Latar Belakang: Kompetensi peresepan merupakan pilar fundamental dalam pendidikan kedokteran di Indonesia, namun insiden kesalahan peresepan yang berdampak pada kesalahan pengobatan (medication errors) masih sangat tinggi, terutama di kalangan dokter muda. Kesalahan ini sering kali dikaitkan dengan pendidikan farmakologi klinis yang tidak adekuat, beban kognitif yang tinggi, dan kurangnya kesiapan dalam lingkungan klinis nyata. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengonseptualisasikan bagaimana model pembelajaran yang mengintegrasikan Pembelajaran Berbasis Kasus (Case-Based Learning/CBL) yang diperkaya gamifikasi dalam Learning Management System (LMS) dan Portofolio Elektronik (e-Portfolio) dapat mengoptimalkan pencapaian kompetensi peresepan pada tahap pendidikan klinis. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan analisis konseptual dan tinjauan naratif. Studi ini mensintesis literatur mengenai kesalahan peresepan, mekanika gamifikasi, dan teori pembelajaran mandiri (self-regulated learning) untuk membangun kerangka pedagogis yang dapat diterapkan pada pengaturan klinis. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa gamifikasi mengatasi hambatan motivasi dan keterlibatan dalam latihan peresepan yang repetitif melalui mekanisme seperti pemantauan kemajuan dan umpan balik real-time. Secara bersamaan, e-Portfolio memfasilitasi pembelajaran mendalam dengan mendukung Self-Regulated Learning (SRL), pemantauan kompetensi longitudinal, dan praktik reflektif. Kesimpulan: Potensi integrasi CBL dengan gamifikasi dengan e-Portfolio menciptakan ekosistem pendidikan komprehensif yang mengatasi tantangan kognitif dan struktural pendidikan peresepan, yang pada akhirnya bertujuan untuk memenuhi standar kompetensi nasional dan meningkatkan keselamatan pasien.
Copyrights © 2026