Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Masyarakat Melalui Penerapan “Say CHSE” Dan Pembuatan Masker Tie Dye Di Era Covid-19, Kampung Situ Bolang Vyana Lohjiwa; Riadi Darwis; Endah Trihayuningtyas; Tatang Sophian; Renalmon Hutahaean
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v3i1.690

Abstract

Kampung Wisata Situ Bolang is a community-based tourism area. In the past, Situ Bolang was a natural lake that became a tourist destination for community. Unfortunately, due to the impact of the toll road construction, the springs are blocked so there is no supply of lake water; the lake is converted into rice fields; now the community has lost their source of clean water; The occurrence of land conversion for housing, road access, and industry has changed the habit pattern of the farming community into unskilled labour. Behind the irony, it turns out that there is an opportunity that can be developed which is currently guarded by the community, namely Martial Arts of Nampon style. Nampon martial arts being so special because the first students are Ir. Soekarno (the first President of the Republic of Indonesia) and Moch. Natsir. In addition to martial arts, there are several people who like to paint, even the paintings have been marketed to the ASEAN region. As an effort to preserve community-based culture in the era of the COVID-19 Pandemic, it is necessary to increase community capacity through training in the application of the Cleanliness, Health, and Environmental Sustainability (CHSE) concept in the Situ Bolang Tourism Area, otherwise to push the potential of people who like to paint, it can be utilized in making painted masks/tie dye motifs as an alternative souvenirs from Situ Bolang. Keywords: Community Enhancement; Situ Bolang; Nampon Martial Arts; CHSE; Tie Dye Masks
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui “Knowing And Loving Your Local Potential” Desa Wisata Giyanti Kabupaten Wonosobo Vyana Lohjiwa; Haya Shaliha Amalia; Affra Siti Nabilla; Endah Trihayuningtyas; Tatang Sopian; Renalmon Hutahaean; Riadi Darwis
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.5933

Abstract

Keterlibatan masyarakat merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pengembangan desa wisata. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam bidang pariwisata menjadi tantangan utama, sebagaimana terjadi di Desa Wisata Giyanti, Kabupaten Wonosobo. Desa ini terdiri atas empat dusun dengan potensi wisata geografis, budaya, dan buatan, tetapi hanya satu dusun yang mampu mengelola pariwisata. Melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM), dilakukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat di tiga dusun lainnya melalui studi dokumentasi, pelatihan pariwisata, focus group discussion (FGD), dan workshop. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait konsep desa wisata dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, pemetaan 14 titik potensi wisata, pembentukan empat paket wisata tematik, serta perancangan sistem pengelolaan SDM terintegrasi di seluruh dusun. Dengan demikian, kegiatan PkM ini berkontribusi dalam mendorong pengembangan Desa Wisata Giyanti menuju desa wisata berkelanjutan melalui kolaborasi antar dusun, yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan kelestarian budaya.