Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Salapan Cinyusu dalam Pelestarian Budaya Pangan Nabati Sunda dan Dampaknya terhadap Gastro-Tourism Yumna Alifa; Affra Siti Nabilla; Wiwik Dwi Pratiwi
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 13 No 3 (2024): Volume 13 Issue 3, October 2024
Publisher : Laboratory of Anthropology Department of Cultural Science Faculty of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v13i3.2623

Abstract

The Sundanese gastronomic tradition exhibits many cultural elements, including folklore, spiritual values, and mythology. It also encompasses a multitude of traditions, which collectively offer significant potential for further growth and development. One promising avenue for this growth is incorporating tourism approaches prioritising cultural resource conservation. Nevertheless, there currently needs to be more research investigating this potential, particularly concerning Sundanese plant-based gastronomy, which could be exploited as a distinctive feature of the city's tourism identity. This study examines the potential of gastronomy tourism as a strategy for preserving traditional Sundanese plant-based food and the role of Salapan Cinyusu in addressing related issues. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis. The descriptive analysis technique was used to comprehensively explain, describe and evaluate the social and cultural facts found in the field. The findings indicated that there is still considerable scope for improvement in preserving and developing gastro-tourism in Bandung. Furthermore, there is a need for greater collaboration between the various elements of Salapan Cinyusu to realise Bandung's potential fully.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui “Knowing And Loving Your Local Potential” Desa Wisata Giyanti Kabupaten Wonosobo Vyana Lohjiwa; Haya Shaliha Amalia; Affra Siti Nabilla; Endah Trihayuningtyas; Tatang Sopian; Renalmon Hutahaean; Riadi Darwis
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.5933

Abstract

Keterlibatan masyarakat merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pengembangan desa wisata. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam bidang pariwisata menjadi tantangan utama, sebagaimana terjadi di Desa Wisata Giyanti, Kabupaten Wonosobo. Desa ini terdiri atas empat dusun dengan potensi wisata geografis, budaya, dan buatan, tetapi hanya satu dusun yang mampu mengelola pariwisata. Melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM), dilakukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat di tiga dusun lainnya melalui studi dokumentasi, pelatihan pariwisata, focus group discussion (FGD), dan workshop. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait konsep desa wisata dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, pemetaan 14 titik potensi wisata, pembentukan empat paket wisata tematik, serta perancangan sistem pengelolaan SDM terintegrasi di seluruh dusun. Dengan demikian, kegiatan PkM ini berkontribusi dalam mendorong pengembangan Desa Wisata Giyanti menuju desa wisata berkelanjutan melalui kolaborasi antar dusun, yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan kelestarian budaya.