Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI KEBANGSAAN DALAM PENGABDIAN MASYARAKAT DI DESA OGOTUA MELALUI KEGIATAN LOMBA 17 AGUSTUS HUT RI KE-80 Moh Wahyu; Irawati Irawati; Fadila M. Iksan; Santriana Santriana; Saiful Saiful; Amanda Octaviani; Evayulianti Evayulianti; Muh. Khaerul Ummah BK; Ayu Lestari; Muhammad Iqbal; Masrin Gafar; Nursifa Nursifa; Eka Liow; Abdul Wahid Safar
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i1.1174

Abstract

The community service activity through the implementation of the Independence Day competitions in Ogotua Village was carried out as an effort to foster nationalism while strengthening social cohesion in commemorating the 80th Anniversary of Indonesia’s Independence. The background of this initiative lies in the concern over the declining patriotic spirit among the younger generation, influenced by globalization and the lack of awareness of national values. Therefore, the Independence Day competitions serve as a strategic medium to revive unity, sportsmanship, and solidarity. The program consisted of several stages, including committee formation, technical meetings, equipment preparation, competition implementation, and a closing ceremony with prize distribution. The results showed a high level of enthusiasm from the community as well as full support from village officials. The competitions—such as mini soccer, women’s volleyball, fun walks, gymnastics, and marching—successfully created an atmosphere of togetherness and joy while strengthening patriotic values. Thus, this activity not only served as annual entertainment but also as a character-building medium and reinforcement of nationalism that should be preserved in the future.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENANGANI BAHAYA HEWAN TERNAK YANG MERUSAK PEKARANGAN WARGA Charla M Supu Charla; Nursam Nursam; Sahrul Sahrul; Eka Liow; Abd. Razak Musahib
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i4.1273

Abstract

Permasalahan hewan ternak yang dibiarkan berkeliaran di lingkungan permukiman sering menimbulkan konflik dan kerugian bagi masyarakat, khususnya akibat kerusakan pekarangan, tanaman pertanian, dan fasilitas milik warga. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat serta penguatan peran pemerintah desa dalam menciptakan tata kelola pemeliharaan hewan ternak yang tertib dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemerintah desa dan masyarakat mengenai dampak serta langkah-langkah penanganan hewan ternak yang berkeliaran dan merusak pekarangan warga, sekaligus merumuskan solusi yang dapat diterapkan secara bersama. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Ogolali pada tanggal 25 Juli 2025 dengan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, pemilik ternak, dan warga. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, identifikasi permasalahan, serta penyusunan kesepakatan bersama mengenai penertiban dan pengelolaan hewan ternak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan ternak, tanggung jawab pemilik hewan, serta perlunya aturan yang mengatur keberadaan ternak di lingkungan permukiman. Kegiatan juga menghasilkan komitmen pemerintah desa dan masyarakat untuk mendorong penerapan Peraturan Desa (Perdes) tentang penertiban hewan ternak sebagai instrumen pengendalian dan pencegahan kerusakan pekarangan warga. Kesepakatan bersama tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih tertib, aman, dan kondusif serta mengurangi potensi konflik antara pemilik ternak dan masyarakat. Keberlanjutan program melalui sosialisasi Perdes, pengawasan bersama, dan penerapan sanksi yang disepakati diharapkan dapat memperkuat kepatuhan masyarakat terhadap tata kelola hewan ternak di Desa Ogolali