Punto Wijayanto
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI KONSEP ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA BANGUNAN HOTEL POTATO HEAD DI BALI Adnan Farhan Tascha; Etty R. Kridarso; Punto Wijayanto
METRIK SERIAL HUMANIORA DAN SAINS (E) ISSN: 2774-2377 Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Bekasi: Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan zaman identitas kebudayaan pada bangunan di Bali semakin memudar dengan demikian cepat atau lambat akan menghilangkan identitas khas bangunan Bali. Oleh karena itu terdapat peraturan di Bali yang mengharuskan mengaplikasikan gaya arsitektur tradisional Bali pada bangunan yang tertera pada RTRWP No. 16 Tahun 2009. Tidak hanya pada fisik bangunan tetapi juga dengan menerapkan konsep yang tertera. Keberadaan Hotel di Bali sangat berperan dalam merepresentasikan kebudayaan di Bali. Banyak bangunan hotel di Bali yang telah menerapkan arsitektur tradisional Bali dengan bentuk bangunan yang lebih modern atau dengan pendekatan Neo Vernakular. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan arsitektur Neo Vernakular pada bangunan Hotel Potato Head. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh dari sumber sekunder berupa rekaman visual dan literatur, analisis dilakukan dengan mengacu pada ciri-ciri atau karakteristik Neo Vernakular yang diterapkan pada bangunan Hotel Potato Head. Hasil dari penelitian ini menunjukan Hotel Potato Head di Bali memenuhi prinsip-prinsip arsitektur Neo Vernakular oleh Charles Jencks berdasarkan identifikasi penerapannya pada desain dan konsep pada bangunan. Harapan artikel ilmiah ini mampu bermanfaat untuk instansi pendidikan dan masyarakat umum sebagai batas penelitian, referensi, dan ilmu pengetahuan umum mengenai arsitektur terutama arsitektur Neo-Vernakular di Indonesia.
Penerapan Arsitektur Kontekstual Pada Pengembangan Stasiun Cagar-Budaya Melalui Studi-Kasus Stasiun King’s Cross Dan Jatinegara Pada Stasiun Gubeng Rifqi Aufa Maharddika; Inavonna Inavonna; Punto Wijayanto
Metrik Serial Teknologi dan Sains Vol. 7 No. 2 (2026): agustus
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Surabaya Gubeng merupakan salah satu simpul transportasi utama yang memiliki nilai historis sebagai bangunan cagar budaya, namun menghadapi tantangan dalam mengakomodasi kebutuhan transportasi modern tanpa menghilangkan identitas sejarahnya, sementara kajian arsitektur kontekstual pada bangunan adaptive reuse stasiun kereta api di Indonesia masih terbatas dan belum banyak mengintegrasikan aspek visual dan fungsional secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Stasiun Gubeng melalui pendekatan arsitektur kontekstual yang mempertimbangkan aspek fisik, sosial, dan budaya kawasan. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan teknik studi preseden dan analisis deskriptif-komparatif pada King's Cross Railway Station dan Stasiun Jatinegara untuk mengeksplorasi pola integrasi bangunan bersejarah dengan fungsi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi infill development dan konsep mixed-use dapat diterapkan pada Stasiun Gubeng melalui penataan massa baru yang selaras dengan skala dan karakter visual bangunan lama, serta penambahan program ruang publik yang meningkatkan aksesibilitas dan aktivitas kawasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan arsitektur kontekstual mampu menjembatani pelestarian nilai historis dan kebutuhan fungsi modern secara berkelanjutan pada bangunan stasiun cagar budaya.
Pendekatan Ekologis Pada Desain Bangunan Mice Di Kota Bandung Dengan Software Edge Building Paquitta Janice Ronan; Inavonna Inavonna; Punto Wijayanto
Metrik Serial Teknologi dan Sains Vol. 7 No. 2 (2026): agustus
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan pendekatan ekologis terhadap penghematan energi pada desain bangunan MICE (Meetings, Incentives, Convention, Exhibition) di Kota Bandung dengan menggunakan tools EDGE Building sebagai alat evaluasi. Pendekatan ekologis dalam desain bertujuan mengurangi konsumsi energi melalui pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan studi literatur dan simulasi desain dengan perangkat lunak EDGE Building, yang merupakan platform standar global untuk menilai efisiensi energi, air, dan bahan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ekologis pada desain MICE dapat menghasilkan penghematan energi signifikan. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan arsitektur berkelanjutan di kawasan perkotaan seperti Bandung, khususnya pada bangunan publik yang berkaitan dengan aktivitas MICE.