St Rajiah Rusydi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM PADA PESERTA DIDIK MELALUI METODE PEMBIASAAN Munirah Munirah; Andi Amiruddin; Atika Ahmad; St Rajiah Rusydi
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 2, No 01 (2022): IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembiasaan tidak akan sempurnah jika tidak di iringi dengan metode metode keteladanan . karena anak didik selain melakukan kebiasaan, juga perlu adanya seorang figure yang di jadikan contoh untuk di tiru. secara psikologis anak senang meniru, tida saja yang baik-baik yang jelek pun ditirunya, dan secara psikologis pula manusia membutuhkan tokoh teladan dalam hidup. disinilah letak relevansi dan keterkaitan antara metode keteladanan dengan metode pembiasaan,artinya pendidik tidak hanya berbica ( memerintah ) tetapi juga harus mampu menjadi teladan yang baik bagi anak. Internalisasi  nilai-nilai Agama Islam melalui pembiasaan misalkan dalam bidang akhlak yaitu dengan jalan membiasakannya untuk bertingkah laku dan beraklak baik seperti ; kejujuran, adil, berlaku benar, memelihara lidah, tidak dusta, yang kesemuanya itu dapat bermanfaat untuk membentuk pribadi muslim anak.                         Dalam hal ini orang tua asuh atau pendidik harus mampu memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari maka dalam diri sang anak akan tertanam kepribadian yang baik. contoh, si anak terbiasa menerima perilaku adil  dan di biasakan berbuat adil, maka dalam diri pribadi anak akan tertanam rasa keadilan dan akan menjadi salah satunya unsur pribadinya. Dalam bidang ibadah yaitu dengan membiasakan setiap harinya sholat wajib lima waktu berjamaah dan membiasakan sholat sunnah baik sholat sunnah rawatib maupun sholat malam, serta membiasakan setiap senin dan kamis berpuasa sunnah. dengan begiru anak akan terbiasa melaksanakan syariat Islam dalam dirinya akan tertanam  pribadi yang baik. tidak lupa pula sebagai pendidik juga harus memberi contoh terhap apa yang mereka anjurkan. 
Peranan TK/TPA Binaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sinjai dalam Mempertahankan Budaya Kearifan Lokal Baca Tulis Alquran “Mallepu” di abad 21 Satriani Is, Sitti; Ratnawati; Elli; St Rajiah Rusydi; Mutmainnah; Rusli Malli
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 11 No. 1 (2022): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v15i01.5868

Abstract

Peranan TK/TPA Binaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sinjai dalam Mempertahankan Budaya Kearifan Lokal Baca Tulis Alquran “Mallepu” di abad 21, yang melatar belakangi penelitian tersebut melihat bahwa di abad 21 lahir berbagai macam metode baca tulis Al-quran baik terbitan buku panduan seperti buku Iqra, maupun berbagai macam bentuk apliksi baca-tulis Alquran, mengakibatkan metode “Mallepu” sebagai kearifan lokal di kabupaten sinjai kurang diminati, padahal melihat dari sejarah penggunaan metode mallepu tersebut banyak melahirkan qori/qoriah yang memiliki bacaan sesuai kaidah tajwid, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peranan pimpinan daerah Kabupaten Sinjai dalam mempertahnkan kearifan Lokal budaya baca tulis Al-Quran di abad 21. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan menitiberatkan pada studi kasus sebagai sebuah penentuan terhadap penelitan yang mengedepankan proses wawancara dengan menggunakan pertanyaan terkait. Luaran pada penelitian tersebut adalah menghasilkan jurnal terakreditasi Nasional sinta 3. Hasil penelitian menujukkan bahwa metode mallepu sebagai metode kearifan lokal di kabupaten sinjai masi tetap di gunakan, dan di jaga eksistensinya, meski dalam proses aplikasi proses pengajaran santri di TK-TPA masjid binaan Muhammadiyah di kombinasikan dengan metode lain, dalam proses pengajaran, Muhammadiyah sebagai organisasi yang membina beberapa masjid yang ada di kabupaten sinjai turut mendukung dengan kombinasi metode tersebut dengan harapan bahwa motode mengaji mallepu sebagai kearifan lokal tidak putus regenerasinya, yang secara historis metode mallepu merupakan metode yang diakui sebagai satunya metode dahulu kala yang melahirkan qori-qoriah bertaraf lokal, nasional bahkan Internasional.