Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAKSANAAN POSYANDU DENGAN MASA PERKEMBANGANNYA ANAK DI DESA TANJUNG GUSTA KAB.DELI SERDANG Putri Syahrani Adawiyah; Mujahid Widian Saragih
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 1 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v2i1.1485

Abstract

Posyandu (pos pelayanan terpadu) merupakan upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat Indonesia dalam memperoleh pelayanan kesehatan ibu dan anak. Tujuan utama posyandu adalah mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi saat kehamilan, persalinan, atau setelahnya melalui pemberdayaan masyarakat. Berbeda dengan puskesmas yang memberikan pelayanan setiap hari, posyandu hanya melayani setidaknya 1 kali dalam sebulan. Lokasi posyandu umumnya mudah dijangkau masyarakat, mulai dari lingkungan desa atau kelurahan hingga RT dan RW. Tujuan posyandu antara lain: Menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (ibu hamil), melahirkan dan nifas.Membudayakan NKBSMeningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera.
PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DI DESA TANJUNG GUSTA Putri Syahrani Adawiyah; Bengkel Ginting; Mia Aulina Lubis
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 6 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i6.2026.1403-1410

Abstract

Peran kepala desa dalam pemberdayaan kelompok tani dilakukan untuk memberi daya kepada masyarakat terkhusus masyarakat tani agar mamiliki kemampuan untuk mengelola pertanian dengan baik serta dapat menggali potensipotensi pertanian yang ada. Dalam proses pembangunan desa peran kepala desa juga sangat besar karena kepala desalah yang memiliki kekuasaan untuk mengayomi masyaratnya agar memiliki daya. Pemberdayaan (empowerment) berasal dari Bahasa Inggris. Menurut Korten (1992) pemberdayaan adalah peningkatan kemandirian rakyat berdasarkan kapasitas dan kekuatan internal rakyat atas SDM baik material maupun non-material melalui redistribusi modal. menurut teori peran Suhardono antara lain peran kepala desa sebagai organisator, fasilitator, inovator. Melalui teori-teori yang telah dibahas sebelummya dapat disimpulkan bahwa peran kepala desa dalam pemberdayaan kelompok tani ialah: mengorganisasikan semua aktor yang terlibat dalam pemerintahan baik itu pegawai pemeritah desa dan juga masyarakat, memfasillitasi kegiatan-kegiatan yang dapat digunakan oleh masyarakat terutama dalam hal pertanian sehingga mempercepat proses peningkatan perekonomian masyarakat serta memunculkan ide dan pemikiran akan hal-hal baru yang belum pernah ada di desa yang mendukung pemerintahan dan peningkatan perekonomian masyarakat dibidang pertanian.