Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Masyarakat Pesisir Tentang Pelayanan Adminstrasi Publik di Dusun Salu Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Ayu Lestari; Daniati Hi Arsyad; Andi Nur’aini; Nursifa Nursifa; Muhammad Iqbal; Abdul Wahid Safar
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 1, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v1i2.254

Abstract

Wilayah Pesisir di dusun Salu Kelurahan Nalu merupakan salah satu wilayah yang terisolir, sebagian besar masyarakatnya masih belum mendapatkan akses informasi yang cukup dalam mendukung proses pelayanan administrasi publik yang baik, karena faktor tingkat pendidikan yang rendah sebagian besar masyarakatnya belum memahami alur dan proses terkait pelayanan  administrasi. Untuk  memberikan pemahaman bagi masyarakat wilayah pesisir dusun Salu terkait proses pelayanan dan penyelenggaraan pelayanan administrasi publik. Langkah yang paling tepat adalah mensosialisasikan kepada masyarakat terkait pelayanan administrasi publik.  Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan Pada Hari Selasa, Tanggal 06 Desember tahun 2022. Bertempat di dusun Salu Kelurahan Nalu. Kegiatan ini dilakukan dengan cara bertemu langsung kepada masyarakat untuk menyampaikan materi sosialisasi. Adapun hasil dari sosialisasi tim PKM menunjukkan bahwa masyarakat sudah paham tentang pelayanan administrasi publik, dan diharapkan setelah sosialisasi ini dilakukan dapat meningkatkan partisipasi serta menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat pesisir untuk tertib administrasi.   
IMPLEMENTASI NILAI KEBANGSAAN DALAM PENGABDIAN MASYARAKAT DI DESA OGOTUA MELALUI KEGIATAN LOMBA 17 AGUSTUS HUT RI KE-80 Moh Wahyu; Irawati Irawati; Fadila M. Iksan; Santriana Santriana; Saiful Saiful; Amanda Octaviani; Evayulianti Evayulianti; Muh. Khaerul Ummah BK; Ayu Lestari; Muhammad Iqbal; Masrin Gafar; Nursifa Nursifa; Eka Liow; Abdul Wahid Safar
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i1.1174

Abstract

The community service activity through the implementation of the Independence Day competitions in Ogotua Village was carried out as an effort to foster nationalism while strengthening social cohesion in commemorating the 80th Anniversary of Indonesia’s Independence. The background of this initiative lies in the concern over the declining patriotic spirit among the younger generation, influenced by globalization and the lack of awareness of national values. Therefore, the Independence Day competitions serve as a strategic medium to revive unity, sportsmanship, and solidarity. The program consisted of several stages, including committee formation, technical meetings, equipment preparation, competition implementation, and a closing ceremony with prize distribution. The results showed a high level of enthusiasm from the community as well as full support from village officials. The competitions—such as mini soccer, women’s volleyball, fun walks, gymnastics, and marching—successfully created an atmosphere of togetherness and joy while strengthening patriotic values. Thus, this activity not only served as annual entertainment but also as a character-building medium and reinforcement of nationalism that should be preserved in the future.
OPTIMALISASI PERAN ADMINISTRASI PUBLIK DALAM PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KABINUANG, KECAMATAN DAMPAL UTARA Taufik Riski; Nursifa Nursifa
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i3.1195

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Desa Kabinuang, Kecamatan Dampal Utara. Hal ini terjadi karena kurangnya koordinasi perangkat desa, lemahnya pengelolaan administrasi, dan rendahnya keterlibatan masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melihat bagaimana peran administrasi publik desa dapat diperbaiki agar program pencegahan stunting lebih efektif. Kegiatan dilakukan menggunakan metode participatory action research melalui pelatihan aparatur desa, pendampingan program gizi, dan diskusi bersama warga serta pemangku kepentingan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perangkat desa tentang pengelolaan program, perbaikan dalam perencanaan kegiatan, dan terbentuknya forum koordinasi yang lebih baik. Masyarakat juga lebih aktif terlibat, terutama dalam pemantauan gizi balita. Kesimpulan kegiatan ini adalah, jika administrasi publik diperkuat dengan pendekatan partisipatif, program pencegahan stunting dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Keluarga Dalam Pelayanan Penyandang Disabilitas Berat Di Kota Tolitoli Muhammad Iqbal; Mohammad Sawir; Ayu Lestari; Masrin Gafar; Nursifa Nursifa; Daniati Hi. Arsyad; Syarif Makmur
TOLIS MENGABDI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tm.v4i1.1620

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge, attitudes, and skills of PKH beneficiary families (KPM) in providing inclusive services for family members with severe disabilities. Using a family-based participatory approach, the intervention included the socialization of the P2K2 Social Welfare Disability Session module, practical simulations (role-play), reflective discussions, and follow-up mentoring conducted in Dadakitan Village, Buntuna Village, and Nalu Subdistrict with 373 participants. Data collection was conducted through pre-post questionnaires, observations, and short interviews; analysis was descriptive and triangulative. Results showed an increase in knowledge in 82% of participants, a change in attitude to be more empathetic in 76% of participants, more than 70% of participants were able to practice basic skills of disability-friendly services, and 90% expressed a commitment to implementing and disseminating these practices in their respective environments. The findings indicate that experiential learning and the involvement of local facilitators are effective in strengthening the capacity of families as primary service agents. It is recommended to expand the program's reach, strengthen collaboration with the Social Services and rehabilitation institutions, and provide post-activity assistance to ensure sustainability and integration of results into local policies.