Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

METODOLOGIISTINBATH MUHAMMADIYAH DAN NU: (KAJIAN PERBANDINGAN MAJELIS TARJIH DAN LAJNAH BAHTSUL MASAIL) Jamal, Mulyono; Aziz, Muhammad Abdul
IJTIHAD Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Friksi antara simpatisan Muhammadiyah dan NU, terutama di level masyarakat akar rumput, adalah kenyata- an yang diakui hampir oleh semua simpatisannya. Memang di dasawarsa terakhir ini, fenomena itu kian pudar. Namun, jika tidak disikapi dengan bijak, bukan mustahil ia justru menjadi bom waktu yang kapan saja ledakannya akan mengguncang ketentraman masyarakat. Yang menarik untuk dicermati adalah bahwa hampir sebagian besar perbedaan pemikiran antara keduanya, di mana ia menjadi penyebab utama friksi di atas, adalah berada di tataran al-umur al-far’iyyah, alias permasalahan cabang, bukan permasalahan pokok (al-umur al-ushuliyyah). Padahal, model perbedaan semacam itu adalah hal wajar dan Rasulullah SAW sendiri sudah mengikrarkan ke- beradaannya; ikhtilafu ummati rahmah. Tulisan ini mencoba untuk memformulasikan bentuk sesungguhnya dari dua pemikiran organisasi agama terbesar di Indonesia tersebut. Dengan memahami beberapa bilik persamaan (wajhu al- ittifaq) dan perbedaan (wajhu al-ikhtilaf) pemikiran antara Majelis Tarjih yang dalam hal ini mewakili Muhammadiyah dan Lajnah Bahtsul Masail yang masih anak struktural NU, maka diharapkan berkontribusi dalam menjaga eratnya tali kerukunan di antara umat Islam di Indonesia.
ضرورة الاجتهاد في العصر الحاضر Jamal, mulyono
IJTIHAD Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ijtihad.v8i1.2591

Abstract

Di era yang serba cepat berubah membutuhkan kesegaran bersikap dalam segala macam situasi yang terjadi. Tuntutan seperti ini memkasa umat islam untuk mengetuk pintu ijtihad yang selama beberapa abad sudah tertutup rapat, agar dapat dibuka lagi demi dilakukannya revitalisasi ijtihad di tengah kehidupan kaum muslimin yang harus berhadpan dengan dampak derasnya arus zaman modern yang tak terbendung lagi. Menjadi sebuah keniscayaan bahwa ijtihad telah menjadi solusi dari buntunya dan kejumudan pemikiran umat yang biasa berpusar pada jawaban-jawaban bersifat klasik yang diberikan para ulama dan fuqoha terdahulu terhadap persoalan yang muncul di zaman dan budaya lokalnya. Untuk itu mentradisikan berijtihad di masa seperti sekarang ini adalah suatu hal yang lumrah karena sesuai dengan kebutuhan. Formula ijtihad yang diusung oleh para ulama saat inipun tak jauh berbeda dengan sebelumnya, namun menitikberatkan pada maqashid syariah atau hikmah dibalik dibumikannya suatu ketetapan hukum Islam. Dengan mengacu kepada kemaslahatan yang berdimensi rasa adil dan rahmatan lil’alamin, maka ijtihad yang dikembangkan bersifat humanis tanpa meninggalkan akar syariat yang menjadi tsawabit dari perubahan (mutaghayyirat) yang terus berlangsung sepanjang waktu, Urgensi Ijtihad di masa ini dan mendatang tak terbantahkan lagi, mengingat umat islam sangat haus dengan jawaban dan fatwa-fatwa dinamis yang diharapkan akan menjadipedoman bagi tata laksana kehidupan duniawi untuk meraih kebahagiaan ukhrawi.
Timur Tengah dan Ekonomi Syariah: Studi Empiris terhadap Perkembangan Ekonomi Syariah di Timur Tengah Latifah, Nur Azizah; Jamal, Mulyono
AL-FALAH : Journal of Islamic Economics Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alfalah.v4i1.591

Abstract

Purpose: This study is intended to identify how the practice and development of Islamic economics in the Middle East - the Arabian Peninsula.Design / Method / Approach : This study begins with a process of historical reading of economic activity and how the Islamic economy is the norm applied by economic institutions. In drawing conclusions, this study intensely uses historical facts as the source and foundation of conceptualization and equity of study findings.Findings : Development of a Sharia Economy in the Middle East Before the birth of the oil era at the beginning of the 20th, the main Gulf region was on the southern coast, acting as a liaison to Indian markets from the West and Somalia from the East. One of them is Aden, a natural port of Yemen, where ships from Ethiopia and India dock. The eastern path through the coast of the southern Arabian peninsula and up to the Persian bay is a link through the sea from Yemen to Iraq and transmits by land to Sham. On the track, traders crossed the Yemeni, Iraqi, Palmyra and Syrian markets. In each region they sell commodities that are not there and also buy commodities in the region to be brought to other regions. Because of a number of factors, for the time being, the economic development of the region is arguably stagnant and escaped world attention. Along with the development of science and technology in the early twentieth century, the need for fuel oil began to increase.Originality /Novelty: This article is not only a reference, but also a copy that can be used as a historical foundation to understand the development of Islamic economics in Middle Eastern friends.
PERAN FINANCIAL TECHNOLOGY DALAM MENGHIMPUN DANA ZAKAT, INFAQ DAN SEDEKAH SERTA KONTRIBUSINYA DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI INDONESIA Jamal, Mulyono; Putri, Nurmalasari Mulia; Zahro’, Khurun’in
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i1.18290

Abstract

Financial technology (Fintech) is present as a solution in distributing zakat funds, which is predicted to reduce poverty levels. However, so far it is still not optimal. This causes a reduction in public knowledge and awareness of fintech. This research aims to analyze the role of financial technology in collecting ZIS funds and its contribution to overcoming poverty in Indonesia. This type of research is descriptive qualitative with a literature study approach. The results of this research show that financial technology can maximize ZIS fund collection. This is proven by the increasing number of muzakki and infaq and alms donors so that they can be distributed to those in need.
THE CONCEPT OF WAQF FROM WORLDVIEW THEORY: The Study of Sharia-Philosophy Amrullah, Khasib; Jamal, Mulyono; Cahyo, Eko Nur; Khakim, Usmanul; Zahro', Khurun'in
Ulul Albab: Jurnal Studi Islam Vol 23, No 1 (2022): Islamic Law and Economic
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ua.v23i1.15694

Abstract

This article describes the structure of the waqf concept from a worldview theory perspective. Worldview is simply a fundamental belief system concerning God, reality, man and truth, ethics, etc.; which serves as a guide for human life. A person's worldview will determine his behavior and actions. The next question is what kind of belief concept makes someone willing to do waqf? This article is a literature review that employs qualitative data with a philosophical approach. The data analysis method employs content analysis of data sources from the library. The result shows that the worldview analysis on waqf is a concept that was emerging from the Islamic worldview whose emergence was supported by various other fundamental concepts such as God, Prophets, Revelation, and Sharia (religion). It proves that the structure of the waqf concept is not as simple as handing over the property to Allah for the benefit of others. The peculiarity of such waqf concept seems impossible to be affirmed by the secular Western worldview, which is unable to affirm the concept of revelation, the Prophet, and religion. It also proves that the philosophical foundation of a waqf concept built on an Islamic worldview is very consistent, solid, and even has a broad spectrum that spans the worldly and the hereafter visions simultaneously.
Penerapan Prinsip Kehatian Hatian ( Prudential Banking Principle ) Dalam Akad Pembiayaan Pada Perbankan Syariah Dalam Tinjauan Sadd Dzari’ah Kamaluddin , Imam; Topandi Harahap, alfiansyah; Jamal, Mulyono
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 4 No. 1 (2022): (Maret 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v4i1.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip kehati hatian (prudential banking principle) yang terdapat di dalam hukum perbankan di Indonesia yang ditinjau dalam sadd dzari’ah. Di dalam Undang Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang perbankan mewajibkan seluruh lembaga perbankan untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam seluruh fasilitasnya baik dalam pemberian pembiayaan dan dalam aspek internal perbankan. Dalam perbankan syariah pemberian akad pembiayaan sangat diminati oleh masyarakat, namun, sejatinya akad pembiayaan sangat rentan akan risiko yang terjadi baik akan risiko eksternal maupun internal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan studi kepustakaan ( library research) dengan menghasilkan suatu kesimpulan bahwasanya penerapan prinsip kehati- hatian pada sektor perbankan bertujuan untuk menjaga tingkat kesehatan bank, dengan begitu maka kondisi bank akan selalu sehat, liquid dan solvent. Karna menjaga kepercayaan masyarakat merupakan suatu keharusan yang wajib dilaksanakan oleh perbankan. Dikarenakan Sektor perbankan merupakan suatu bisnis yang menjanjikan suatu keuntungan yang besar dan penuh resiko, dibutuhkan suatu model pengelolaan yang baik dan prudent dalam setiap aktivitasnya khususnya dalam pembiayaan yang membutuhkan dana yang besar yang berasal dari tabungan maupun deposito, yang rawan akan perilaku menyimpang ( moral hazard) dan adverse selection. Oleh karena itu penerapan prinsip prudential banking principle dengan dimaksudkan untuk mencegah segala sesuatu jalan menuju kerusakan adalah sesuai dengan hukum islam dan dalam kajian ushul fiqh yaitu sadd dzari’ah.
Halal Certification for MSEs in Indonesia: How Business Duration Drives Legal Awareness Maulana, Hartomi; Labolo, Sultan Nanta Setia Dien; Jamal, Mulyono; Syamsuri, Syamsuri
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.22907

Abstract

Halal certification is mandatory for all Micro and Small Enterprises (MSEs) in Indonesia. Despite the vast number of MSEs, totaling 64.2 million as of February 2023, only about 20% have obtained halal certification. This study investigates the influence of legal awareness on halal certification registration among Indonesian MSEs and examines the moderating role of business duration. Using Structural Equation Modeling (SEM) with a quantitative approach, the study assessed the impact of legal awareness constructs (knowledge, understanding, attitudes, and behavior) on halal certification awareness among 333 MSE respondents, with business duration included as a moderator. The findings revealed that legal knowledge, understanding, attitudes, and behavior did not significantly affect halal certification awareness, whereas business duration had a significant positive impact. Additionally, the moderation analysis demonstrated that business duration significantly influenced the relationship between legal understanding and halal certification awareness. The results suggest that experience, rather than legal comprehension, drives halal certification awareness among Indonesian MSEs. The study offers insights for policymakers to support longer-running businesses and simplify certification processes to increase halal certification rates among MSEs. Future research should consider using larger, more diverse samples and incorporating qualitative methods to gain a comprehensive understanding of MSEs’ motivations and challenges in obtaining halal certification.======================================================================================================== ABSTRAK – Sertifikasi Halal untuk UKM di Indonesia: Peran Durasi Usaha dalam Mendorong Kesadaran Hukum. Sertifikasi halal diwajibkan bagi seluruh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Indonesia. Meskipun jumlah UKM mencapai 64,2 juta per Februari 2023, hanya sekitar 20% yang telah memperoleh sertifikasi halal. Penelitian ini mengkaji pengaruh kesadaran hukum terhadap pendaftaran sertifikasi halal di kalangan UKM Indonesia dan menguji peran moderasi durasi usaha. Menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menguji dampak konstruk kesadaran hukum (pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku) terhadap kesadaran sertifikasi halal di antara 333 responden UKM, dengan durasi usaha dimasukkan sebagai variabel moderator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan hukum, pemahaman, sikap, dan perilaku tidak secara signifikan mempengaruhi kesadaran sertifikasi halal, sementara durasi usaha memiliki dampak positif yang signifikan. Lebih lanjut, analisis moderasi menunjukkan bahwa durasi usaha secara signifikan mempengaruhi hubungan antara pemahaman hukum dan kesadaran sertifikasi halal. Hasil ini menunjukkan bahwa pengalaman akan mendorong kesadaran sertifikasi halal di kalangan UKM Indonesia. Temuan ini memberikan pencerahan bagi pembuat kebijakan untuk lebih mendukung usaha-usaha yang telah berjalan lama dan menyederhanakan proses sertifikasi bagi UKM. Penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan penggunaan sampel yang lebih besar dan beragam serta menggabungkan metode kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai motivasi dan tantangan UKM dalam memperoleh sertifikasi halal.
PERAN FINANCIAL TECHNOLOGY DALAM MENGHIMPUN DANA ZAKAT, INFAQ DAN SEDEKAH SERTA KONTRIBUSINYA DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI INDONESIA Jamal, Mulyono; Putri, Nurmalasari Mulia; Zahro’, Khurun’in
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i1.18290

Abstract

Financial technology (Fintech) is present as a solution in distributing zakat funds, which is predicted to reduce poverty levels. However, so far it is still not optimal. This causes a reduction in public knowledge and awareness of fintech. This research aims to analyze the role of financial technology in collecting ZIS funds and its contribution to overcoming poverty in Indonesia. This type of research is descriptive qualitative with a literature study approach. The results of this research show that financial technology can maximize ZIS fund collection. This is proven by the increasing number of muzakki and infaq and alms donors so that they can be distributed to those in need.
إدارة الوقف الزراعي لمعهد دار السلام كونتور بعقد الإجارة والمزارعة على تحليل سواوت: The Management of Waqf Fields at Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Based on Ijarah and Muzara’ah Contract: SWOT Analysis Jamal, Mulyono; Wibowo, Hendri Setiyo; Zahro', Khurun'in; Cahyo, Eko Nur
IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 14 No. 1 (2025): April
Publisher : Department of Sharia Economics Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/iqtishoduna.v14i1.2617

Abstract

Efforts to manage agricultural waqf lands are the right step towards increasing the productivity of waqf lands. This study aims to determine the management of the agricultural waqf of the Universitas Darussalam Gontor through lease and sharecropping contracts. This is a qualitative field study conducted at the Universitas Darussalam Gontor, Indonesia. In collecting data, the researcher used observation, interviews, and documents, which were then analyzed using the SWOT approach. The results of this study show that the agricultural endowment management of the Universitas Darussalam Gontor through lease contracts is located in the areas of Fonoroko, Madiun, Kediri, Nganjuk, and Jember, while its management through sharecropping contracts is located in the Mantingan area. The management of agricultural endowments through lease and sharecropping contracts for the Universitas Darussalam Gontor helps the community's economy and welfare because the price of agricultural endowment leases is lower than other agricultural prices.
Multi-Service Ijarah Contract for Umrah Financing: Analysis of Its Compliance with DSN-MUI Fatwa Lahuri, Setiawan bin; Jamal, Mulyono; Zahro’, Khurun’in; Nugraheni, Nuriwanda Azizah
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i1.35424

Abstract

Umrah merupakan salah satu ibadah yang membutuhkan biaya yang cukup besar dari masyarakat luar negeri Arab untuk dapat berkunjung ke Makkah. Di Indonesia, terdapat beberapa perusahaan pembiayaan yang menyediakan pembiayaan bagi jamaah umrah. Akan tetapi, prosedur pembiayaan tersebut masih menjadi pertanyaan karena terkait dengan kepatuhannya terhadap syariat Islam. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang pembiayaan umrah yang dijalankan oleh AMITRA FIFGroup dan kepatuhannya terhadap fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Penelitian ini mengungkap bahwaModel pembiayaan tersebut telah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No. 44/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Pembiayaan Multijasa. Hal ini terlihat dari penetapan ujrah yang dilakukan AMITRA FIFGroup Indonesia tidak menggunakan persentase melainkan nominal. Selain itu, AMITRA FIFGroup Indonesia tidak menggunakan kafalah, melainkan ijarah multijasa dalam pembiayaan umrah.Abstrak:Umroh adalah jenis ibadah yang membutuhkan dana yang tidak sedikit bagi orang-orang dari luar negara Arab untuk mengunjungi Makkah. Di Indonesia, perusahaan pembiayaan menawarkan pembiayaan untuk jamaah umrah. Namun, prosedur pembiayaan tersebut masih dipertanyakan, karena terkait dengan kepatuhan terhadap syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembiayaan umroh yang dioperasikan oleh AMITRA FIFGroup dan kesesuaiannya dengan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembiayaan tersebut telah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No. 44/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Pembiayaan Multijasa. Hal ini dapat dilihat dari penetapan ujrah yang dilakukan oleh AMITRA FIFGroup Indonesia tidak menggunakan persentase tetapi menggunakan nominal. Selain itu, AMITRA FIFGroup Indonesia tidak menggunakan akad kafalah, melainkan ijarah multijasa dalam pembiayaan umroh.