Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN BONGKAR MUAT ATAS TERJADINYA KERUSAKAN DAN KEKURANGAN BARANG PADA PT. BUDI KARYA JATI BELAWAN Dina Rispianti; Khairuman Khairuman; Zulhaida Syafitri
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 3 No. 1 (2021): Article Research, Februari 2021
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.6 KB) | DOI: 10.54196/jme.v3i1.42

Abstract

Abstrak. PT. Budi Karya Jati Belawan bertanggung jawab atas keselamatan penerima dan penyerahan barang, kebenaran laporan yang disampaikan dan mengatur penggunaan jasa tenaga kerja bongkar muat. Adapun yang manjadi batas tanggung jawab perusahaan bongkar muat apabila pada saat proses stevedoring, cargodoring, receiving/delivery, diluar kegiatan tersebut perusahaan tidak bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan barang. Kerugian yang disebabkan oleh perusahaan akibat kelalaian dari pihak perusahaan maka pihak perusahaan harus menganti kerugian tersebut sesuai kesepakatan yang dilakukan. Tindakan yang diambil pihak perusahaan harus bekerjasama dengan pihak pemilik barang tujuan agar menyaksikan secara bersama-sama kondisi barang yang masih didalam palka kapal. Maka perlulah adanya kejelasan mengenai batas tanggung jawab yang dimiliki dari perusahaan bongkar muat dalam pelaksanaan bongkar muat barang di Pelabuhan. Dalam penulisan makalah ini peneliti mengunakan tiga metodologi yaitu, pertama metode Interview (Wawancara) yaitu dengan melakukan wawancara langsung kepada karyawan-karyawan yang terlibat dalam kegiatan bongkar muat untuk memperoleh informasi akurat dan terbaru. Kedua metode Library Research Penelitian keperpustakaan yaitu studi yang dipergunakan oleh penulis melalui penelitian dengan membaca buku – buku yang ada di perpustakaan tersebut. Ketiga metode observasi atau pengamatan dilapangan guna untuk mengumpulkan data-data dari tempat kegiatan pelaksanaan bongkar muat berlangsung.
PERANAN BAGIAN OPERASIONAL DALAM MENANGANI KEDATANGAN DAN KEBERANGKATAN KAPAL ASING PADA PT. ALTA MARITIM INDONESIA CABANG MEDAN BELAWAN Dirhamsyah Dirhamsyah; Dina Rispianti; Ayu Damaianti Situmeang
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 3 No. 2 (2021): Article Research, Agustus 2021
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.147 KB) | DOI: 10.54196/jme.v3i2.53

Abstract

Abstrak. Pada dasarnya peranan bagian operasional dalam menangani kedatangan dan keberangkatan kapal asing tidak terlepas dari batas-batas dan tanggung jawab dari perusahaan pelayaran karena pentingnya peranan operasioanl pada perusahaan pelayaran PT. Alta Maritim Indoneia Medan menerapkan fungsi dan proses manajemen dalam kegiatan sehari-hari. Dimana penerapan fungsi manajemen tersebut berasal dari perencanaan perusahaan mempunyai tujuan tertentu, dimana tujuan merupakan suatu tantangan dalam mencapai tujuan, dalam mencapai tersebut adalah perencaan manajer dapat menangani masalah atau kegiatan yang telah digariskan dalam perencanaan PT. Alta Maritim Indoneia Medan. Dalam melaksanakan clearance yang perlu agar dapat dimengerti dan diikuti dengan baik, maka yang perlu diamati misalnya proses pengurusan clearance dilaksanakan oleh agen dengan instansi – instansi yang berwenang, seperti kantor Otoritas Pelabuhan, Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina lancarnya proses penanganan clearance berarti lancarnya masuk dan keluarnya kapal dari pelabuhan sesuai dengan rencana pelayaran. Sebaliknya terjadinya hambatan karena terkendalanya pengurus dokumen muatan, habisnya masa berlaku dokumen atau kurang harmonisnya komunikasi pendekatan antara agen dengan salah satu atau beberapa instansi yang berwewenang.Tidak lancarnya efisien proses pengurusan clearanceakan menimbulkan resiko antara lain meningkatnya biaya operasi kapal yang dipelabuhan dengan hilang nya hari layar kapal yang telah direncanakan dalam commintion days kapal.
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL PADA PT.MITSI CITRA MANDIRI BELAWAN Netty Kesuma; Dina Rispianti; Sariah Sariah
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 4 No. 1 (2022): Article Research, Februari 2022
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.763 KB) | DOI: 10.54196/jme.v4i1.64

Abstract

Perusahaan Pelayaran PT. Mitsi Citra Mandiri Belawan merupakan salah satu perusahaan berskala besar yang bergerak sebagai agen bunker untuk kapal-kapal domestic maupun internasional. Pembahasan yang di paparkan dalam makalah ini yaitu “Sistem Manajemen Keselamatan Kapal pada PT. Mitsi Citra Mandiri Belawan” Disadari bahwa untuk mengoperasikan kapal sangat khusus dan kompleks, karena harus memenuhi peraturan nasional juga peraturan internasional yang selalu berubah dan berkembang sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelengkapan teknis untuk kapal berdasarkan peraturan klasifikasi ternyata hanya mencapai sebagian saja dari objektif yang ingin di capai di bidang keselamatan dan pencegahan pencemaran kapal. Secara keseluruhan dalam pengendalian resiko yang berkaitan dengan keselamatan kapal guna terciptanya tempat kerja yang aman untuk terjadinya kecelakaan kerja di kapal. Yang bertujuan untuk mengetahui secara jelas dan mendalam tentang Sistem Manajemen Keselamatan Kapal terhadap kecelakaan kerja untuk menunjukkan bahwa yang menjadi kendala terhadap kecelakaan di kapal. Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Kapal bahwa yang menjadi kendala yang belum terlaksana dengan baik oleh pihak manajemen. Diharapkan untuk pihak Manajemen melaksanakan sosialisasi secara terus menerus untuk melakukan pengawasan yang lebih optimal dan melibatkan tenaga kerja secara aktif dalam semua kegiatan yang dilakukan terhadap setiap kegiatan yang dilakukan untuk melihat kegiatan tersebut.
IMPLEMENTASI ISM CODE KAPAL MV.MEDELIN FIRST PADA PT.MULTI JAYA SAMUDERA BELAWAN Dina Rispianti; Eka Fransiska; Rina Handayani Batubara
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 4 No. 2 (2022): Article Research, Agustus 2022
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.877 KB) | DOI: 10.54196/jme.v4i2.91

Abstract

PT.Multi Jaya Samudera Belawan merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang Pelayaran (Shipping) dan Keagenan kapal (Ship’s Agency) yang merupakan anak perusahaan yang bernaung di bawah PT.Waruna Nusa Sentana GROUP. Pembahasan yang dipaparkan dalam makalah ini yaitu “Implementasi ISM Code Kapal MV.Medelin First Pada PT.Multi Jaya Samudera Belawan”. Keselamatan merupakan satu bagian terpenting dalam pengoperasian kapal pada umumnya. Keselamatan dalam hal ini meliputi kapal, awak kapal, muatan dan lingkungan laut.Diketahui bahwa sekitar 80 % dari semua kecelakaan kapal disebabkan oleh kesalahan manusia (human error). Kenyataan menunjukkan bahwa 75 – 80% dari kesalahan manusia tadi, disebabkan oleh sistem manajemen yang buruk. Semua akan berjalan dengan baik apabila Implementasi ISM Code berjalan dengan baik. Kapal MV.Medelin First merupakan kapal cement carrier yang telah memenuhi ketentuan Kode Manajemen Internasional untuk keselamatan pengoperasian kapal dan pencegahan pencemaran laut dengan menerapkan Implementasi ISM Codedengan adanya Pemahaman, Pelaksanaan, Pelaporan dan Pengarsipan ISM Code di atas kapal. PT.Multi Jaya Samudera Belawan merupakan perusahaan pelayaran yang mengedepankan pelayanan dan keselamatan sebagai prioritas utama. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini menggunakan metode Field Researce dan Library Researce.
PROSEDUR PENANGANAN ORANG LUKA, SAKIT DIATAS KAPAL PADA PT. USDA SEROJA JAYA CABANG KUALA TANJUNG Dina Rispianti; Eka Fransiska; Fatolosa Telaumbanua; Yuda Pradika
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 2 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v5i2.111

Abstract

PT. Usda Seroja Jaya Cabang Kuala Tanjung bergerak di bidang keagenan kapal atau Shipping Agency yang menangani pengurusan izin kapal mulai dari kedatangan kapal, izin bongkar muat sampai keberangkatan kapal tersebut. Perusahaan ini bertanggung jawab melaksanakan kegiatan keagenan dalam penanganan kapal yang berada di kuala tanjung yang diageni, seperti penanganan crew yang sakit di atas kapal, dimulai dari terbitnya berita acara dari kapal, proses penjemputan crew, pengurusan kapal ijin sandar sampai berangkat sampai kepelabuhan selanjutnya dan memenuhi segala kebutuhan kapal beserta awak kapal. Orang Sakit adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan aktifitas sehari – hari dalam proses penanganan atau pengurusan tersebut di dukung dengan dokumen penting yang dibutuhkan kapal untuk melakukan operasinya. Pengurusan dokumen menjadi tanggung jawab perusahaan ini mulai dari izin Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP), segala pengurusan dokumen dikantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan dan berhubungan dengan perusahaan lainnya. Dalam prosedur penanganan orang sakit diatas kapal ini pada saat pengurusan banyaknya hambatan – hambatan yang terjadi, hambatan tersebut sering terjadi karena posisi kapal berada di area labuh curah cair menjadi hambatan dalam proses evakuasi dari atas kapal. Dalam proses evakuasi dari kapal ke dermaga memakan waktu yang sangat lama karena posisi kapal berada di area labuh dan cuaca yang kurang baik pada saat evakuasi serta menunggu hasil pemeriksaan dari pihak medis yang memeriksa crew yang sakit diatas kapal. Kesimpulan bahwa penanganan orang luka, sakit diatas kapal memenuhi persyaratan kesehatan sesuai dengan aturan Karantina Kesehatan Pelabuhan yang dilakukan oleh PT. Usda Seroja Jaya Cabang Kuala Tanjung. Dalam menulis makalah ini penulis menggunakan 2 (dua) jenis metode yaitu metode pengamatan (Field Research) dan metode pustaka (Library Research).
Sosialisasi Lingkungan Bersih Dari Pencemaran Sampah Kapal dan Sampah Plastik di Daerah Kecamatan Pantai Labu Pesisir Utara Kabupaten Deli Serdang Dafid Ginting; Lilis Lilis; Fadiyah Hani Sabila; Masringgit Marwiyah; Dina Rispianti; Muhammad Sahid; Yusnidah Yusnidah; Restu Mujiono; Yepta Vianus, M; Irma Handayani
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i2.160

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan para nelayan dan penduduk disekitar pantai labu pesisir utara kabupaten Deli Serdang kecamatan Pantai Labu, yang sebagian besar penduduk desanya mengandalkan pekerjaan di laut, seperti nelayan atau nakhoda kapal penyeberangan antar pulau. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan oleh tim dari Politeknik Adiguna Maritim Indonesia (Poltek Ami) Medan di kecamatan Pantai Labu, tujuan utama adalah untuk mencari solusi terkait pelestarian lingkungan dan pencegahan pencemaran laut yang bersumber dari sampah kapal dan sampah plastic di wilayah pesisir tersebut. Laut, yang menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat, terutama nelayan di desa pesisir pantai labu, sangat rentan terhadap dampak pencemaran. Oleh karena itu, tim  Politeknik Adiguna maritime Indonesia (Poltek Ami) Medan berencana untuk mensosialisasikan pentingnya pelestarian lingkungan dan dampak buruk apabila terjadi pencemaran laut, yang meliputi sampah plastik, limbah industri, serta limbah minyak dari kapal para nelayan.
Pemberdayaan Masyarakat Berdampak Bencana Banjir Bandang dalam Mengelolah Air Bersih Untuk Memenuhi Kebutuhan Air bersih Paska Bencana Banjir Bandang yang Melanda Aceh Tamiang Dafid Ginting; Yuris Danilwan; Lilis Lilis; Aja Avriana Said; Yuna Sutria; Taruna Taruna; Dina Rispianti; Suratni Suratni; Fadiyah Hani Sabilah; Syarifur Ridho; Eka Fransiska; Irma Handayani; Fahmi Rinaldi
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 4 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v4i1.227

Abstract

One of the biggest problems after a flash flood and landslide disaster is the provision of clean water. Access to clean water is very important, as it greatly helps the disaster-affected community, especially in their future lives after the flood and landslide disaster in Aceh Tamiang. Community Service was carried out by the Lecturer Team of the Indonesian Maritime Adiguna Polytechnic Medan, who came directly to the Tamiang sub-district affected by the flash flood disaster. The methods used include education, training in making simple filters or filtration, and testing the results of water filtration from local sources in the disaster-affected area. The results of the activity show that the filter/filtration method using gravel, sand, activated charcoal, cotton, and palm fiber media can improve water quality visually and sensorily. This activity provides real benefits in supporting the availability of drinkable water for communities affected by the flash flood disaster, especially in the Aceh Tamiang area.
Analisis Keterlambatan Penerbitan Certificate of Pratique (COP) Kapal Asing pada Karantina Kesehatan Banten oleh PT. Bahari Tirta Jaya Cabang Banten Elman Syahputra Silitonga; Syarifur Ridho; Dina Rispianti
KALAO'S MARITIME JOURNAL Vol 6 No 2 (2025): Desember: Kalao’s Maritime Journal
Publisher : Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69754/kalaos.v6i2.147

Abstract

This study aims to identify the factors causing delays in the issuance of the Certificate of Pratique (COP) for foreign vessels and to review the standard procedures applicable at the Banten Health Quarantine through the role of PT. Bahari Tirta Jaya Banten Branch. The COP is a critical document certifying that a vessel has met health requirements and is permitted to have contact with the shore (berthing/stevedoring). The research method employed is field research through direct observation at the port and library research involving laws, regulations, and relevant port literature. The research findings indicate that delays in COP issuance are caused by several primary factors, including: (1) incomplete ship administrative documents, (2) quarantine procedures requiring additional inspections, (3) poor ship hygiene conditions, (4) limited human resources within the quarantine office, and (5) technical constraints in the quarantine information system. These delays have a significant impact on ship berthing schedules, the efficiency of loading and unloading processes, and potential financial losses for shipping companies. This study recommends the need for improved coordination between ship agents and Health Quarantine authorities, evaluation of procedural efficiency, and strengthening of information system resources to ensure smooth services within the Banten Port area.
PENGURUSAN PERPANJANGAN SHIP SANITATION CONTROL EXEMPTION CERTIFICATE (SSCEC) DAN MEDICINE CHEST PADA KANTOR KARANTINA KESEHATAN BATAM OLEH PT. PUTRA SAMUDERA INTI BATAM Eka Fransiska; Dina Rispianti; Irma Handayani; Nanda Ramadani
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.222

Abstract

Dalam makalah ini, penulis membahas tentang proses pengurusan perpanjangan perizinan pengendalian sanitasi kapal (SSCEC) dan perizinan kotak medis kapal (Medicine Chest). Kedua perizinan ini sangat penting untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pelayaran internasional. SSCEC adalah sertifikat yang menunjukkan bahwa kapal telah diperiksa dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat. Sertifikat Medicine Chest juga menunjukkan ketersediaan dan kelayakan obat-obatan dan alat kesehatan di atas kapal. Kedua sertifikat ini berlaku selama enam bulan, dan mereka harus diperpanjang secara berkala. Proses perpanjangan melibatkan pengajuan permohonan melalui Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (Sinkarkes), pemeriksaan sanitasi oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), serta verifikasi kelengkapan dan kondisi peralatan medis di kapal. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji prosedur, tantangan, dan solusi dalam pengurusan perpanjangan kedua sertifikat tersebut, dengan fokus pada implementasi regulasi nasional dan internasional, serta peran koordinasi antara pemilik kapal, agen pelayaran, dan otoritas kesehatan pelabuhan. Penelitian makalah ini menggunakan metode penilitian Field Research (Metode Lapangan) dan Libary Research (Metode Perpustakaan). Hasil kajian diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan dalam proses perpanjangan sertifikat, guna mendukung pelayaran yang aman dan sehat.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENERBITAN MEDICAL CHEST DI BALAI BESAR KEKARANTINAAN BELAWAN OLEH PT. PELAYARAN SEMESTA SEJAHTERA LESTARI BELAWAN Syarifur Ridho; Dina Rispianti; Fadiyah Hani Sabila; Arthur Rafael Nababan
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 2 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i2.250

Abstract

Abstrak. Penerbitan Medical Chest merupakan salah satu persyaratan penting dalam menjamin keselamatan dan kesehatan awak kapal sesuai dengan ketentuan pelayaran nasional maupun internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Standar Operasional Prosedur (SOP) penerbitan Medical Chest di Balai Besar Kekarantinaan Belawan yang dilaksanakan oleh PT. Pelayaran Semesta Sejahtera Lestari Belawan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses penerbitan, serta mengevaluasi efektivitas implementasi SOP tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan field research melalui observasi langsung serta library research melalui studi literatur dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerbitan Medical Chest meliputi penunjukan keagenan kapal, persiapan dokumen, penginputan data melalui sistem SINKARKES, pembayaran PNBP, hingga penerbitan sertifikat oleh Balai Besar Kekarantinaan Belawan. Implementasi SOP mampu meningkatkan ketertiban administrasi, transparansi, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti kelengkapan dokumen, koordinasi antarinstansi, dan optimalisasi sistem digital. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi, serta pengembangan sistem pelayanan berbasis digital guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerbitan Medical Chest di masa mendatang.