Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Revitalization of the Traditional Archery Sport Art of Jemparingan through the Unisma House of Culture and Civilization Program: Revitalisasi Seni Olahraga Panahan Tradisional Jemparingan Melalui Program Rumah Budaya dan Peradaban Unisma Nirmala Susanti; Dewa Anjar Wahyudi; Nurul Kholifah; Zahrotunnisa Salsabila; Ifit Novita Sari
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i4.15714

Abstract

Students and university students are potential human resources for the future of the nation that must be processed seriously as assets that must be maintained, educated, and developed. The current era of disruption has challenges in the form of a large flow of globalization with accelerated technology and information, students and college students need to increasingly have the power of focus, peace of mind, and mental toughness to achieve high achievement and noble character. One of the efforts that can be made to achieve these competencies is through the practice of traditional archery sport Jemparingan. In addition, the younger generation also strives to preserve the culture of the archipelago. In the current era of globalization, Jemparingan traditional archery has been neglected by the people who own it. Through the Jemparingan Traditional Archery Sport Art Training program in the House of Culture and Civilization of Unisma, the implementation team wants to introduce the local wisdom of the archipelago to the younger generation. This training applies a service learning method that is in accordance with the consideration of field conditions and needs.
Potensi Cerita Rakyat Berbahasa Kaili dalam Memperkaya Pemerolehan Bahasa Indonesia Nurul Kholifah; Ari Ambarwati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5005

Abstract

Kaili, koleksi Balai Bahasa Sulawesi Tengah dalam memperkaya pemerolehan Bahasa Indonesia. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi pustaka.data dan sumber data dari penelitian ini berupa Kumpulan cerita rakyat kesik yang terdapat tiga cerita rakyat didalamnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu metode dokumentasi dan analisis isi. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis tematik dan analisis kesulitan kosakata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi cerita rakyat koleksi Balai Bahasa Sulawesi Tengah dapat memperkaya pemerolehan Bahasa Indonesia dilihat melalui kekayaan kosakata, keunikan struktuk kalimat dan nila moran dan budaya yang terkandung dalam cerita. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mendalami penyusunan cerita rakyat berbahasa daerah yang berpotensi memperkaya pemerolehan Bahasa Indonesia pada siswa di jenjang sekolah dasar.
Preserving The Majapahit Cultural Heritage in Trowulan Through Innovative Indonesian Language Teaching Materials Nurul Kholifah; Sri Wahyuni; Abdul Rani
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4947.247-264

Abstract

This study aims to develop digital Indonesian language teaching materials incorporating Majapahit culture in Trowulan to strengthen junior high school students’ cultural literacy and character development. The study employed a Research and Development method using the 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The research subjects included Indonesian language teachers, junior high school students, and expert validators consisting of media experts and language/content experts. The research data comprised teacher and student needs analysis data, expert validation data, practicality test data, and effectiveness data. Data were collected through questionnaires, test, and validation sheets. Quantitative data were analyzed using SPSS, while qualitative data were analyzed descriptively to support interpretation. The results indicate that the developed digital teaching materials are valid based on expert evaluation and fall within the practical to very practical categories according to teacher and student responses. The materials demonstrate strengths in content relevance, ease of use, clarity of presentation, and integration of cultural values. Students also showed positive responses in terms of visual attractiveness, comprehension, and perceived usefulness. These findings suggest that integrating Majapahit culture into digital teaching materials supports contextual and meaningful Indonesian language learning. Therefore, the developed materials are feasible and effective as an alternative resource for culture-based learning aligned with the Merdeka Curriculum. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi ajar bahasa Indonesia digital yang menggabungkan budaya Majapahit di Trowulan untuk memperkuat literasi budaya dan pengembangan karakter siswa SMP. Penelitian menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Subjek penelitian meliputi guru bahasa Indonesia, siswa SMP, dan validator ahli yang terdiri dari pakar media dan ahli bahasa/konten. Data penelitian terdiri dari data analisis kebutuhan guru dan siswa, data validasi ahli, data uji kepraktisan, dan data efektivitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner, tes, dan lembar validasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan SPSS, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk mendukung interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar digital yang dikembangkan valid berdasarkan evaluasi ahli dan termasuk dalam kategori praktis hingga sangat praktis sesuai respon guru dan siswa. Materi menunjukkan kekuatan dalam relevansi konten, kemudahan penggunaan, kejelasan penyajian, dan integrasi nilai-nilai budaya. Siswa juga menunjukkan respon positif dari segi daya tarik visual, pemahaman, dan kegunaan yang dirasakan. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan budaya Majapahit ke dalam bahan ajar digital mendukung pembelajaran bahasa Indonesia yang kontekstual dan bermakna. Oleh karena itu, materi yang dikembangkan layak dan efektif sebagai sumber alternatif pembelajaran berbasis budaya yang selaras dengan Kurikulum Merdeka.