Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Fuzzy ServQual pada Analisis Mutu Layanan Administrasi Lathifatul Aulia; Ratri Wulandari; Zakaria Bani Ikhtiyar
E-Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Akuntansi STIE Semarang (SNMAS) Vol 3 No 1 (2023): STIESEM 2023 (International Webinar & Call for Paper) “Utilization of Technology
Publisher : STIE Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlu kita ketahui bersama bahwa setiap aspek pelayanan administrasi dapat diketahui tingkat kepuasaan kinerja salah satunya pelayanan administrasi kependudukan untuk melayani masyarakat. Berdasarkan penelitian ini penulis dapat mengetahui aspek pelayanan yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan melalui nilai gap yang diperoleh dalam perhitungan. Gap analysis adalah metode pengukuran untuk mengetahui kesenjangan antara kinerja dari suatu variabel dengan harapan pengguna layanan terhadap variabel tersebut. Penelitian ini, penulis menggunakan Metode fuzzy service quality untuk menganalisa kepuasan pelayanan administrasi kependudukan serta menggunakan Metode Importance Performance Analysis untuk mengukur hubungan antara persepsi pengguna layanan dan prioritas peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan. Dalam Metode Importance Performance Analysis terdapat 2 perhitungan dalam menentukan gap analysis yaitu mencari tingkat kesuaian dan diagram kartesius. Hasil dari proses perhitungan menunjukkan bahwa ada indikator-indikator yang harus dilakukan perbaikan atau peningkatan layanan administrasi kependudukan sesuai dengan prioritasnya.
Klasterisasi Jurusan SMK Untuk Peningkatan Kerjasama Antara BLK Dengan SMK Di Blora Adiyah Mahiruna; Alya Masitha; Lathifatul Aulia; Arista Fitri Diana; Rowiyani; Alvin Muslikhun; Mukhlidin
Jurnal Atma Inovasia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v6i3.12810

Abstract

The Minister of Primary and Secondary Education (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, emphasized the new policy direction for the development of Vocational High School (SMK) education. The Minister explained that future SMK graduates are expected to have not only diplomas, but also skills certificates that support their competitiveness and readiness in the world of work. The Ministry of Primary and Secondary Education (Kemendikdasmen) is collaborating with the Ministry of Manpower to establish Vocational Training Centers (BLK). The Community BLK Program is a government effort to increase the distribution of job training institutions. Higher Education Institutions (PT) in Indonesia are also given certain authorities to provide and organize study programs at various levels (diploma, bachelor's, master's, doctoral, specialist profession) according to the capabilities of each PT and industry needs. The ITESA Muhammadiyah Semarang team of community service lecturers will bridge the competency clustering in SMK with the clustering of human resource needs in the industry.