Handrianus Akoit
Universitas Timor

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI KABUPATEN BELU Pius A L Berek; Fransiska Amaral; Handrianus Akoit; Maria Paula Marla Nahak
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i1.10766

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyebab utama kematian global dan menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor rendahnya pengendalian tekanan darah adalah ketidakpatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Tujuan:  Mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Haliwen, Kabupaten Belu. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 126 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan purposive sampling. Waktu pelaksanaan dilakukan pada tanggal 17 Maret sampai 17 Mei 2025. Data dianalisis menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan minum obat. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (47,5%) dan buruk (46,2%), serta sikap positif (43,2%) dan negatif (52,0%). Ditemukan bahwa pasien dengan pengetahuan baik justru memiliki tingkat kepatuhan yang rendah (52,5%), dan sebaliknya. Uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=1.000) maupun sikap (p=0.364) dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan minum obat. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain seperti intervensi nonfarmakologis.
Variability of blood pressure, pulse pressure, and mean arterial pressure in hypertensive individuals Pius Almindu Leki Berek; Fransiska Amaral; Handrianus Akoit; Maria Paula Marla Nahak; Djulianus Tes Mau; Maria Fatimah Wilhelmina Abuk Fouk; Yovita Made
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 9 (2025): Volume 8 Number 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i9.1258

Abstract

Background: Hypertension is a major risk factor for cardiovascular disease and remains a public health issue, particularly in areas with limited access to healthcare services, such as the Indonesia–Timor Leste border region. Blood pressure variability, pulse pressure (PP), and mean arterial pressure (MAP) are important indicators for assessing the risks of long-term complications. Purpose: To determine the profile and variability of blood pressure, PP, and MAP among hypertensive individuals, as well as the relationship between sociodemographic characteristics and these parameters. Method: A quantitative descriptive design with a cross-sectional approach was employed. Data were collected from 124 respondents through blood pressure measurements taken at three different time points. Mean systolic and diastolic blood pressure (SBP and DBP), PP, and MAP were analyzed, along with comparisons between measurement times and respondent characteristics. Result: The mean systolic blood pressure (SBP) was 151.27 mmHg, and the mean diastolic blood pressure (DBP) was 89.86 mmHg, indicating that most participants fell into hypertension grade 1–2 categories. The mean PP was 61.43 mmHg and MAP was 110.32 mmHg, both exceeding normal thresholds, suggesting potential vascular complications. Significant fluctuations were found in SBP and PP between the second and third measurements (p=0.014 and p=0.032, respectively), while DBP and MAP remained relatively stable. No significant associations were found between sex, education level, or occupation with the blood pressure parameters. Conclusion: Blood pressure was relatively high and tended to be stable between measurements, with significant variability in systolic and pulse pressures (p<0.05). Meanwhile, sociodemographic characteristics such as age, gender, education, and occupation did not show a significant association with blood pressure, PP, or MAP. Suggestion: Hypertension control programs need to focus on an individualized approach with routine blood pressure monitoring using HBPM, stabilizing blood pressure variability, and improving patient education. Programs must also be tailored to sociocultural conditions and supported by simple digital technology for early detection in border communities.
GAMBARAN PERSONAL HYGIENE PADA SISWA SISWI DI SEKOLAH DASAR KATOLIK SADI Lydya Elsyani Seran; Veronika Nitsae; Handrianus Akoit
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i2.10808

Abstract

Anak usia sekolah memiliki sensitifitas yang lebih tinggi terhadap infeksi virus, lingkungan, udara dan bakteri. Hal ini yang membuat anak lebih mudah terserang berbagai penyakit jika kebersihan diri tidak dijaga dengan baik. Kebersihan diri adalah langkah awal dalam mewujudkan kesehatan diri karena tubuh yang bersih meminimalkan resiko terjangkit suatu penyakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Personal Hygiene pada siswa siswi di SDK Sadi. Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada siswa siswi Sekolah Dasar Katolik Sadi pada tanggal 14 sampai 20 Februari 2025. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden, teknik sampling yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 62 responden (62%) memiliki Personal Hygiene yang cukup, sebanyak 31 responden (31%) memiliki Personal Hygiene yang baik dan sebanyak 7 responden (7%) memiliki Personal Hygiene  kurang. Kesimpulan: sebagian besar siswa siswi di SDK Sadi memiliki Personal Hygiene yang cukup