Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERANAN FREIGHT FORWARDING DALAM KEGIATAN EKSPOR DAN IMPOR PADA PT.BAHARI EKA NUSANTARA CABANG PALEMBANG Yuris Danilwan; Canra Panjaitan
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 2 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v5i2.107

Abstract

PT.Bahari Eka Nusantara merupakan salah satu perusahaan Internasional yang bergerak di bilang ekspor dan impor. Pembahasan yang di paparkan dalam makalah ini yaitu “ Peranan Freight Forwarding Dalam Kegiatan Ekspor Dan Impor Pada PT. Bahari Eka Nusantara Cabang Palembang “ Dalam melaksanakan kegiatan ekspor dan impor perusahaan masih memiliki banyak hambatan berdasarkan waktu kerja efektif yang tidak berjalan dengan lacar dikarenakan waktu yang terbuang terlalu banyak, seperti dikarenakan jadwal keberangkatan kapal sehingga banyak barang yang di pindah ke kapal lain dan masalah dokumentasi pengiriman barang yang sering lambat dikarenakan sistem jaringan yang kurang baik. Kerjasama serta koordinasi yang baik antara perusahaan Freight Forwarding dengan instansi pemerintah maupun swasta sangat di butuhkan demi kelancaran pelayanan terhadap kegiatan ekspor dan impor barang. Perlu diingat bahwa koordinasi yang dimaksud adalah bahwa masing – masing instansi dapat melakukan tugas dan fungsinya sehingga pelayanan terhadap ekspor dan impor barang dapat berjalan lancar, aman dan efisien.
Sosialisasi Penggunaan Alat-Alat Keselamatan Pada Nelayan Sebagai Usaha Penyelamatan Diri Dari Tabrakan dan Kapal Tenggelam di Daerah Pesisir Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Yuris Danilwan; Yuna Sutria; Suratni Ginting; Dirhamsyah Dirhamsyah; Taruna Taruna; Aja Avriana Said; Eka Fransiska; Meriah Kita Delina; Nurmalia Sari.S; Syarifur Ridho; Fahmi Rinaldi; Roma Rezeki; Nursyahrul Ritonga
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i2.161

Abstract

Perikanan dan kelautan menjadi salah satu sektor andalan di kawasan pesisir Utara Pantai Labu kabupaten Deli Serdang, karena dikelilingi perairan yang luas sehingga perikanan memiliki peranan penting dalam penyediaan bahan pangan, dan kesempatan kerja. Dari penangkapan Ikan yang didapat para nelayan dapat menjual ke pasar dan juga dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Pekerjaan sebagai nelayan adalah pekerjaan yang sulit dan dapat mempertaruhkan nyawa para nelayan setempat. Maka  perlu adanya Pengabdian kepada Masyarakat (PkM),tentang sosialisasi penggunaan alat-alat keselamatan untuk para nelayan. Berdasarkan hasil observasi dan interview yang dilakukan tim dosen Politeknik Adiguna maritim Indonesia (Poltek Ami) Medan terhadap masyarakat di daerah pesisir pantai labu, yang teletak di pesisir Utara kabupaten Deli Serdang bahwa kemampuan untuk berlayar yang dimiliki para nelayan ataupun nakhoda kapal-kapal penyeberangan dari pulau ke pulau diperoleh secara turun – temurun dari orang tuanya, pekerjaan menetap ayahnya sebagai nelayan dan juga sebagai pengangkut penumpang penyeberangan dari pulau ke pulau sebagai transfortasi laut  yang selalu melibatkan anaknya dalam berlayar baik mencari ikan maupun mengantar penumpang dari pulau ke pulau. Sehingga perlu di adakan sosialisasi mengenai alat- alat keselamatan , agar nelayan penangkap ikan dapat menjaga keselamatannya dan dapat terus melanjutkan pekerjaan mereka untuk memperjuangkan kebutuhan keluarga.
Pemberdayaan Masyarakat Berdampak Bencana Banjir Bandang dalam Mengelolah Air Bersih Untuk Memenuhi Kebutuhan Air bersih Paska Bencana Banjir Bandang yang Melanda Aceh Tamiang Dafid Ginting; Yuris Danilwan; Lilis Lilis; Aja Avriana Said; Yuna Sutria; Taruna Taruna; Dina Rispianti; Suratni Suratni; Fadiyah Hani Sabilah; Syarifur Ridho; Eka Fransiska; Irma Handayani; Fahmi Rinaldi
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 4 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v4i1.227

Abstract

One of the biggest problems after a flash flood and landslide disaster is the provision of clean water. Access to clean water is very important, as it greatly helps the disaster-affected community, especially in their future lives after the flood and landslide disaster in Aceh Tamiang. Community Service was carried out by the Lecturer Team of the Indonesian Maritime Adiguna Polytechnic Medan, who came directly to the Tamiang sub-district affected by the flash flood disaster. The methods used include education, training in making simple filters or filtration, and testing the results of water filtration from local sources in the disaster-affected area. The results of the activity show that the filter/filtration method using gravel, sand, activated charcoal, cotton, and palm fiber media can improve water quality visually and sensorily. This activity provides real benefits in supporting the availability of drinkable water for communities affected by the flash flood disaster, especially in the Aceh Tamiang area.
PENANGANAN DOKUMEN KAPAL MT. PETRO SAMUDRA DI PERAIRAN BATU AMPAR PADA PT. PELAYARAN DWI PUTRA LAKSANA BATAM Yuris Danilwan; Syarifur Ridho; Nursyahrul Ritonga; Julpri Julpri
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.224

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang dikenal sebagai negara maritim dengan sebagian besar wilayahnya berupa lautan serta terdapat beragam pulau. Sarana transportasi laut yang digunakan biasanya berupa kapal. Kapal ini biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai suatu akses penghubung antar pulau. serta terdapat industri pelayaran mengoprasikan tranpsortasi tersebut dari pelabuhan satu ke pelabuhan lainnya. Pengamatan ini mengambil lokasi di PT. Pelayaran Dwi Putra Laksana. Data dikumpulkan dari narasumber (informan), peristiwa atau aktivitas, dokumen, dan arsip. Kesimpulan dari pengamatan penulis adalah bahwa PT. Pelayaran Dwi Putra Laksana Batam menangani dokumen kedatangan dan keberangkatan kapal penumpang. Sistem dan prosedur penanganan dokumen kapal secara umum dilakukan dalam dua tahapan, yaitu kedatangan dan keberangkatan kapal.Tahap kedatangan kapal dimulai dari persiapan dokumen sebelum kapal tiba, pelaksanaan clearance in, hingga pembuatan laporan setelah kapal berangkat.Tahap keberangkatan kapal dimulai dari persiapan dokumen sebelum kapal berangkat, pelaksanaan clearance out, hingga dokumen yang dibutuhkan saat kapal berangkat. Dalam penanganan dokumen kapal, terdapat instansi terkait yang berperan, yaitu agen pelayaran, instansi pemerintah, dan pihak terkait lainnya.
PROSES PENERBITAN PENGESAHAN COLLECTIVE BARGAINING AGREEMENT (CBA) PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN Dafid Ginting; Yuris Danilwan; Lilis Lilis; Yuna Sutria; Elsa Widia Astuti .N
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 2 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i2.255

Abstract

Direktorat Perkapalan dan Kepelautan mempunyai tugas dan fungsi merumuskan serta melaksanakan kebijakan, standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur serta pelaporan di bidang kelaikan kapal, persyaratan pengawakan kapal serta perlindungan awak kapal, standarisasi sertifikat pelaut, manajemen keselamatan kapal dan kepelautan. Selain menandatangani Perjanjian Kerja Laut (PKL), pelaut juga harus dilindungi dengan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Collective Bargaining Agreement (CBA). Mengingat banyak nya pengaduan awak kapal/pelaut yang diterima oleh Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) maka setiap perusahaan yang merekrut dan menempatkan awak kapal/pelaut dikapal berbendera asing wajib memiliki Collective Bargaining Agreement (CBA) karena kesepakatan ini mengatur tentang : upah (berdasarkan jabatan), jam kerja, pembayaran lembur, hari libur, tunjangan, dan lain-lain. Kelengkapan dokumen persyaratan penerbitan Pengesahan Collective Bargaining Agreement (CBA) sangat mempengaruhi kelancaran pelayanan proses penerbitan pengesahan CBA. Makalah ini ditulis berdasarkan observasi di lapangan dan melakukan pengamatan bersama para pegawai maupun staff Subdirektorat Kepelautan secara langsung bagaimana aktivitas-aktivitas kantor di lingkungan Direktorat Kepelautan untuk mengetahui lebih dekat bagaimana Direktorat Kepelautan melaksanakan kegiatan dalam proses penerbitan pengesahan. Dalam penanganan penerbitan pengesahan Collective Bargaining Agreement (CBA) dilingkungan Subdirektorat Kepelautan sudah sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan No PM 84 Tahun 2013 tentang perekrutan dan penempatan awak kapal. Penulisan makalah ini menggunakan 2 (dua) jenis metode penelitian, diantaranya adalah sebagai berikut: metode penelitian lapangan (field research) dan metode penelitian kepustakaan (library research).