Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : WARTA

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI SEBAGAI SOLUSI KONFLIK PADA HUBUNGAN REMAJA DAN ORANG TUA DI SMK BATIK 2 SURAKARTA Kusuma, Rina Sari
WARTA WARTA LPM Volume 20, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.651 KB) | DOI: 10.23917/warta.v19i3.3642

Abstract

Semakin baik komunikasi keluarga, semakin jarang remaja melakukan kenakalan. Efek positifnya adalah remaja merasa ada yang peduli dengan masalah, kehidupan, dan masa depannya. Sebaliknya, semakin jarang komunikasi di dalam keluarga, maka semakin tinggi pulalah remaja melakukan kenakalan. Hal ini terjadi karena keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.Keluarga adalah dasar bagi kemanusiaan masyarakat. Remaja yang sering memiliki konflik tak terselesaikan dengan orang tuanya berada pada resiko yang tinggi untuk melakukan kenakalan. Adanya konflik di dalam keluarga membuat remaja kehilangan pengalaman personalnya, yang penuh cinta dan adanya tempat bernaung. Konflik terjadi ketika kedua belah pihak mengalami ketidaksepakatan mengenai suatu hal.  Ketika hal itu terjadi maka keahlian resolusi konflik perlu untuk mengatasi perbedaan dan tetap menjalin hubungan yang positif. Ketika komunikasi dan solusi konflik dilihat sebagai sebuah masalah, maka kita harus merujuk pada adanya masalah di dalam hubungan antar pribadinya. Kemampuan untuk menyelesaikan konflik penting bagi semua tahapan perkembangan manusia, karena dapat mengarah pada hubungan yang produktif dan harmonis.  
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI SEBAGAI SOLUSI KONFLIK PADA HUBUNGAN REMAJA DAN ORANG TUA DI SMK BATIK 2 SURAKARTA Rina Sari Kusuma
WARTA LPM WARTA LPM Vol. 20, No. 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v19i3.3642

Abstract

Semakin baik komunikasi keluarga, semakin jarang remaja melakukan kenakalan. Efek positifnya adalah remaja merasa ada yang peduli dengan masalah, kehidupan, dan masa depannya. Sebaliknya, semakin jarang komunikasi di dalam keluarga, maka semakin tinggi pulalah remaja melakukan kenakalan. Hal ini terjadi karena keluarga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.Keluarga adalah dasar bagi kemanusiaan masyarakat. Remaja yang sering memiliki konflik tak terselesaikan dengan orang tuanya berada pada resiko yang tinggi untuk melakukan kenakalan. Adanya konflik di dalam keluarga membuat remaja kehilangan pengalaman personalnya, yang penuh cinta dan adanya tempat bernaung. Konflik terjadi ketika kedua belah pihak mengalami ketidaksepakatan mengenai suatu hal.  Ketika hal itu terjadi maka keahlian resolusi konflik perlu untuk mengatasi perbedaan dan tetap menjalin hubungan yang positif. Ketika komunikasi dan solusi konflik dilihat sebagai sebuah masalah, maka kita harus merujuk pada adanya masalah di dalam hubungan antar pribadinya. Kemampuan untuk menyelesaikan konflik penting bagi semua tahapan perkembangan manusia, karena dapat mengarah pada hubungan yang produktif dan harmonis.