Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Islam dalam UU SISDIKNAS No 20 Tahun 2003 Ilham Tompunu; Muhammad Sujai; Nana Rohana; St. Rajiah Rusyidi
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demografi pelajar muslim di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, menuntut perlunya adopsi paradigma baru dalam sistem pendidikan. Pentingnya totalitas kebijakan pemerintah terhadap pendidikan Islam menjadi krusial untuk dikembangkan di lingkup pendidikan negeri. Diperlukan implementasi kurikulum yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan pelajar muslim dalam proses pembelajaran, serta perhatian khusus terhadap sarana, prasarana, dan tenaga pendidik agar proporsional dengan jumlah pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pendidikan Islam dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, dengan jenis penelitian kepustakaan dan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan terhadap literatur-literatur yang membahas pendidikan Islam dan UU Pendidikan atau UU Sisdiknas. Melalui teknik pengumpulan data dan analisis deskriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa: (1) Pendidikan Islam harus tetap eksis dalam ruang lingkup pendidikan nasional, dan (2) UU Sisdiknas memberikan jaminan terhadap keberadaan pendidikan Islam. Perkembangan ini menunjukkan urgensi peningkatan peran dan dukungan bagi pendidikan Islam di Indonesia
Pendekatan Arsitektur Analogi pada Perancangan Islamic Center Leppangang di Kabupaten Pinrang Alif Bastian; Ashari Abdullah; Nana Rohana; Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif; Nurhikma Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14089

Abstract

Islamic Center Lepanggang bertujuan untuk memberikan wadah fisik bagi masyarakat di Kabupaten Pinrang dalam rangka menigkatkan kegiatan ke Islaman dengan pelatihan dan pengembangan manusia atas dasar ajaran agama Islam yang meliputi; ibadah, muamalah, takwa dan dakwa. Perancangan Islamic Center ini menggunakan pendekatan Analogi, memberikan pandangan atau cara menyampaikan pesan agar suatu konsep menjadi lebih mudah untuk diterima akal. Masalah dan pemecahan masalah adalah objek nonreal yang dianalogikan untuk memahami konsep dan definisinya. Perancangan Islamic Center di Kabupaten Pinrang yang terletak di Leppangang Kecamatan Patampanua, dengan luas lahan 60.000m² (6 hektar) dapat menampung 1.500 hingga 2.000 jamaah. Islamic Center Leppagang Ini terletak di tengah-tengah Kabupaten Pinrang. Pendekatan analogi yang digunakan adalah konsep dari kisah Nabi Nuh tentang membuat bahtera besar yang mampu menampung makhluk hidup sehingga selamat dari banjir besar.
Pendekatan Ekologi pada Perancangan Kawasn Wisata Permandian Alam di Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto Muhammad Sofyan; Irnawaty Idrus; Nurhikmah paddiyatu; Sahabuddin Latif; Nana Rohana; Siti Fuadillah A Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14221

Abstract

Pengembangan Pariwisata Kabupaten Jeneponto dapat menjadi referensi bagi seluruh pemangku kepentingan industri pariwisata dan memberikan arah pengembangan yang jelas untuk memposisikan pariwisata Kabupaten Jeneponto di tingkat provinsi dan nasional, yang sama pentingnya untuk mencapai sinergi positif dan menghindari konflik di antara keduanya.Selain itu Pembinaan Pariwisata Kabupaten Jeneponto dapat memberikan tatanan yang jelas dalam pelaksanaan pembangunan kepariwisataan di bidangnya, antara lain mekanisme kerjasama berbagai pemangku kepentingan, siapa yang melakukan apa, baik di instansi pemerintah provinsi maupun kabupaten, dan keterkaitan antar industri dan alangkah baik jika pemangku jabatan lebih memperhatikan tempat wisata di jeneponto yang sebenarnya banyak,tidak kalah dengan destinasi wisata yang ada di Indonesia hanya saja kurangya perhatian dari pemerintah setempat.Dan ini juga salasatu peluang besar untuk Jenenponto bahwasanya Jeneponto bisa bersaing di skala nasional bahkan skala internasional dalam keparawisataan Jika dapat perhatian dari pemerintah setempat.Di samping itu hal -hal tersebut di atas, juga mempertimbangkan perubahan paradigma pembangunan yang sebelumnya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi menjadi pembangunan yang berkelanjutan.Pembangunan berkelanjutan adalah suatu proses pembangunan yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dengan menyelaraskan sumber daya manusia dalam Pembangunan.Untuk bisa merancang Kawasan wisata alam tentunya harus sesuai dengan apa yang ada di lapangan, maka dari itu untuk pengumpulan data bagian menjadi dua yaitu yang pertama:metode opservasi:Dengan melaukan pengamatan langsung terhadap tapak untuk emperoleh informasih dan kondisi tapak dan yang ke dua:metode literatur: metode dengan menkaji data litearatur yang saya Memperoleh dari sumber-sumber tentang kawsan di rumbia untuk mendukung desain dan perancanaan