Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS DEFORMASI LATERAL KOLOM BETON BERTULANG, KOLOM BAJA, DAN KOLOM KOMPOSIT Maria Kurniaty Lete; Firnimus Konstantinus Bhara; Anastasia Merdeka Noralita Soludale
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol 1 No 2 (2021): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/semnastekmu.v1i1.120

Abstract

Di Indonesia banyak peristiwa bencana alam maupun bencana yang dibuat oleh manusia sendiri, seperti kegagalan pada bangunan selama umur rencana bangunan. Dalam merencanakan bangunan gedung diperlukan sebuah struktur bangunan yang stabil dan awet (tidak mudah terguling dan tergeser) selama umur rencana bangunan dan tidak membutuhkan biaya pemeliharaan yang berlebihan. Hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan bangunan gedung adalah merencanakan kolom. Apabila kolom mengalami kegagalan, dapat mengakibatkan keruntuhan struktur bangunan atas dari gedung secara keseluruhan. Hal tersebut merupakan suatu permasalahan yang dialami konsultan perencanaan bangunan gedung dalam merencanakan bangunan gedung. Diharapkan penelitian ini dapat menganalisa permasalahan dalam merencanakan bangunan gedung. Rencana pengambilan data bertujuan untuk mengetahui optimalisasi kolom dilihat dari deformasi yang terjadi dengan cara merencanakan kolom dengan menggunakan 3 material yang berbeda yaitu kolom beton bertulang menggunakan SNI 2847:2013 persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasannya, kolom baja, dan kolom komposit menggunakan SNI 1729:2002 persyaratan untuk perencanaan material baja dan komposit, sebagai perbandingan. Pedoman perhitungan pembebanan struktur kolom bangunan gedung menggunakan pedoman SNI 1727:13, PPUG (peraturan pembebanan untuk gedung1983) untuk perhitungan beban hidup, sedang perhitungan beban gempa menggunakan pedoman SNI 03-1726-2003 tatacara perencanaan ketahanan gempa untuk bangunan gedung. Penggumpulan data berupa studi pustaka dan software computer CSI SAP 2000 V14.2. Hasil penelitian deformasi lateral untuk material beton bertulang sebesar 0,05565, deformasi lateral untuk material baja sebesar 0,08819, deformasi lateral material komposit sebesar 0,07981.
PENGARUH VOLUME KENDARAAN TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN JALAN ANGGREK DI KOTA MAUMERE Antonio Rolando Orlando; Alfrendo Satriawan Kabupung; Maria Kurniaty Lete
Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal In Create
Publisher : Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan hubungan ekonomi dan kegiatan sosial lainnya. Namun jika terjadi kerusakan jalan tidak hanya akan berakibat terhalangnya kegiatan ekonomi dan sosial namun dapat terjadi kecelakaan bagi pemakai jalan. Penelitian ini membahas lebih spesifik terkait tingkat kerusakan ruas jalan  lokasi studi Jalan Anggrek Kota Maumere, jumlah volume kendaraan pada jam puncak serta pengaruh antara jumlah kendaraan terhadap kerusakan jalan.Metode Perhitungan yang digunakan dalam Analisis Hubungan antara kerusakan jalan, Kapasitas Kendaraan dan Waktu adalah Regresi  Linier Berganda  pada ruas Jalan Anggrek Kota Maumere. Berdasarkan hasil penelitian dan volume kendaraan yang ditinjau pada hari senin tanggal 5 oktober 2020 sampai dengan rabu tanggal 7 oktober 2020 sebesar 2.863 SKR. Nilai persentase kerusakan jalan yang diperoleh 15,04%, nilai ini masuk dalam kategori kerusakan jalan sedang berdasarkan nilai persentase kerusakan jalan (NP) menurut standar Bina Marga. dilihat dari hasil persamaan ternyata pada daerah – daerah penelitian terjadi pengaruh yang signifikan terhadap kerusakan jalan dari volume lalu lintas, karena semakin tinggi volume lalu lintas maka kerusakan jalan juga akan semakin besar. pertumbuhan volume lalu lintas dari waktu ke waktu semakin cepat dan meningkat, sehingga kerusakan jalan menjadi lebih cepat terjadi dari waktu yang telah direncanakan sebelumnya 
INDEKS KUALITAS INFRASTRUKTUR DRAINASE PERKOTAAN DI KABUPATEN SIKKA Maria Kurniaty Lete; Deddy Imanuel Pau; Yono Putra
Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal In Create
Publisher : Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi kawasan Kabupaten Sikka setelah terjadi intensitas hujan sedang dengan durasi yang lama,menyebabkan banyaknya limpasan pada beberapa titik lokasi dan adanya sedimentasi diantaranya plastik, kayudan tanah yang terbawah aliran air ke badan jalan, kondisi seperti ini memberikan kemacetan arus lalu lintaskendaraan pada lokasi tersebut. Salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan limpasan dan banjir padalokasi adalah membangun bangunan infrastruktur drainase perkotaan. Jika dianalisis permasalahan limpasanpada beberapa titik di kawasan perkotaan Kabupaten sikka, muncul pertanyaan apakah drainase eksisting yangada di lokasi sudah berfungsi secara optimal dalam menyelesaikan permasalahan limpasan yang ada? Penelitianini urgent untuk memberikan informasi kepada pembaca terkait indeks kualitas infrastruktur drainase pada 3 titiklokasi di Kabupaten Sikka diantaranya drainase kelurahan Kota Uneng, kelurahan Beru, Kelurahan Kabor.Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus/studi lapangan, selanjutnya data diolah dandianalisis menggunakan Microsoft office excel versi 19 dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukanbahwa indeks kualitas infrastruktur drainase pada lokasi pertama Kota uneng sebesar 67%, lokasi keduaKelurahan Beru sebesar 13%, lokasi ketiga Kelurahan Kabor sebesar 14%. Besarnya prosentase indeks kondisidrainase dari ketiga lokasi diperoleh 31%; berdasarkan peraturan Menteri Nomor 12/PRT/M/2015 nilaiprosentase kondisi drainase ini masuk dalam kategori rusak berat.
ANALISIS PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) DENGAN APLIKASI MICROSOFT PROJECT 2016 Margaretha Yuneta; Maria Kurniaty Lete; Alfrendo Satriawan Kabupung
Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal In Create
Publisher : Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perencanaan hingga pengendalian proyek selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi merupakan kegiatanpenting dari suatu proyek. Demi kelancaran jalannya sebuah proyek dibutuhkan manajemen yang akan mengelolaproyek dari awal hingga proyek berakhir, yakni manajemen proyek. Untuk memenuhi permintaan konsumen makadiperlukan penjadwalan proyek yang tepat agar proyek dapat selesai sesuai tenggat waktu yang disepakati. Salahsatu proyek konstruksi yang sedang dilaksanakan adalah Pembangunan Boster SPAM. Dalam pengerjaankonstruksi ini masalah yang sering dihadapi adalah tentang penggunaan waktu yang kurang efektif. Hal inidisebabkan oleh pekerjaan yang tidak tepat waktu sehingga menghambat pekerjaan lainnya yang berhubungandengan pekerjaan tersebut. Maka diperlukan metode untuk mengoptimalisasikan jangka waktu dan meminimasitotal biaya proyek untuk pekerjaan yang bisa dipercepat serta bisa mentargetkan penyelesaian proyekpembangunan tersebut dengan optimal dan tepat waktu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis perencanaan waktu dan perencanaan biaya yangoptimal pada Pembangunan Boster SPAM menggunakan metode (Critical Path Method) CPM. Lokasi penelitianyakni pada proyek Pembangunan Boster SPAM Perum Korpri Sempaja di Kota Samarinda. Data yangdikumpulkan antara lain: data jenis aktivitas atau kegiatan, data urutan kegiatan, data waktu pelaksanaan proyeknormal, data biaya tiap kegiatan normal proyek, data harga upah, bahan dan alat. Analisa yang dipakai dalampenelitian ini adalah Analisa (Critical Path Method) CPM dengan Aplikasi Microsoft Project 2016.Hasil penelitian menunjukkan dari hasil perhitungan dan penjadwalan, didapatkan Kegiatan yang dapatdipercepat antara lain adalah kegiatan yang berada pada jalur kritis terutama kegiatan-kegiatan utama yaitu A1(Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan, Pengukuran dan pematokan) dan A2 (Pelaporan, Gambar ShopDrawing+Asbuilt Drawing) dari 124 hari menjadi 116 hari Sehingga metode CPM (Critical Path Method)dipercepat dapat menghasilkan durasi lebih cepat 9 hari dari waktu awal. Biaya proyek Pembangunan secarariil perusahaan yaitu dengan biaya Rp. 789,128,263.00 sedangkan bila menggunakan metode CPM (Critical PathMethod) dengan total pekerjaan selama 116 hari (lebih cepat 9 hari dari durasi normal) dengan biaya Rp.801,004,549.00 (mengalami kenaikan biaya sebesar Rp.12.000.000).
ANALISA PRODUKTIVITAS ALAT BERAT WHELL LOADER DITINJAU DARI PEKERJAAN DI LAPANGAN DAN TABEL PRODUKTIVITAS PADA PEKERJAAN TURAP PENGAMANAN PANTAI KROKOWOLON KABUPATEN SIKKA Veronika Nona Marista; Maria Kurniaty Lete
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 1 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa kawasan disekitar Pantai Krokowolon Desa Namangkewa telah mengalami kerusakan. Adanya kerusakan pantai diakibatkan oleh kurangnya pengawasan dan pemeliharaan bangunan pantai. Pemerintah Kabupaten Sikka telah melakukan berbagai upaya untuk menangani masalah kerusakan Pantai salah satunya adalah pelaksanaan Pembangunan Turap Pengamanan Pantai untuk memperkuat atau melindungi pantai agar mampu menahan serangan gelombang. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perbandingan analisa produktivitas alat berat whell loader pada pekerjaan Pembangunan Turap Pengamanan Pantai Krokowolon Kabupaten Sikka yang ditinjau dari pekerjaan di Lapangan dan tabel produktivitas whell loader. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode observasi lapangan dan studi pustaka. Dalam metode observasi lapangan, peneliti melakukan observasi lapangan selama 3 bulan mengamati pelaksanaan penggunaan dan produktivitas alat berat whell loader pada lokasi penelitian. Pada metode observasi peneliti membutuhkan alat dan bahan penelitian yaitu buku, alat tulis, kamera dan stopwatch. Dalam metode studi pustaka peneliti merencanakan analisa produktivitas alat berat whell loader berdasarkan tabel produktivitas whell loader menurut construction equipment Guide,1991. Hasil produktivitas alat berat whell loader berdasarkan tabel sebesar 14,75m3/jam, produktivitas alat berat whell loader per hari 118 m3/jam dan hasil produktivitas alat berat whell loader berdasarkan data tinjauan di lapangan lokasi penelitian sebesar 6,98 m3/jamdan produktivitas alat berat whell loader per hari 55,84 m3/jam.
EVALUASI INDEKS KEKERINGAN (STUDI KASUS: KECAMATAN KANGAE-KABUPATEN SIKKA) Agustina Indriyani; Alexander Ria Bhoga; Maria Kurniaty Lete
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 2 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekeringan merupakan peristiwa alam yang berdampak besar terhadap ketersediaan cadangan air di dalam tanah baik yang dibutuhkan untuk kepentingan pertanian maupun kebutuhan manusia. Kekeringan memiliki hubungan dengan keseimbangan antara kebutuhan dan penyediaan air untuk berbagai keperluan. Pada Oktober 2020, sebanyak 3.231,5 hektar lahan komoditas jagung di Kabupaten Sikka mengalami kekeringan. Kecamatan Kangae merupakan kecamatan yang memiliki luasan lahan terbanyak yang mengalami kekeringan. Luas lahan yang terkena dampak kekeringan di Kecamatan Kangae adalah 1.650 hektar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indeks kekeringan dengan menggunakan metode pendekatan Standardized Precipitation Index (SPI). Penelitian ini menggunakan data pendukung hujan sebanyak 20 tahun. Penelitian ini menggunakan satu stasiun hujan dimana stasiun tersebut mewakili lokasi penelitian, karena Kabupaten Sikka tidak memiliki wilayah yang luas dan hanya memiliki satu stasiun hujan . Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks kekeringan menggunakan metode pendekatan Standardized Precipitation Index (SPI) termasuk kondisi sangat basah dengan indeks kekeringan terendah sebesar 9,18 dan indeks kekeringan tertinggi sebesar 11,03.
INDEKS KUALITAS INFRASTRUKTUR JARINGAN IRIGASI DI KABUPATEN SIKKA Yono Putra; Dedi Imanuel Pau; Maria Kurniaty Lete
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 10 No 1 (2024): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on Minister of Public Works Regulation Number 14/PRT/M/2015 dated April 21, 2015, Sikka Regency has 35 irrigation areas under the authority of the Regency where the irrigation network channels water to an area of 3,106 hectares of rice fields; In 2024, the Sikka Regency Government will handle 3 irrigation networks, 2 of which are the Koro irrigation network and the Kojablo Irrigation Network. The quality of the infrastructure facilities handled by the Government needs to be analyzed and maintenance and repairs need to be carried out if they are damaged so that the irrigation network infrastructure facilities can function optimally in channeling flow to the rice fields. This research is urgent to provide information to readers regarding the quality index of irrigation network infrastructure in the 2 longest irrigation networks in Sikka Regency, namely the Koro irrigation network and the Kojablo irrigation network. The research method used is a case study/field study method, then the data is processed and analyzed using Microsoft Office Excel version 19 and conclusions are drawn. The research results show that the infrastructure quality index for the Koro irrigation network is 31%, and the Kojablo irrigation network is 86%. The percentage index for the condition of the irrigation network from both locations is 58,50%, based on Ministerial Regulation Number 12/PRT/M/2015, the percentage value for the condition of the irrigation network is in the moderately damaged category.
PERENCANAAN ULANG BENDUNG DAGELONGGA –DESA KORO BHERA - KECAMATAN MEGO – KABUPATEN SIKKA Boro Bebe Fransiskus Xaverius; Dedi Imanuel Pau; Maria Kurniaty Lete
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 11 No 2 (2025): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Dagelongga Dam was built in 2003 and was completely damaged by flooding in 2021. This study aimed to calculate the planned flood discharge and to technically redesign the Dagelongga Dam so that it could irrigate all rice fields. The study was conducted in the Kali Wajo River, Koro Bhera Village, Mego District, Sikka Regency, which is also the planned location for the Dagelongga Dam reconstruction. The study involved measuring and collecting data at the research location, as well as collecting relevant data on the dam planning, such as rainfall and general watershed data. The results of the study in the form of hydrological analysis with the results of the calculation of the planned flood discharge for a 25-year return period (Q25) of: 199, 822 m3/sec and the results of the re-planning design of the Dagelongga dam obtained: total width of the dam: 29 m, total width of the flushing building 4.5 m, planned to use 2 (two) flushing buildings, with 1 (one) building being an existing building with a width of 1 m, and 1 (one) new flushing building with a width of 1.5 m, Dam height: 1.5 m, with a weir crest elevation of + 53.8 m and a river bed elevation of + 52.3 m, the type of weir crest is a round crest with a radius of curvature of the crest (r) = 0.8 m, the length of the stilling basin floor: 5 m, with a stilling basin base elevation: +50.15 m and using a "Bucket" type stilling basin, with the results of the control calculations for the stability of the dam still meets safety requirements