psikososial yang kompleks dan kontekstual.