Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Shrimp Product Innovation in Smart Fisheries Village Kombading, Jembrana, Bali Anis Khairunnisa; I Gusti Ayu Budiadnyani; Siluh Putu Sri Dia Utari; Desy Febrianti; Iftachul Farida; Ika Astiana; Pinky Natalia Samanta; Resti Nurmala Dewi; Fenny Crista Anastasia Panjaitan; Mahaldika Cesrany; Medal Lintas Perceka; Made Tisna Adhi Bharata; Ni Made Anggun Pradnyani Putri
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v4i1.7174

Abstract

Kombading village is Smart Fisheries Village (SFV) area from Shrimp Cluster of Devisa Village under Jembrana Marine and Fisheries Polytechnic and Indonesian Export Financing Institute Denpasar guidance. This technical guidance aims to supporting one of SFV concept development as priority program of Blue Economy based by Ministry of Marine and Fisheries. The technical guidance attended by 20 participants from Processing and Marketing groups of Mina Jaya Pertiwi (10 person) and teachers-parent of Early Childhood Education School Darul Ulum Kombading. There are 3 substances was given to participants i.e. (1) benefits of consuming the fish product, (2) shrimp products diversification (crispy shrimp head, fried shrimp meatball, and shrimp head broth powder), and (3) introduction of PIRT Certification for home industry products. Sensory evaluation shows that crispy shrimp head and fried shrimp meatball needs improvement in texture and appearance. Moreover, this technical guidance was able to increase participants knowledge significantly (p<0,05).
Kajian Manajemen Risiko K3 pada Proses Produksi Pemindangan Ikan di Sentra Pengolahan Kusamba I Gusti Ayu Budiadnyani; I Ketut Sumandiarsa; I Made Aditya Nugraha; Siluh Putu Sri Dia Utari; Ika Astiana; Iftachul Farida; Pinky Natalia Samanta; Mahaldika Cesrany; Anis Khairunnisa; Medal Lintas Perceka; Putri Yuliana Masrin
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i3.625

Abstract

Sentra Pengolahan Ikan Kusamba merupakan pusat industri pemindangan tradisional yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Klungkung. Namun, proses produksinya masih memiliki berbagai potensi risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama akibat paparan panas, penggunaan peralatan konvensional, serta kondisi kerja yang belum ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber bahaya, menilai tingkat risiko kerja, dan menentukan upaya pengendalian menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 15 pekerja pada setiap tahapan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perebusan memiliki risiko tertinggi (84,42%), diikuti penyiangan (74,03%), sementara pengemasan dan pendinginan tergolong risiko rendah. Sebanyak 73,3% pekerja telah menggunakan APD, namun kepatuhan dan ketersediaannya masih perlu ditingkatkan. Faktor risiko dominan meliputi lingkungan kerja panas dan lembap (60%), keterbatasan APD (26,67%), kerusakan peralatan (20%), serta tata letak kerja yang kurang aman (26,67%). Meskipun seluruh pekerja telah mengikuti pelatihan K3, penerapannya masih bersifat individual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem K3 melalui penyusunan SOP, peningkatan APD, pengawasan rutin, serta perbaikan fasilitas kerja untuk mendukung keselamatan, produktivitas, dan keberlanjutan industri.