Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Respon Medis Terpadu dan Pelayanan Kesehatan Darurat Pasca Bencana Banjir di Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah Yaltafit Jeem; Utami Utami; Edi Fitriyanto; Riana Rahmawati; Syaefudin Ali Akhmad; Fit Anastyo; Mellody Yudhashinta Putri Cahyono; Annisa Sofiana; Alfan Nur Ashar; Rianti Maharani; Muhammad Ihsan Mumtaz Ghifari; Ikhwan Faqih Atsani; Muhammad Aflah; Bayu Gentari Rahman; Ridwansyah Ridwansyah; Yulianto Yulianto; Agus Prastyo; Rifki Hidayat
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v6i1.6836

Abstract

Floods and landslides in Central Tapanuli Regency have paralyzed health infrastructure and increased the risk of infectious diseases among vulnerable groups. This community service aims to restore access to health services and prevent outbreaks through a comprehensive medical response. The method utilized a collaborative Comprehensive Emergency Response approach, including curative medical services (mobile clinic), pharmaceutical logistics distribution, nutritional intervention, and psychosocial support. The activities were conducted in the working area of Barus Public Health Center (Puskesmas) in December 2025. The results showed that the medical team successfully treated over 245 patients, predominantly suffering from URI and dermatitis, and performed circumcision for 12 children. In addition to medical services, 38,802 units of medicine, 1,538 units of medical equipment, and 300 packages of supplementary food for pregnant women and toddlers were distributed. This intervention not only reduced physical morbidity and psychological trauma but also revitalized the functionality of the local Puskesmas through logistical stock support. It is concluded that the integration of mobile medical services and supply chain strengthening is effective in mitigating the impact of disasters in isolated areas.
Optimalisasi Pencapaian Kompetensi Peresepan melalui Integrasi Gamifikasi dalam Learning Management System (LMS) dan Pemanfaatan e-Portfolio pada Tahap Pendidikan Klinis: Analisis Konseptual dan Tinjauan Naratif Yaltafit Jeem; Diani Puspa Wijaya; Muflihah Rizkawati; Isnatin Miladiyah; Riana Rahmawati; Sufi Desrini; Umatul Khoiriyah; Fuad Khadafianto; Yeny Dyah Cahyaningrum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5866

Abstract

Latar Belakang: Kompetensi peresepan merupakan pilar fundamental dalam pendidikan kedokteran di Indonesia, namun insiden kesalahan peresepan yang berdampak pada kesalahan pengobatan (medication errors) masih sangat tinggi, terutama di kalangan dokter muda. Kesalahan ini sering kali dikaitkan dengan pendidikan farmakologi klinis yang tidak adekuat, beban kognitif yang tinggi, dan kurangnya kesiapan dalam lingkungan klinis nyata. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengonseptualisasikan bagaimana model pembelajaran yang mengintegrasikan Pembelajaran Berbasis Kasus (Case-Based Learning/CBL) yang diperkaya gamifikasi dalam Learning Management System (LMS) dan Portofolio Elektronik (e-Portfolio) dapat mengoptimalkan pencapaian kompetensi peresepan pada tahap pendidikan klinis. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan analisis konseptual dan tinjauan naratif. Studi ini mensintesis literatur mengenai kesalahan peresepan, mekanika gamifikasi, dan teori pembelajaran mandiri (self-regulated learning) untuk membangun kerangka pedagogis yang dapat diterapkan pada pengaturan klinis. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa gamifikasi mengatasi hambatan motivasi dan keterlibatan dalam latihan peresepan yang repetitif melalui mekanisme seperti pemantauan kemajuan dan umpan balik real-time. Secara bersamaan, e-Portfolio memfasilitasi pembelajaran mendalam dengan mendukung Self-Regulated Learning (SRL), pemantauan kompetensi longitudinal, dan praktik reflektif. Kesimpulan: Potensi integrasi CBL dengan gamifikasi dengan e-Portfolio menciptakan ekosistem pendidikan komprehensif yang mengatasi tantangan kognitif dan struktural pendidikan peresepan, yang pada akhirnya bertujuan untuk memenuhi standar kompetensi nasional dan meningkatkan keselamatan pasien.