Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DESA BRANGKAL KAB. JOMBANG MELALUI PRODUK BERBAHAN KULIT JAGUNG DAN BONGGOL JAGUNG Ririn Febriyanti; Slamet Boediono; Rifa Nurmilah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19727

Abstract

ABSTRAKDesa  Brangkal merupakan  salah satu  desa bagian  dari Kecamatan  Bandar Kedung Mulyo, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Bentang  alam  desa  Brangkal  berupa dataran rendah di  tepi sungai Brantas.  Mata pencaharian  penduduk desa Brangkal  sebagian besar di sektor pertanian  dan perdagangan. Dari  sektor pertanian ini,  warga penduduk desa Brangkal banyak  yang  menanam padi,  jagung,  sayur-sayuran,  maupun  lainnya.   Permasalahan yang terjadi, pada musim panen jagung masyarakat sekitar biasanya  menggunakan daun jagung digunakan sebagai pakan sapi, dibakar maupun  dibuang. Begitu juga dengan bonggol jagung yang dibuang saja, sehingga lama kelamaan akan menimbulkan jamur  maupun bau busuk di lingkungan sekitar.  Dari permasalahn di atas, pengabdi melalui program Pengabdian  kepada Masyarakat  memberikan  pelatihan  tentang  Bonggol  jagung  dan  kulit jagung  yang dapat dijadikan  bunga  kering  dan  hiasan.  Kegiatan  ini  bertujuan  untuk mengembangkan kewirausahaan ibu-ibu rumah tangga untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Hasil dari kegiatan  ini meliputi:  1) meningkatkan  semangat kewirausahaan  ibu-ibu rumah  tangga dalam  upaya   mendukung  kegiatan   pengembangan  masyarakat;  2)   komunitas  wirausaha memiliki kemampuan perencanaan bisnis; 3) meningkatkan kemampuan komunitas wirausaha dalam melakukan operasi bisnis. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil yang diperoleh yaitu selama  program pengabdian masyarakat  sampai akhir kegiatan, para mitra mampu mengembangkan bisnis dengan baik dan memperoleh pendapatan sampingan. Serta menjadi lebih kreatif dan inovatif. Kata kunci: pemanfaatan; bonggol jagung; kelobot jagung; hiasan; bunga kering. ABSTRACTBrangkal Village is one of the villages part of Bandar Kedung Mulyo District, Jombang Regency, East Java Province. The landscape of Brangkal village is a lowland on the banks of the Brantas river. The livelihoods of Brangkal village residents are mostly in the agricultural and trade sectors. From this agricultural sector, many residents of Brangkal village grow rice, corn, vegetables and others. The problem that occurs is that during the corn harvest season, local people usually use corn leaves as cattle feed, burn them or throw them away. Likewise, if you just throw away corn cobs, over time it will cause mold and a bad smell in the surrounding environment. Based on the problems above, service providers through the Community Service program provide training on corn cobs and corn husks which can be used as dried flowers and decorations. This activity aims to develop entrepreneurship among housewives to support the development of the creative economy. The results of this activity include: 1) increasing the entrepreneurial spirit of housewives in an effort to support community development activities; 2) the entrepreneurial community has business planning capabilities; 3) increasing the ability of the entrepreneurial community to carry out business operations. The methods used are training, mentoring and evaluation. The results obtained were that during the community service program until the end of the activity, the partners were able to develop their business well and earn side income. And become more creative and innovative. Keywords: utilization; corn cobs; corn cobs; ornaments; dried flowers.
Peningkatan kesadaran diri pada makanan bergizi guna pencegahan stunting melalui “isi piringku” Ririn Febriyanti; Nurul Aini; Slamet Boediono; Ama Noor Fikrati; Rifa Nurmilah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27394

Abstract

Abstrak Stunting yang terjadi di negara miskin dan berkembang, menjadi permasalahan gizi yang dihadapi di dunia. Dampak yang ditimbulkan stunting diantaranya adalah meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Stunting diakibatkan oleh akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang yang terajdi pada kehamilan sampai usia 24 bulan. Stunting ini diperparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang memadai. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanggulangi stunting dengan gerakan “isi piringku”. Fokus Gerakan perbaikan gizi ditujukan adalah anak usia 4-6 tahun di RA DARUSSALAM Semanding Desa Sumbermulyo. Metode pendekatan yang dilakukan yaitu penyuluhan dan edukasi. Lokasi bertempat di RA DARUSSALAM Semanding Sumbermulyo Jogoroto Kabupaten Jombang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang makanan bergizi melalui Isi Piringku, menjelaskan cara pemberian asupan makanan bergizi melalui melalui “isi piringku” baik di rumah maupun di sekolah. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan diperoleh 90% anak-anak RA Darussalam Semanding SumberMulyo sangat antusis dalam mengikuti kegiatan stunting. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat dapat menanamkan kesadaran pada makanan bergizi melalui” Isi Piringku” sejak dini yaitu pada masa kanak-kanak usia 4-6 tahun. Kata kunci: kesadaran diri; makanan bergizi; stunting Abstract Stunting, which occurs in poor and developing countries, is a nutritional problem faced in the world. The impacts caused by stunting include an increased risk of morbidity and death, suboptimal brain development so that motor development is delayed and mental growth is hampered. Stunting is caused by the accumulation of nutritional deficiencies that occur during pregnancy up to 24 months of age. This stunting is exacerbated by the lack of adequate catch-up growth. The aim of this activity is to overcome stunting with the "fill my plate" movement. The focus of the nutrition improvement movement is aimed at children aged 4-6 years in RA DARUSSALAM Semanding Sumbermulyo Village. The approach method used is counseling and education. The location is RA DARUSSALAM Semanding Sumbermulyo Jogoroto, Jombang Regency. This activity aims to increase awareness about nutritious food through the contents of my plate, explaining how to provide nutritious food intake through the contents of my plate both at home and at school. As a result of the implementation of community service, it was found that 90% of RA Darussalam Semanding SumberMulyo children took part in stunting activities. In conclusion, community service can instill awareness of nutritious food through the contents of my plate from an early age, namely in childhood. Keywords: self-awareness; nutritious food; stunting
PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA WORDWALL UNTUK GURU DAN SISWA DI SDN CURAHMALANG III ESTY SARAWATI NUR HARTININGRUM; Slamet Boediono; Fatchiyah Rahman; Tutik Shokhifatul Lail; Vicky Mahendra Nur Fahmi
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): JP-MAS: Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SDN CURAHMALANG III is one of the schools owned by the village of Kurahmalang with adifferent location, which is located at the corner of the rice fields and the border to Mojoagung, thereare 52 students from grades 1-6 with a limited number due to the small number of local residents. Thenumber of teachers is 12 teachers including the principal. The use of virtual media at SDNCurahmalang is still not maximized, so the purpose of this service is to provide training on one mediathat can help teachers to be able to use technology-based interactive media. The Wordwall applicationhelps teachers create a form of learning media, one of which is an interesting quiz, the matchmakingmethod. Word search etc. This application has many benefits, one of which can be downloaded andprinted so that it can be used as an attachment to learning devices. For students this application isinteresting so that students do not feel bored in learning, because students do not feel like doing quizzesbut like playing games. The method used is training and mentoring. The result of this service is thatthe teacher can create interactive media and students can operate the results of the wordwall mediathat has been made by the teacher. This wordwall media is suitable for elementary school studentsbecause the templates are diverse and attractive
TAMAN EDUKASI BATIK TYE DIE BERBASIS KEARIFAN LOKALSEBAGAI STIMULASI KREATIVITAS ANAK RIRIN FEBRIYANTI; Slamet Boediono; Rifa Nurmilah
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): JP-MAS: Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pengabdian Pada Masyarakat sebagai stimulasi kreativitas pada anak-anak ini merupakan bentuk kemitraan dari Sekolah SDTQ AN-Nafiiyah Kenongo Tulangan dengan Universitas PGRI Jombang.Kegiatan ini mempunyai maksud dan tujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi anak dalam melestarikan batik, memberikan pemahaman tentang cara membatik berdasarkan kearifan lokal, serta memberikan metode yang tepat kepada anak dalam membatik. Hasil observasi di lapangan didapatkan beberapa permasalahan yang dihadapi mitraantara lain masih minimnya Sumber Daya Manusia atau tenaga terampil perajin batik di Kenongo Tulangan khususnya generasi muda,  mencari metode atau tehnik yang tepat untuk mengajarkan kepada anak- anak sekitar daerah Kenongo Tulangan dalam  meningkatkan kearifan lokal melalui batik, dan  minimnya pengetahuan tentang membatik bagi generasi muda. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, maka Pengabdi menawarkan pelatihan batik dengan menggunakan teknikTie Dye atau tehnik celup ikat dalam  menstimulasi kreativitas, minat dan wawasan  membatik pada generasi muda khususnya pada anak Sekolah Dasar. Pendekatan yang kami terapkan dalam program ini antara lain Community Development, Pendampingan, Pesuasif, Partisipatif. Metode pelaksanaan yaitu koordinasi pihak terkait, sosialisasi program, pelatihan batik,  pembuatan serta upload video, monitoring dan evaluasi.Hasil menunjukan bahwa kegiatan ini terlaksana dengan baik, terjadi peningkatan pengetahuan tentang pembuatan batik meskipun secara sederhana menggunakan batik Tye Die
MEMBANGUN JIWA SOCIOPRENEURSHIP MASYARAKAT DESA REJENI, KREMBUNG SIDOARJO MELALUI PEMBUATAN DETERGEN RIRIN FEBRIYANTI; Rifa Nurmilah; Ama Noor Fikrati; Esty Saraswati Nur Hatiningrum; Slamet Boediono; Rohmatul Umami
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): JP-MAS: Volume 7 Nomor 1 Edisi Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun Tujuan Pengabdian Masyarakat ini yaitu mendampingi para ibu- ibu PKK Desa Rejeni Kecamatan  Krembung  untuk memiliki pengetahuan tentang cara pembuatan detergen, serta upaya membantu peluang dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dengan melalui penyuluhan tentang cara pembuatan detergen, pemanfaatan dan bahaya dari masing masing bahan penyusunya, pelatihan proses pembuatan detergen serta pemasaran produk tersebut. Pengabdian Masyarakat telah dilaksanakan di Rejeni Kecamatan Krembung. Pengabdian masyarakat diikuti oleh 10 ibu-ibu PKK Desa Rejeni Kecamatan Krembung. Metode pengabdian masyarakat terdiri dari 2 metode yaitu pelatihan dan praktikum. Metode pelatihan dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan dalam pembuatan sabun cuci piring, bahan-bahan yang digunakan. Metode praktikum dilakukan dengan cara mempraktikkan langkah-langkah pembuatan detergen cair cuci piring yang terdiri dari menimbang texapon, NaCl, asam sitrat, dan EDTA yang dilarutkan dalam air. Foam booster, pewarna, dan gliserin ditambahkan ke dalam larutan. Hasil dari pengabdian ini yaitumeningkatnya pemahaman peserta yang ditandai dengan peningkatan hasil pre-test dan post-testdengan nilai rata-rata sebesar 68 menjadi 82,5 serta peningkatan keterampilan dalam pembuatan detergen cair cuci piring aroma lemon
PELATIHAN PENGGUNAAN LMS BERDIFERENSIASI “SIAJAR” BAGI GURU SMA IT MISYKAT AL-ANWAR Oemi Noer Qomarijah; Safiil Maarif; Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Muslimin; Slamet Boediono; Nurwiani; Rohmatul Umami
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): JP-MAS: Volume 7 Nomor 1 Edisi Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/h17bfq82

Abstract

Pemahaman dan pemanfaatan teknologi nampaknya menjadi semakin penting dalam segala bidang, termasuk dunia pendidikan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berpengaruh terhadap penggunaan alat-alat bantu mengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Media pembelajaran memfasilitasi hubungan antara pendidik dan siswa. Guru dapat menawarkan layanan kepada siswanya secara tidak langsung. SMA Islam Terpadu Misykat Al Anwar adalah satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Propinsi jawa Timur. Pembelajaran di SMA Islam Terpadu Misykat Al Anwar menggunakan digital, siswa menggunakan laptop dan wifi. Seiring dengan perkembangan teknologi, semakin memudahkan siswa maupun guru untuk mengakses berbagai macam informasi. Seperti hal nya siswa, ketika proses pembelajaran yang memanfaatkan internet maka siswa dapat dengan mudah mencari jawaban dari soal yang diberikan guru di internet. Begitu juga saat ujian atau ulangan yang memanfaatkan teknologi internet, siswa juga dapat dengan mudah mencari jawabannya di internet. Selain itu, kinerja guru juga dituntut harus selalu siap administrasi sebelum melakukan pembelajaran misalnya modul ajar, penilaian dan lain-lain. Solusi yang ditawarkan yaitu  dengan melaksanakan kegiatan pelatihan Penggunaan LMS Berdiferensiasi “Siajar” Bagi Guru SMA IT Misykat Al-Anwar. Dengan tujuan setelah dilaksanakannya kegiatan ini, para guru dapat menggunakan LMS Siajar dalam proses pembelajaran maupun dalam kegiatan adminitrasi. Di kegiatan ini, guru-guru diajari cara menggunakan LMS Berdiferensiasi “Siajar”.  . Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian  dibagi menjadi 5 tahap yaitu (1) tahap persiapan : melakukan survey awal, perizinan, sosialisasi dan penentuan lokasi kegiatan; (2) tahap pelaksanaan kegiatan: kegiatan akan dilaksanakan di ruang pertemuan SMA IT Misykat Al-Anwar; (3) tahap evaluasi: Evaluasi kegiatan dilakukan selama proses pelatihan berlangsung; (4) tahap pendampingan: Pendampingan dilakukan hingga guru dapat menggunakan LMS Berdiferensiasi “Siajar” dengan lancar ; (5) tahap pelaporan. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat dijelaskan bahwa Bapak/Ibu guru sangat antusias dalam praktek menggunakan LMS Berdiferensiasi “Siajar” . Selain itu, kinerja guru di LMS Berdiferensiasi “Siajar” dapat lebih tertata dengan baik sehingga guru menjadi lebih semangat lagi dalam mengajar karena sudah dapat menyiapkan perangkat pembelajaran dan menyimpanya dengan baik serta media pembelajaran juga sudah siap. Yang lebih penting lagi, peserta menjadi lebih semangat lagi dalam mengajar karena semua perangkat pembelajaran sudah ada di LMS Siajar.
INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI INTEGRASI X-PAKAR DAN MATH BOARD CARD Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Safiil Maarif; Ririn Febriyanti; Rohmatul Umami; Ama Noor Fikrati; Ninda Dwi Rahayu; Muslimin .; Slamet Boediono
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): JP-MAS: Volume 8 Nomor 1 Edisi Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/twsy6z33

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh temuan observasi dan wawancara di SMA PGRI 1 Jombang yang menunjukkan belum tersedianya media pembelajaran yang konkret dan menarik untuk membantu pemahaman konsep eksponen, sehingga siswa kurang termotivasi, kesulitan membedakan konsep dasar perpangkatan dan akar pangkat, serta mengalami hambatan dalam menyelesaikan soal. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdi Universitas PGRI Jombang mengembangkan media pembelajaran X-PAKAR dan Math Board Card berupa permainan papan dan kartu yang menyajikan materi eksponen dan akar pangkat secara interaktif, dilengkapi sistem barcode agar siswa dapat mengakses penjelasan materi dan pembahasan soal secara mandiri maupun berkelompok. Pelaksanaan berlangsung selama dua bulan melalui tiga tahap, yaitu persiapan (identifikasi kebutuhan, perancangan dan validasi media sesuai kurikulum serta karakteristik siswa), pelaksanaan (pre-test, pengenalan media, dan pembelajaran kolaboratif di kelas X-2), serta evaluasi (analisis pre-test dan post-test, observasi aktivitas belajar, dan wawancara pengalaman siswa). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media X-PAKAR dan Math Board Card berpotensi meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan, serta menjadi pijakan awal pengembangan media pembelajaran matematika lain yang selaras dengan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan siswa.