Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Efisiensi Biaya Operasional Kendaraan Dinas Menggunakan Metode Activity Based Costing (ABC) Aghi Fauzan Fadhillah; Elga Elfrida Syarif Hidayatullah; Soleh Soleh; Muhammad Akhdiyatul Aein; Saleh Purnama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas utama dan cost driver yang memengaruhi biaya operasional kendaraan dinas, menghitung biaya operasional kendaraan per kilometer menggunakan metode Activity-Based Costing (ABC), serta menganalisis potensi distorsi biaya yang muncul apabila perusahaan menggunakan metode pembebanan biaya tradisional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus pada sebuah perusahaan manufaktur plastik di Kabupaten Karawang. Data diperoleh melalui dokumentasi biaya operasional kendaraan dan wawancara dengan pihak yang terlibat dalam pengelolaan armada. Analisis dilakukan melalui identifikasi cost pool, penentuan cost driver, pembebanan biaya menggunakan Activity-Based Costing, serta perbandingan dengan metode biaya tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya operasional kendaraan dibentuk oleh tiga aktivitas utama, yaitu mobilisasi kendaraan, pemeliharaan kendaraan, dan pengelolaan pengemudi. Aktivitas mobilisasi menjadi penyerap biaya terbesar dengan proporsi biaya sebesar Rp101.040.165 dari total biaya operasional Rp114.206.000. Perhitungan ABC menghasilkan biaya operasional yang berbeda pada setiap kendaraan, yaitu berkisar antara Rp14.155/km hingga Rp17.227/km. Perbandingan dengan metode tradisional menunjukkan bahwa ABC menghasilkan informasi biaya yang lebih representatif karena mencerminkan konsumsi aktivitas aktual setiap kendaraan. Selain itu, metode tradisional menimbulkan distorsi biaya berupa undercosting dan overcosting pada beberapa kendaraan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan ABC dapat meningkatkan akurasi informasi biaya dan mendukung pengelolaan armada kendaraan yang lebih efektif.
Analisis Penggunaan QRIS dan E-Wallet terhadap Pendapatan UMKM Mitra E-Commerce di Pasar Minggu Pagi Galuh Mas Kabupaten Karawang Novia Chandra Dewi; Reafailla Bintara Syahputri; Najma Khoirotun Nisa; Inyoman Irfan Maulana; Muhammad Akhdiyatul Aein
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11308

Abstract

Transformasi digital telah mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan electronic wallet (e-wallet) sebagai bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembayaran digital tidak hanya mempermudah proses transaksi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. Meskipun demikian, pengaruh penggunaan pembayaran digital terhadap pendapatan UMKM masih menunjukkan hasil yang beragam sehingga memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman pelaku UMKM mitra e-commerce di Kabupaten Karawang dalam memanfaatkan QRIS dan e-wallet serta mengidentifikasi perannya terhadap pendapatan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 16 pelaku UMKM yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS dan e-wallet memberikan manfaat berupa kemudahan transaksi, percepatan proses pembayaran, kemudahan pencatatan, dan peningkatan kenyamanan pelanggan. Namun, penggunaan pembayaran digital belum menjadi faktor utama yang menentukan peningkatan pendapatan usaha. Informan menilai bahwa kualitas produk, strategi pemasaran, pelayanan kepada pelanggan, dan inovasi usaha memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap perkembangan pendapatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembayaran digital berperan sebagai faktor pendukung yang memperkuat aktivitas bisnis, sedangkan peningkatan pendapatan UMKM bergantung pada integrasi antara pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan usaha yang efektif.
Analisis Strategi Promosi Digital Travel Umroh dalam Meningkatkan Keputusan Pembelian Jemaah Pipi Sopiah; Muhammad Akhdiyatul Aein; Dedi Sudrajat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11736

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan strategi pemasaran pada berbagai sektor jasa, termasuk penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Persaingan yang semakin ketat antar biro perjalanan umrah menuntut perusahaan untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi yang efektif dalam menarik minat calon jemaah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi digital travel umrah dalam meningkatkan keputusan pembelian jemaah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui pengumpulan data dari berbagai jurnal ilmiah, buku, serta dokumen yang relevan mengenai digital marketing dan pemasaran jasa perjalanan ibadah umrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi digital yang dilakukan melalui media sosial, content marketing, testimoni jemaah, website resmi, dan komunikasi interaktif mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Kepercayaan tersebut menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian karena calon jemaah membutuhkan informasi yang akurat, transparan, dan mudah diakses sebelum menentukan pilihan. Selain itu, konsistensi penyampaian konten yang edukatif, pelayanan yang responsif, serta penyampaian legalitas perusahaan turut memperkuat citra perusahaan di mata masyarakat. Dengan demikian, strategi promosi digital tidak hanya berfungsi sebagai media pemasaran, tetapi juga sebagai sarana membangun hubungan jangka panjang dengan calon jemaah melalui peningkatan kredibilitas dan kualitas komunikasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi biro perjalanan umrah dalam mengembangkan strategi promosi digital yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
ANALISIS PENGARUH PROMOSI MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN FRIED CHIKEN DI KARAWANG TIMIR : Manajemen Pemasaran Muhammad Hilmi; Ahmad Ridwan; Abdul Rojak; Muhammad Akhdiyatul Aein; Saleh Purnama
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi digital mendorong pelaku usaha memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Namun, efektivitas promosi media sosial terhadap keputusan pembelian masih menunjukkan hasil yang beragam sehingga perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi media sosial terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk ayam goreng di Karawang Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 156 pengguna aktif media sosial yang mengonsumsi produk ayam goreng di Karawang Timur, dengan penentuan sampel menggunakan rumus Lemeshow. Karena data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen, analisis dilakukan menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara media promosi sosial dan keputusan pembelian konsumen (p<0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa promosi media sosial yang dilakukan belum mampu mendorong keputusan pembelian secara efektif. Rendahnya efektivitas promosi dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara visual promosi dengan kondisi produk yang diterima konsumen sehingga menurunkan kepercayaan dan niat pembelian ulang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa promosi media sosial belum memberikan pengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk ayam goreng di Karawang Timur. Implikasinya, pelaku usaha perlu meningkatkan kualitas, akurasi, dan kredibilitas konten promosi agar mampu membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan efektivitas pemasaran digital.
Pengaruh Strategi Pemasaran Digital terhadap Minat dan Perilaku Pembelian Konsumen pada UMKM Olahan Bandeng di Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang Ara Nazra Nur Ramadani; Ayu Amelia; Denisa Astiani; Muhammad Akhdiyatul Aein; Heri Susanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12651

Abstract

Strategi pemasaran digital berperan penting bagi UMKM, termasuk pengolahan bandeng di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, yang memiliki potensi besar dengan produksi tambak mencapai 7.182ton pada 2022. Meskipun demikian, pemanfaatan pemasaran digital oleh pelaku UMKM setempat belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas konten dan promosi digital (X1) serta interaksi dan kepercayaan melalui media digital (X2) terhadap minat dan perilaku pembelian konsumen (Y). Metode kuantitatif dengan desain korelasional diterapkan pada 74 responden yang diperoleh melalui kuesioner. Indikator variabel independen mengacu pada Achidah dkk., sementara variabel dependen mengacu pada model Kotler dan Keller. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, univariat, Kruskal-Wallis, dan Wilcoxon. Hasil menunjukkan seluruh instrumen valid dan reliabel dengan rata-rata skor variabel X1 sebesar 4,16, X2 sebesar 4,18, dan Y sebesar 4,13 yang seluruhnya berkategori tinggi. Uji Kruskal-Wallis memperoleh signifikansi 0,192 (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan signifikan minat dan perilaku pembelian berdasarkan usia. Uji Wilcoxon menunjukkan tidak ada perbedaan peringkat signifikan antara Y dengan X1 (sig. 0,315) maupun Y dengan X2 (sig. 0,229), mengindikasikan pola jawaban responden yang seimbang dan konsisten. Strategi pemasaran digital yang berkualitas, interaktif, dan berbasis kepercayaan terbukti penting dalam mendorong minat beli konsumen, sehingga temuan ini dapat menjadi acuan pengembangan UMKM berbasis potensi lokal yang berkelanjutan melalui kolaborasi sinergis antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha.
Literasi Keuangan, Financial Technology, dan Perilaku Menabung Mahasiswa: Kajian Literatur Faizal Nuril Hakim; Ari Rizal; Mangoloi Saputra; Naylufar Ashilatun Nazihah; Muhammad Akhdiyatul Aein
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12975

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi keuangan dan financial technology dalam membentuk perilaku menabung mahasiswa serta memahami relevansinya bagi mahasiswa di Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Literatur dipilih dari artikel jurnal, prosiding, dan sumber akademik yang relevan dengan tiga fokus utama, yaitu literasi keuangan, financial technology, dan perilaku menabung mahasiswa. Proses kajian dilakukan melalui identifikasi, seleksi, pengelompokan, analisis, dan sintesis temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi keuangan berperan sebagai fondasi dalam membantu mahasiswa memahami kondisi keuangan, menentukan prioritas, mengendalikan pengeluaran, dan mengalokasikan dana untuk kebutuhan jangka panjang. Sementara itu, financial technology memberikan kemudahan akses dan sarana digital dalam melakukan transaksi, mengelola dana, serta mendukung aktivitas menabung. Namun, kemudahan teknologi juga dapat mempercepat konsumsi apabila tidak diimbangi kemampuan mengelola keuangan dan pengendalian diri. Perilaku menabung mahasiswa dengan demikian terbentuk melalui interaksi antara kemampuan finansial, lingkungan sosial, dan perkembangan teknologi keuangan. Bagi mahasiswa di Kabupaten Karawang, temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan literasi keuangan dan kecakapan finansial digital agar layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara produktif dan bertanggung jawab. Kajian ini merekomendasikan edukasi keuangan yang aplikatif melalui penyusunan anggaran, penetapan tujuan keuangan, pengendalian konsumsi digital, serta pemanfaatan layanan keuangan digital untuk membangun kebiasaan menabung secara konsisten dan mendukung kesiapan finansial dalam menghadapi kebutuhan jangka panjang.