Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH)

INOVASI PRODUK KEKINIAN MAGIC (MAKANAN ACE GRIM ICE CREAM) Farid Fathurrahman; Dini Fitria Silma; Fitria Nur Erawati; Inas Fadhilah Alya Fa’iza; Maslika Maslika; Khojanah Hasan
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.07 KB)

Abstract

“MAGIC” merupakan kue grim tradisional yang di inovasi menjadi kue grim yang lebih kekinian dan dapat diminati oleh semua kalangan. Hal yang lebih mendukung dalam pembuatan kue ini adalah adanya inovasi produk yang biasanya di isi dengan selai kacang, kini kami berinovasi dengan isian es krim yang belum pernah ada di pasaran. Pelaksanaan program terbagi menjadi 6 tahapan yaitu persiapan dalam bahan baku serta alat dan bahan untuk produk, produksi, penjualan, menjalin kerjasama dengan mitra, penawaran ke daerah-daerah sekitar, dan pengembangan di rana online. Penjualan kami membidik target pasar yaitu para pelajar dan mahasiswa, dan pecinta olahan es krim. Adapun strategi pemasaran yang diterapkan adalah Rapid Penetration, yaitu menetapkan harga produk yang rendah dan kegiatan promosi yang tinggi. Tahap kerja sama kami bekerja sama dengan  Owlgelato sebagai penyuplai es krim. Pada tahap menawarkan, kami menarget di daerah Desa Ardimulyo dan sekitarnya, dan tahap pengembangan pasar di rana online dibentuknya sosial media Instagram serta WhatsApp bisnis sebagai penunjang pengembangan pasar. “MAGIC” inovasi bisnis kue grim dengan isian es krim pertama di Indonesia di bidang kuliner yang prospektif dan berkelanjutan, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan makanan modern namun ada sisi tradisionalnya sebagai upaya mengatasi permasalahan para pedagang khususnya penjual kue grim dan penjual es krim.
HAICE MORINGA(HEALTH OF ICE CREAM) INOVASI PRODUK OLAHAN DAUN KELOR (MORINGA) SEBAGAI PROSPEK BISNIS MAHASISWA YANG MENJANJIKAN Citra Bella Nikita; Khojanah Hasan; Siti Nur Aini; Deny Kurniawan; Shella Anggun Merdiana
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.604 KB)

Abstract

Makanan dan minuman saat ini sudah menjadi hal yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya yaitu mengenai es krim. Bukan hanya anak kecil, namun remaja sampai orang dewasa pun sekarang sudah menggemarinya. Namun, es krim yang saat ini beredar belum tentu dapat dijamin kandungan gizinya. Maka dari itu diperlukan sebuah inovasi baru untuk mengembangkan es krim sehingga dapat bersaing di pasar modern, yaitu “HaIce Moringa” es krim sehat yang terbuat dari daun kelor. Disini es krim tersebut diolah menjadi makanan dengan inovasi baru sehingga dapat diterima disemua kalangan masyarakat dengan harga dan kualitas yang terjamin.
OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS UMKM TAHU BAKSO “SAMBEL GABBER (SG)” DI KELURAHAN DINOYO KOTA MALANG Dwi Anggarani; Gunarianto Gunarianto; Khojanah Hasan
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM tahu bakso, khususnya “Tahu Bakso “Sambel Gabber”  di Kelurahan Dinoyo selama pandemi covid 19  berupaya cukup keras  agar  kontinuitas usahanya tetap terjaga. Permasalahan UMKM Tahu Bakso Sambal Gabber sebagai Mitra, sebagai berikut: 1) permasalahan aspek manjerial, 2) permasalahan tatakelola keuangan/pembukuan, 3) permasalahan aspek teknologi produksi, 4) permasalahan aspek marketing. Solusi yang telah disepakati, sebagai berikut: 1) pelatihan dan pendampingan membuat struktur organisasi dan standar operasional prosedur (SOP), 2) Implementasi penerapan teknologi terbarukan melalui implementasi penggunaan mesin produksi, 3) pelatihan dan pendampingan laporan keuangan sederhana berbasis anggaran tersistematis berstandart siklus akuntansi UMKM. Metode pelaksanaannya dimana UMKM Tahu Bakso Sameal Gabber sebagai Mitra, turut diskusi untuk memberikan informasi tentang berbagai persoalan dan menyampaikan kesulitan yang dihadapi terkait keterbatasan/minimnya alat/mesin untuk menunjang proses produksi penggiling daging. Hasil dari kegiatan ini: 1) mitra mampu memahami dan menerapkan aspek manajerial, aspek tatakelola keuangan/pembukuan, aspek teknologi produksi, dan aspek marketing  yang telah diikuti selama  pelatihan dan  pendampingan 2) publikasi  ilmiah  sebagai luaran  pada Jurnal Pengabdian Masyarakat.
PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA Elysabeth Permatasari; . Sopanah; Khojanah Hasan
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.795 KB)

Abstract

Pembangunan yang bersifat partisipatif, dan transparansi sebagai bentuk program pemerintah yang menjadikan desa mandiri dengan adanya Alokasi Dana Desa (ADD). Dana ADD yang digunakan sebesar 30% untuk biaya operasional Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) 70% untuk pemberdayaan masyarakat dan Pemerintah Desa. Tujuan dari penelitian mendiskripsikan dan menganalisis berdasarkan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban serta faktor penghambat mengenai ADD. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan metode analisis Sugiyono. Hasil penelitian menunjukkan bahwaPerangkat Desa masih memerlukan pembinaan tentang sosialisasi dan administrasi pengelolaan keuangan desa untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang peraturan dan perundang-undangannya. Faktor penghambat berupa kualitas sumber daya manusia dalam hal pengetahuan dan pemahaman Undang- Undang Desa dan kurangnya pelatihan dan pendampingan perangkat desa.