Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET DAN STATUS GIZI PADA PASIEN RAWAT JALAN DISPEPSIA DI RSUD dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE Hamid, Fahmi Abdul; Amra, Nizmawaty
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.612 KB) | DOI: 10.32763/juke.v7i2.80

Abstract

Abstract : Dyspepsia is a collection of complaints / clinical symptoms consist of pain in the upper abdomen persistent or relapsing. In 2004, dyspepsia ranks 15th on the list of 50 diseases with the highest hospitalization respondents in Indonesia with a proportion of 1.3% and ranks 35th of the 50 leading causes of death. From the research, it was found that of the 171 public hospitals in Indonesia, there are 40% of respondents stated that the food provided does not meet the nutritional adequacy. Other studies mention of 10 Hospitals in Jakarta, as many as 797 respondents (43%) stated that the quality of food served poorly. Based on research conducted at the General Hospital of dr. H. Chasan Boesoirie Ternate In 2010, the prevalence of dyspepsia incidence rate for inpatient 512 respondents (11%), outpatient 571 respondents (12.27%). While in 2011 the rate of prevalence of dyspepsia to hospitalization 752 respondents (18%) and outpatient 961 respondents (23%). This type of research is penilitian deskiptif corelational analytic approach to study and look at the relationship between diet and nutritional status of compliance. This research was conducted in respondents Dyspepsia in hospital outpatient dr.H.Chasan Boesoirie Ternate for 3 months, ie from July to September 2013. The population in this study were all respondents in the hospital outpatient dyspepsia. dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. (100%) of the respondents of people with dyspepsia do not adhere to the recommended diet. Most respondents of people with dyspepsia have a normal nutritional satus based (IMT) (55.6%). There is a significant association between diet and nutritional status of compliance with rhit value 0.518> 0.38 rtabel singnifikan at the level of 0.001 <0.5.
IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI(E.coli) DAN VIBRIOsp PADA IKAN ASAP DI KOTA TERNATE Ali, Nur M; Amra, Nizmawaty; Hamid, Fahmi Abdul
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.765 KB) | DOI: 10.32763/juke.v9i02.63

Abstract

Abstract : Ikan merupakan salah satu komoditas pangan yang mempunyai sifat mudah mengalami kerusakan (perisable), karena kandungan zat gizi seperti protein (18-30%) dan air yang cukup tinggi (70-80%) dimana merupakan media yang baik bagi perkembangan bakteri pembusuk maka ikan perlu dilakukan penanganan.Pengawetan ikan dengan cara pengasapan dapat mengurangi pertumbuhan bakteri. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan keracunan dan dicurigaiterdapat pada ikan asap antara lain bakteri Escherichia coli (E.coli) dan Vibriosp.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri E.colidan VibrioSppada ikan asap diKota Ternate. Jenis penelitian yang digunakan Deskiptif dengan pendekatancross sectional.Populasi penelitian ini adalah seluruh pedagang yang menjual ikan asap di Kota Ternate.Sampel dalam penelitian ini adalah ikan asap yang di jual di Kota Ternate yang bersumber dari Kota Ternate, Kota Tidore dan Halmahera Selatan sebanyak 10 sampe dengan teknik Simple RandomSampling. .Hasil analisis menunjukkan bahwa,sebanyak 6 sampel (60/%) dinyatakan negatif mengandung E.coli dengan angka paling memungkinkan (APM/g) <3. Berdasarkan sumber sampel S1, S4, S6, S9 berasal dari Kota Ternate, sedangkan Sampel S5 dan Sampel S7 berasal dari Kota Tidore dan Kabupaten Halmahera Selatan. 4 sampel (40%) positif mengandung E.colidengan angka paling memungkinkan (APM) bervariasi yaitu sampel S2 dengan APM 240/gram, sampel S3 dengan APM 150/gram, sampel S8 dengan APM 1100/gram dan sampel S10 dengan APM 43/gram. Sedangkan untuk uji VibrioSpseluruh sampel(100%)tidak mengandung bakteri VibrioSp. Disimpulkan bahwa6 sampel dinyatakan negatif mengandung E.coli, 4 sampel positif mengandung E.coli dan seluruh sampel tidak mengandung bakteri VibrioSp.
PERILAKU KEAMANAN PANGAN DENGAN KUALITAS IKAN ASAP DI PASAR KOTA TERNATE Fahmi Abdul Hamid
Jurnal Riset Kesehatan Vol 7, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.48 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v7i1.3276

Abstract

Fish is one of food comodity which is perishable, because of it high nutrient content such as protein (18-30%) and water (70-80%), as are their effects as a good media to multiply the rotten bactery. The aim of this study is to recognize the association of food safety behaviour with the Cakalang Smoked Fish in Ternate’s market. This is a quantitative study with the correlational approach. The research was conducted in Ternate’s city on November until December 2017. Total sample of this study are 30 samples with Simple Random Sampling method. Food safety behaviour was evaluated using the reliable and valid checklist while smoked fish quality was evaluated using the SNI 01-2332.1-2006 method.This study showed that the average of food sanitation behaviour was 2,7083 with the deviation standart ±3,55200. Based on microbiologically asessment, data showed that 25 samples was categorized negatively or was not contamined by Escherichia Coli  bactery and 5 samples was categorized positively or was contamined by Escherichia Coli  bactery. The average score of contamination is 4,5333 APM/g with the deviation standart ±2,28619 APM/g. The correlation method of statistic result showed a positive correlation between food safety behaviour and the smoked fish quality at p 0,01 less than α 0,05  and the correlation score is 0,507**. This study conclude a correlation between food safety behaviour and the smoked fish quality. It suggest to make a food safety training and to continue the research about the hygiene of equipment that was used by the cakalang smoked fish seller microbiologically.Key word : Behaviour, Food Safety, Smoked Fish Quality
EFFECT EXTRACT FRUIT PALA (NUTMEG) AS AN ALTERNATIVE PRESERVATION FOR QUALITY OF CAKALANG FUFU FISH Fahmi Abdul Hamid
Jurnal Riset Kesehatan Vol 9, No 1 (2020): MAY 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.78 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v9i1.5650

Abstract

Nutmeg flesh becomes limba during the harvest season. To increase the benefits and economic value, nutmeg which is antibacterial in nature can be processed and developed into alternative preservatives. The purpose of this study was to determine the effect of nutmeg extract as an alternative employee to the quality of fufu cakalang fish (smoked cakalang fish). This type of quantitative research is a randomized block design. The total sample is 9 units, consisting of 3 treatments and 3 blocks, with a simple random sampling technique.test E Coli with SNI method and organoleptic test with score method. Data were analyzed with the help of a computer. Fufu cakalang fish scores were organoleptically 1000 grams of nutmeg extract and 500 grams were 8 and the control group score was 7. The average growth of E Coli in the control group was 4.6667 ± 2.08167 and the treatment of 500 grams of the average contamination or growth of microbes E Coli. 0.6667  ± 1,15470.growth E Coli occurred on the sixth day and increased on the ninth day of storage. One way ANOVA statistical test, between the treatment groups of 1000 grams, 500 grams and the control group showed that there were differences in the growth of microbiology E coli with a calculated F value of 10.118 significant at p 0.012 less than 0.05. It was concluded that the administration of nutmeg extract can provide differences in the growth of E Coli.
FISIKOKIMIA DAN KANDUNGAN VITAMIN C PADA BUAH TOME-TOME (FLACOURTIA INERMIS) KOTA TERNATE Sitti Salmiyah A.B; Fahmi Abdul Hamid; Rif'atul Amini
Jurnal LINK Vol 13, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.014 KB) | DOI: 10.31983/link.v13i1.2187

Abstract

Buah tome-tome (Flacourtia inermis) berbunga pada bulan Januari hingga Februari dan buahnya mulai muncul beberapa bulan kemudian. Sebagai bahan makanan yang dimanfaatkan oleh masyarakat, buah tome-tome harus diketahui nilai gizi yang terkandung pada buah tersebut, sehingga nilai gizi yang terdapat pada buah tome-tome menjadi informasi bagi masyarakat. Tujuan penelitian untuk  mengetahui fisikokimia dan kandungan vitamin C pada buah tome-tome. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di  Laboratorium  Kimia Program  Studi  Gizi  Poltekkes  Ternate  dan  Laboratorium  Universitas  Khairun  Ternate pada bulan Mei sampai November 2016. Populasi seluruh buah tome-tome sebagai unit analisis. Sedangkan sampel seluruh unit realisasi  dari  proses analisis. Pengujian  fisikokimia menggunakan metode Analisis  Proksimat (SNI 01-2891-1992) yang terdiri dari: pengujian Kadar Air Total dengan metode termogravimetri dan pengujian Kadar Lemak Total dengan metode soxhletasi. Sedangkan pengujian vitamin C menggunakan metode spektrofotometer UV vis. Hasil pengujian kandungan vitamin C sampel menunjukkan bahwa berdasarkan  pengujian,  rataan  kandungan  vitamin  C buah tome-tome merah lebih  besar (1.48 g/L  atau 148 mg/100  gram  sampel)  dibandingkan  dengan tome-tome hitam (0.67 g/L atau 67 mg/100 gram sampel). Hal ini menunjukkan tome-tome merah sangat potensial dikembangkan sebagai pangan lokal sumber vitamin C.
IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI(E.coli) DAN VIBRIOsp PADA IKAN ASAP DI KOTA TERNATE: IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI(E.coli) DAN VIBRIOsp PADA IKAN ASAP DI KOTA TERNATE Nur M Ali; Nizmawaty Amra; Fahmi Abdul Hamid
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.765 KB) | DOI: 10.32763/juke.v9i02.63

Abstract

Abstract : Ikan merupakan salah satu komoditas pangan yang mempunyai sifat mudah mengalami kerusakan (perisable), karena kandungan zat gizi seperti protein (18-30%) dan air yang cukup tinggi (70-80%) dimana merupakan media yang baik bagi perkembangan bakteri pembusuk maka ikan perlu dilakukan penanganan.Pengawetan ikan dengan cara pengasapan dapat mengurangi pertumbuhan bakteri. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan keracunan dan dicurigaiterdapat pada ikan asap antara lain bakteri Escherichia coli (E.coli) dan Vibriosp.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri E.colidan VibrioSppada ikan asap diKota Ternate. Jenis penelitian yang digunakan Deskiptif dengan pendekatancross sectional.Populasi penelitian ini adalah seluruh pedagang yang menjual ikan asap di Kota Ternate.Sampel dalam penelitian ini adalah ikan asap yang di jual di Kota Ternate yang bersumber dari Kota Ternate, Kota Tidore dan Halmahera Selatan sebanyak 10 sampe dengan teknik Simple RandomSampling. .Hasil analisis menunjukkan bahwa,sebanyak 6 sampel (60/%) dinyatakan negatif mengandung E.coli dengan angka paling memungkinkan (APM/g) <3. Berdasarkan sumber sampel S1, S4, S6, S9 berasal dari Kota Ternate, sedangkan Sampel S5 dan Sampel S7 berasal dari Kota Tidore dan Kabupaten Halmahera Selatan. 4 sampel (40%) positif mengandung E.colidengan angka paling memungkinkan (APM) bervariasi yaitu sampel S2 dengan APM 240/gram, sampel S3 dengan APM 150/gram, sampel S8 dengan APM 1100/gram dan sampel S10 dengan APM 43/gram. Sedangkan untuk uji VibrioSpseluruh sampel(100%)tidak mengandung bakteri VibrioSp. Disimpulkan bahwa6 sampel dinyatakan negatif mengandung E.coli, 4 sampel positif mengandung E.coli dan seluruh sampel tidak mengandung bakteri VibrioSp.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET DAN STATUS GIZI PADA PASIEN RAWAT JALAN DISPEPSIA DI RSUD dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE: HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET DAN STATUS GIZI PADA PASIEN RAWAT JALAN DISPEPSIA DI RSUD dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE Fahmi Abdul Hamid; Nizmawaty Amra
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.612 KB) | DOI: 10.32763/juke.v7i2.80

Abstract

Abstract : Dyspepsia is a collection of complaints / clinical symptoms consist of pain in the upper abdomen persistent or relapsing. In 2004, dyspepsia ranks 15th on the list of 50 diseases with the highest hospitalization respondents in Indonesia with a proportion of 1.3% and ranks 35th of the 50 leading causes of death. From the research, it was found that of the 171 public hospitals in Indonesia, there are 40% of respondents stated that the food provided does not meet the nutritional adequacy. Other studies mention of 10 Hospitals in Jakarta, as many as 797 respondents (43%) stated that the quality of food served poorly. Based on research conducted at the General Hospital of dr. H. Chasan Boesoirie Ternate In 2010, the prevalence of dyspepsia incidence rate for inpatient 512 respondents (11%), outpatient 571 respondents (12.27%). While in 2011 the rate of prevalence of dyspepsia to hospitalization 752 respondents (18%) and outpatient 961 respondents (23%). This type of research is penilitian deskiptif corelational analytic approach to study and look at the relationship between diet and nutritional status of compliance. This research was conducted in respondents Dyspepsia in hospital outpatient dr.H.Chasan Boesoirie Ternate for 3 months, ie from July to September 2013. The population in this study were all respondents in the hospital outpatient dyspepsia. dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. (100%) of the respondents of people with dyspepsia do not adhere to the recommended diet. Most respondents of people with dyspepsia have a normal nutritional satus based (IMT) (55.6%). There is a significant association between diet and nutritional status of compliance with rhit value 0.518> 0.38 rtabel singnifikan at the level of 0.001 <0.5.
IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI(E.coli) DAN VIBRIOsp PADA IKAN ASAP DI KOTA TERNATE Nizmawaty Amra; Nur M. Ali; Fahmi Abdul Hamid
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/zwv83t61

Abstract

Ikan merupakan salah satu komoditas pangan yang mempunyai sifat mudah mengalami kerusakan (perisable), karena kandungan zat gizi seperti protein (18-30%) dan air yang cukup tinggi (70-80%) dimana merupakan media yang baik bagi perkembangan bakteri pembusuk maka ikan perlu dilakukan penanganan.Pengawetan ikan dengan cara pengasapan dapat mengurangi pertumbuhan bakteri. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan keracunan dan dicurigaiterdapat pada ikan asap antara lain bakteri Escherichia coli (E.coli) dan Vibriosp.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri E.colidan VibrioSppada ikan asap diKota Ternate. Jenis penelitian yang digunakan Deskiptif dengan pendekatancross sectional.Populasi penelitian ini adalah seluruh pedagang yang menjual ikan asap di Kota Ternate.Sampel dalam penelitian ini adalah ikan asap yang di jual di Kota Ternate yang bersumber dari Kota Ternate, Kota Tidore dan Halmahera Selatan sebanyak 10 sampe dengan teknik Simple RandomSampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa,sebanyak 6 sampel (60/%) dinyatakan negatif mengandung E.coli dengan angka paling memungkinkan (APM/g) <3. Berdasarkan sumber sampel S1, S4, S6, S9 berasal dari Kota Ternate, sedangkan Sampel S5 dan Sampel S7 berasal dari Kota Tidore dan Kabupaten Halmahera Selatan. 4 sampel (40%) positif mengandung E.colidengan angka paling memungkinkan (APM) bervariasi yaitu sampel S2 dengan APM 240/gram, sampel S3 dengan APM 150/gram, sampel S8 dengan APM 1100/gram dan sampel S10 dengan APM 43/gram. Sedangkan untuk uji VibrioSpseluruh sampel(100%)tidak mengandung bakteri VibrioSp. Disimpulkan bahwa 6 sampel dinyatakan negatif mengandung E.coli, 4 sampel positif mengandung E.coli dan seluruh sampel tidak mengandung bakteri VibrioSp.
MACKEREL SCADS AND TUNA LIVER MEATBALL: AN INNOVATIVE SNACK, SOURCE OF PROTEIN AND IRON FOR CHILD FOOTBALL PLAYERS Hamid, Fahmi Abdul; Hardinsyah, Hardinsyah; Setiawan, Budi; Riyadi, Hadi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3340

Abstract

Pemenuhan zat gizi yang optimal bagi anak sekolah sepak bola untuk menunjang kebugaran dan ketahanan fisik. Pemanfaatan sumber pangan lokal seperti ikan layang (Decapterus sp) dan tuna yang melimpah di perairan Maluku Utara, menawarkan potensi besar dalam pengembangan kudapan bergizi. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan formula, mengevaluasi mutu organoleptik, dan menganalisis kandungan gizi kudapan berbahan ikan layang dan hati tuna. Penelitian ini menggunakan tiga jenis tepung (tapioca, tepung sagu dan tepung maizena) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebanyak 30 panelis agak terlatih dilibatkan dalam pengujian organoleptik. Produk kudapan terpilih, dianalisis kandungan protein total, asam amino, lemak total, karbohidrat, dan zat besi. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan IBM SPSS versi 25. Uji Kruskal-Wallis untuk analisis mutu organoleptik dari tiga formula. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada warna kudapan (p>0,05), namun terdapat perbedaan signifikan pada aroma, rasa, dan tekstur di antara tiga perlakuan tepung (p<0,05). Kudapan terpilih mengandung 18,29% karbohidrat, 7,64% lemak, 18,68 gram protein, 216,66 kkal energi, dan 3,49 mg zat besi per 100 gram. Asam amino esensial didominasi oleh lysine, valine, dan isoleucine. Formula satu dengan tepung tapioka menjadi pilihan terbaik berdasarkan penerimaan panelis terhadap rasa, warna, tekstur, dan aroma. Kebaruan dari kudapat ini terletak pada penambahan hati tuna untuk meningkatkan zat besi. Kandungan sumber protein dan zat besi mendukung pemenuhan kecukupan gizi bagi anak sekola sepak bola. 100 gram kudapan mendukung 26,62% protein dan 29,08 % zat besi dalam pemenuhan kecukupan gizi harian anak sekolah sepak bola usia 13-15 tahun.