Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Pekarangan Menjadi Kebun Tanaman Obat Keluarga Yang Produktif di Desa Ploso, Kota Kudus Heny Alpandari; Khairul Anwar; Veronica Krestiani; Suharijanto Suharijanto
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.631

Abstract

Pertumbuhan ekonomi diwilayah perkotaan meningkat sangat cepat dan berkontribusi pada peningkatan pembangunan wilayah. Dampak yang ditimbulkan adalah penyempitan pekarangan rumah diperkotaan. Desa Ploso merupakan Kawasan padat penduduk yang memiliki pekarangan sempit namun masih potensial untuk dikembangkan. Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu jenis tanaman yang baik untuk dikembangkan di pekarangan rumah. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu masyarakat memaksimalkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman TOGA dan menambah pengetahuan masyarakat tentang manfaat TOGA. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus pada bulan September 2023. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah penyampaian materi, diskusi, praktik, dan pendampingan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah peserta secara umum telah mengetahui proses budidaya TOGA, sehingga pengabdian kali ini difokuskan pada persiapan media tanam yang baik, pemilihan rimpang yang akan digunakan sebagai bibit dan cara perawatan tanaman secara optimal.
Optimalisasi Pekarangan Menjadi Kebun Toga dalam Upaya Mitigasi Iklim di Desa Ploso, Kota Kudus Heny Alpandari; Khairul Anwar; Veronica Krestiani; Suharijanto Suharijanto
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 6 No 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/kuat.v6i1.2325

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di wilayah perkotaan meningkat sangat cepat dan berkontribusi pada peningkatan pembangunan wilayah. Dampak yang ditimbulkan adalah penyempitan pekarangan rumah di perkotaan dan menyebabkan suhu lebih panas karena berkurangnya tanaman sebagai penghasil oksigen. Desa Ploso adalah daerah yang ramai penduduknya dengan lahan rumah yang terbatas, namun memiliki potensi yang bisa ditingkatkan. Salah satu opsi yang menjanjikan untuk pengembangan di pekarangan rumah adalah tanaman obat keluarga (TOGA), karena selain dimanfaatkan sebagai obat alami, TOGA juga menyumbang oksigen dan bisa menurunkan suhu lingkungan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mendukung warga dalam memanfaatkan sepenuhnya lahan pekarangan mereka untuk menanam tanaman obat keluarga (TOGA) dan memberikan pemahaman mengenai hubungan tanaman dengan iklim mikro dalam mewujudkan kampung proklim. Program pengabdian ini dilaksanakan di Desa Ploso, di wilayah Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus pada bulan September 2023. Pendekatan dalam pelaksanaan kegiatan mencakup penyampaian materi, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta secara umum telah memahami proses budidaya TOGA. Selain itu, masyarakat juga menunjukkan minat untuk mewujudkan konsep kampung iklim dengan menanam tanaman di pekarangan rumah menggunakan Polibag.
PENGARUH DOSIS DAN FREKUENSI KCl PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) di JAKEN, PATI. Heny Alpandari; Tangguh Prakoso; Suharijanto Suharijanto; Andre Widiatmoko
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v19i1.4527

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman hortikultura yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Pengembangan melon memiliki prospek yang baik dan cerah. Salah satu metode untuk meningkatkan produksi tanaman dan kualitas buah melon adalah dengan menerapkan teknik budidaya yang tepat, termasuk dosis dan frekuensi pemupukan KCl yang tepat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara dosis dan frekuensi pemupukan KCl pada tanaman Melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023- Januari 2024 di Desa Sumberarum, Jaken, Pati. Dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi pemberian pupuk kalium (F) F1=1 kali pemberian, F2=2 kali pemberian, dan faktor kedua adalah dosis pupuk kalium (D). D1=60 kg/ha (27 g/petak), D2=120 kg/ha (54 g/petak), D3=180 kg/ha (81 g/petak), D4=240 kg/ha (108 g/petak). Parameter pengamatan yaitu: Tinggi tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Waktu berbunga (Hst), Bobot Buah perpetak (g), Diameter Buah (cm), Ketebalan daging buah (cm) dan Tingkat Kemanisan (% Brix). Hasil penelitian ini adalah pemberian dosis KCl 240 kg/ha (108 g/petak) dengan frekuensi 2 kali berpengaruh nyata dan terdapat interaksi pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga, diameter buah, bobot buah perpetak, ketebalan daging buah, dan tingkat kemanisan buah
INDEKS NILAI PENTING VEGETASI PAKU-PAKUAN DI KAWASAN HUTAN RAKYAT DESA TERNADI DAN TAWANGREJO, KECAMATAN DAWE, KABUPATEN KUDUS Tangguh Prakoso; Hendy Hendro Hadi Sridjono; Suharijanto Suharijanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 14 No. 2 (2026): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL. 14, MEI 2026
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v14i2.8191

Abstract

Hutan rakyat memiliki peran penting sebagai penyedia jasa ekosistem dan habitat berbagai jenis tumbuhan bawah, termasuk paku-pakuan (Pteridophyta), yang berperan dalam menjaga kestabilan tanah dan siklus hara. Namun, informasi mengenai komposisi, keanekaragaman, dan sebaran paku-pakuan di kawasan hutan rakyat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan sebaran vegetasi paku-pakuan berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) di kawasan hutan rakyat Desa Ternadi dan Tawangrejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Penelitian dilaksanakan pada September–Oktober 2023 menggunakan metode transek kuadrat dengan teknik penentuan lokasi secara purposive sampling. Lokasi pengambilan sampel dibagi berdasarkan tiga tingkat ketinggian tempat. Setiap petak berukuran 20 m × 20 m, dengan 10 petak pada setiap jalur transek. Parameter yang diamati meliputi kerapatan relatif (KR), frekuensi relatif (FR), dominansi penutupan relatif (CR), indeks nilai penting (INP), dan indeks keanekaragaman (H’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 20 jenis paku-pakuan di lokasi penelitian. Berdasarkan Tabel 1, Dryopteris affinis memiliki INP tertinggi di Desa Tawangrejo, sedangkan Cystopteris fragilis memiliki INP tertinggi di Desa Ternadi, yang menunjukkan peran dominan masing-masing spesies dalam komunitas paku-pakuan setempat. Nilai indeks keanekaragaman per spesies relatif rendah, dengan nilai tertinggi ditunjukkan oleh Cystopteris fragilis, terutama di Desa Ternadi. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai struktur dan peranan paku-pakuan sebagai bagian dari kekayaan hayati di kawasan hutan rakyat.