Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pola Komunikasi Guru Dalam Pembentukan Karakter Siswa Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Di UPT SMP Negeri 2 Pinrang Nur Rahmah; Ahdan S; Izki Fikriani Amir
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i2.383

Abstract

Komunikasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa melalui interaksi antara guru dan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi guru dalam membentuk karakter siswa melalui pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di UPT SMP Negeri 2 Pinrang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta mengacu pada teori kepercayaan, nilai, dan belajar sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan komunikasi dua arah secara efektif, memadukan bahasa Indonesia untuk pemahaman dan bahasa daerah untuk kedekatan emosional. P5 dilaksanakan dengan baik melalui lima tema utama, dan berkontribusi pada pembentukan karakter, kemandirian, kerja sama, dan tanggung jawab siswa. Komunikasi interpersonal yang terbuka dan efektif antara guru dan siswa menjadi kunci keberhasilan program ini. Adapun tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pelatihan teknis bagi guru serta keterbatasan literasi digital, khususnya di kalangan guru senior.
Pola Komunikasi Edukasi Guru dalam Membentuk Akhlakul Karimah Siswa MIS DDI Pallameang Kabupaten Pinrang Jely Cahyani; Ahdan S; Abd Majid
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i2.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi edukasi yang digunakan guru dalam membentuk akhlakul karimah siswa MIS DDI Pallameang dan untuk mengetahui bentuk perubahan perilaku siswa terhadap pola komunikasi yang diterapkan oleh guru di MIS DDI Pallameang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sibernetik, teori belajar sosial dan teori behaviorisme. Penelitian ini berlangsung selama satu bulan berlokasi di sekolah MIS DDI Pallameang Kabupaten Pinrang dengan Informan sebanyak 10 (sepuluh) orang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Analisis data pada penelitian ini terdiri dari reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan dua pola komunikasi dalam membentuk akhlakul karimah siswa yaitu pola komunikasi formal dan pola komunikasi informal. Pola komunikasi formal membentuk pemahaman moral secara terstruktur, sedangkan pola komunikasi informal memperkuat nilai-nilai tersebut melalui interaksi yang berlangsung secara alami dan terus menerus. Selain itu, terdapat bentuk perubahan positif pada perilaku siswa yaitu siswa menjadi lebih sopan dan beretika saat berbicara, sikap disiplin dan bertanggung jawab yang lebih baik, meningkatnya keaktifan dalam pembelajaran, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. pola komunikasi edukasi yang diterapkan guru berperan penting dalam membentuk perubahan positif pada siswa, baik dalam hal akademik, sosial, maupun pembentukan karakter.
Pola Komunikasi Terapeutik Psikiater Dalam Proses Penyembuhan Pengidap Gangguan Kesehatan Mental Pasien Depresi (Studi kasus di RS Sandi Karsa Makassar) Nurvia Toding Allo; Zelfia Zelfia; Ahdan S
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i2.393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi terapeutik yang diterapkan oleh psikiater dalam interaksi dengan pasien depresi di RS Sandi Karsa Makassar serta mengidentifikasi bentuk-bentuk pendampingan yang dilakukan oleh psikiater terhadap pasien depresi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari proses wawancara dengan beberapa informan yang terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan mental di RS Sandi Karsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik yang diterapkan menggunakan pola komunikasi dua arah yang bersifat timbal balik antara psikiater dan pasien. Pola ini menciptakan suasana yang kondusif dan mendukung proses penyembuhan pasien depresi secara efektif. Pendampingan yang dilakukan psikiater meliputi pemberian dukungan emosional, penjelasan kondisi kesehatan mental dengan bahasa yang mudah dipahami, serta penguatan motivasi pasien untuk menjalani terapi. Proses komunikasi terapeutik ini tidak hanya mempercepat penyembuhan pasien, tetapi juga mendukung visi dan misi RS Sandi Karsa dalam memberikan pelayanan kesehatan mental yang holistik dan berorientasi pada pasien. penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi terapeutik sebagai bagian integral dalam penanganan pasien depresi.
Media Transformation and Environmental Communication Resilience in the Kajang Indigenous Community Zelfia Zelfia; Faathiyah Faathiyah; Ahdan S; Tawakkal Baharuddin
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 7 No. 4 (2026): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v7i4.884

Abstract

Background: Digital media increasingly reshape the communication environments in which Indigenous communities articulate ecological knowledge, creating opportunities for advocacy while exposing locally grounded meanings to algorithmic simplification and cultural commodification. For the Kajang Indigenous Community, these pressures are especially significant because Pasang ri Kajang links communication, identity, and environmental stewardship. Objective: This study analyzes how the Kajang Indigenous Community transforms environmental communication in virtual spaces while preserving narrative sovereignty and identity resilience. Methods: Using a qualitative interpretive design, the study combined participant observation, in-depth interviews with 12 purposively selected informants, and document analysis during three months of fieldwork in the Kajang customary area. Interview transcripts, field notes, and digital documents were organized in NVivo and analyzed through two coding cycles that combined deductive categories from Media Ecology Theory and symbolic resistance with inductively emerging themes. Credibility was strengthened through source triangulation and member checking. Results: The findings identify a hybrid communication pattern in which customary values operate as cognitive filters for digital engagement. Narrative sovereignty is sustained through place-based communication, selective cultural diplomacy, and symbolic resistance, while platform logics create risks of simplification, polarization, and commodification of environmental messages. Conclusion: Digital transformation does not necessarily erode Indigenous environmental communication. When Pasang ri Kajang remains the ethical framework for selecting, interpreting, and disseminating information, digital media can support ecological advocacy without displacing cultural authority or environmental meaning.