Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Pencapaian Kompetensi Peresepan melalui Integrasi Gamifikasi dalam Learning Management System (LMS) dan Pemanfaatan e-Portfolio pada Tahap Pendidikan Klinis: Analisis Konseptual dan Tinjauan Naratif Yaltafit Jeem; Diani Puspa Wijaya; Muflihah Rizkawati; Isnatin Miladiyah; Riana Rahmawati; Sufi Desrini; Umatul Khoiriyah; Fuad Khadafianto; Yeny Dyah Cahyaningrum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5866

Abstract

Latar Belakang: Kompetensi peresepan merupakan pilar fundamental dalam pendidikan kedokteran di Indonesia, namun insiden kesalahan peresepan yang berdampak pada kesalahan pengobatan (medication errors) masih sangat tinggi, terutama di kalangan dokter muda. Kesalahan ini sering kali dikaitkan dengan pendidikan farmakologi klinis yang tidak adekuat, beban kognitif yang tinggi, dan kurangnya kesiapan dalam lingkungan klinis nyata. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengonseptualisasikan bagaimana model pembelajaran yang mengintegrasikan Pembelajaran Berbasis Kasus (Case-Based Learning/CBL) yang diperkaya gamifikasi dalam Learning Management System (LMS) dan Portofolio Elektronik (e-Portfolio) dapat mengoptimalkan pencapaian kompetensi peresepan pada tahap pendidikan klinis. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan analisis konseptual dan tinjauan naratif. Studi ini mensintesis literatur mengenai kesalahan peresepan, mekanika gamifikasi, dan teori pembelajaran mandiri (self-regulated learning) untuk membangun kerangka pedagogis yang dapat diterapkan pada pengaturan klinis. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa gamifikasi mengatasi hambatan motivasi dan keterlibatan dalam latihan peresepan yang repetitif melalui mekanisme seperti pemantauan kemajuan dan umpan balik real-time. Secara bersamaan, e-Portfolio memfasilitasi pembelajaran mendalam dengan mendukung Self-Regulated Learning (SRL), pemantauan kompetensi longitudinal, dan praktik reflektif. Kesimpulan: Potensi integrasi CBL dengan gamifikasi dengan e-Portfolio menciptakan ekosistem pendidikan komprehensif yang mengatasi tantangan kognitif dan struktural pendidikan peresepan, yang pada akhirnya bertujuan untuk memenuhi standar kompetensi nasional dan meningkatkan keselamatan pasien.
Uji Larvasida Seduhan Teh Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Terhadap Larva Nyamuk Aedes Aegypti Instar III Muflihah Rizkawati; Marlina Anggraeni; Ernadita Budiastuti; Riana Rahmawati
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1092

Abstract

Aedes aegypti is a mosquito species capable of transmitting dengue fever to humans. Vector control aimed at disrupting the mosquito life cycle is an effective strategy for preventing dengue fever. Larvicides are a class of pesticides used to kill insects at the larval stage. Butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) contain active compounds such as flavonoids, which have potential larvicidal properties. This study aimed to determine the larvicidal effect of butterfly pea flower infusion (Clitoria ternatea L.). Telang flower tea was prepared at concentrations of 10%, 5%, 2.5%, and 1.25% for the treatment groups, while abate powder was used as the positive control. The study employed a completely randomized design by placing Aedes aegypti larvae into plastic cups divided into six groups with three replications, each containing 25 larvae. The treatment groups received telang flower tea at concentrations of 10%, 5%, 2.5%, and 1.25%. Larval mortality was observed over a 24-hour period. The results demonstrated larvicidal activity, as indicated by larval mortality. The effective concentration causing 50% larval mortality was 10% after 6 hours of observation, and 5% and 10% after 12 hours. In conclusion, telang flower tea (Clitoria ternatea L.) has been proven to exhibit larvicidal activity against instar III Aedes aegypti larvae at concentrations of 10% and 5%. The phytochemical compounds present in butterfly pea flowers—namely saponins, flavonoids, and tannins exert a rapid effect on larval mortality by damaging cell membranes or disrupting larval metabolic processes.