Joko Suwignyo
Universitas Ivet

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH VARIASI JENIS BAHAN BAKAR DAN VARIASI CELAH BUSI TERHADAP PERFORMA EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR MATIC HONDA BEAT POP 110 cc TAHUN 2015 Muhammad Khoerul Anwar; Joko Suwignyo; Faizal Fakhri; Muhammad Amri Nurrohman
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v4i1.4600

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi jenis bahan bakar dan variasi celah busi terhadap performa sepeda motor matic honda beat pop 110cc tahun 2015 yang meliputi torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar spesifik (SFC). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda Beat Pop 110 cc Tahun 2015. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan yaitu hasil torsi pada motor Honda beat pop 110 cc terjadi pada putaran mesin 2000 rpm dengan angka 2,55 Nm pada celah busi 0,75 mm dengan menggunakan pertamax. Penggunaan bahan bakar pertamax yang menggunakan variasi celah busi 0,75 mm dapat meningkatkan persentase daya 47%. Dari hasil Daya terbesar sepeda motor Honda beat pop 110cc terjadi pada putaran mesin 6000 rpm dengan angka 0,974 Ph pada celah busi 0,75 mm dengan bahan bakar pertalite penggunaan bahan bakar pertalite yang menggunakan variasi celah busi 0,75 mm dapat meningkatkan persentase daya 19% Hp. Dari hasil penelitian ini hasil SFC terbesar pada sepeda motor Honda beat pop 110cc menggunakan bahan bakar pertamax turbo 5 ml menggunakan variasi celah busi menunjukkan hasil terbaik pada variasi celah busi 0,90 mm yaitu 0.60886 kg/jam pada putaran mesin 8000 rpm. Dari hasil penelitian yang di lakukan variasi celah busi berpengaruh pada gas sisa pembakaran CO (%) dari suatu mesin. Emisi gas buang tertinggi pada penggunaan pertamax sebesar 1,844 pada variasi celah busi 0,50 mm pada putaran mesin 3000 rpm. Emisi CO juga berkurang ketika beban mesin meningkat karena meningkatnya rasio udara bahan bakar dan menghasilkan pembakaran yang lebih baik. Kata kunci: Variasi Jenis Bahan Bakar, Variasi Celah Busi, Perfoma Mesin, Emisi Gas Buang
PENGARUH VARIASI HARDENER DAN WAKTU PENGERINGAN CAMPURAN CLEAR COAT TERHADAP HASIL PENGECATAN ULANG REAR GRIP SEPEDA MOTOR Novi Nur Laeli Qodriyah; Joko Suwignyo; Fahmy Zuhda Bahtiar
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 8 No 1 (2026): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joveat.v8i1.4457

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan menganalisis kualitas hasil pengecatan ulang rear grip sepeda motor yang dipengaruhi variasi volume hardener dan durasi pengeringan oven pada campuran clear coat, serta menguji ketahanan cat terhadap cuaca eksternal. Pendekatan yang digunakan adalah metode eksperimen murni dengan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan volume hardener dalam campuran clear coat berpengaruh signifikan terhadap kualitas akhir pengecatan. Peningkatan kadar hardener terbukti mampu meningkatkan kekuatan daya lekat (adhesion) secara mekanis dan meningkatkan intensitas kekilapan (gloss) permukaan lapisan cat. Di samping itu, variabel waktu pengeringan oven memegang peranan penting terhadap mutu produk. Pengujian membuktikan bahwa variasi waktu pengeringan selama 30 menit menghasilkan kualitas daya lekat paling kuat sekaligus tingkat daya kilap tertinggi dibandingkan variasi durasi lainnya. Namun, karakteristik fisik cat ini sangat dipengaruhi faktor lingkungan luar. Paparan cuaca eksternal dan fluktuasi suhu ekstrem terbukti menjadi pemicu utama kerusakan pada lapisan clear coat. Melalui pengujian lapangan kontinu selama 30 hari dengan fluktuasi suhu udara tertinggi mencapai 60,8°C dan suhu terendah 23,1°C, spesimen mengalami degradasi mutu visual berupa perubahan warna cat yang memudar dari kondisi awal. Kesimpulannya adalah kombinasi volume hardener yang tinggi dengan durasi pengeringan oven selama 30 menit merupakan parameter optimal untuk menghasilkan performa fisik cat terbaik. Kendati demikian, lapisan clear coat terluar tetap dinilai rentan mengalami pemudaran estetika akibat pengaruh perubahan suhu lingkungan yang radikal dalam jangka waktu panjang.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA KELAS XII TKRO 1 SMK PALAPA SEMARANG PADA SISTEM INJEKSI BAHAN BAKAR MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING Adji Muhammad Faizal; Nuraedhi Aprianto; Joko Suwignyo; Rangga Dino Alfian
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 8 No 1 (2026): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joveat.v8i1.4454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode Problem Base Learning dengan menggunakan media alat scanner. Peningkatan dalam kompetensi penggunaan alat scanner untuk troubleshooting unit mobil dengan metode Problem Base Learning diupayakan guna menghasilkan siswa yang mahir dalam menggunakan scanner dengan kecepatan dan ketepatan pembacaan yang optimal. Jenis penelitian ini fokus pada pengembangan keterampilan dan ketepatan dalam penggunaan scanner. Metode Problem Base Learning dianggap sebagai pilihan yang tepat, karena siswa dapat mengembangkan keterampilan penggunaan alat scanner dengan tingkat ketepatan dan kecepatan yang optimal. Hasil penelitian menggunakan metode Problem Base Learning pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Otomotif menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa, sebagaimana terlihat pada setiap indikatornya. Pada pra siklus, presentase hasil belajar mencapai 36%, kemudian meningkat menjadi 50% pada siklus pertama, dan mencapai 86% pada siklus kedua. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Base Learning efektif dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa.