Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Real-Time Webcam-Based Hand Gesture Recognition with Face Authentication for 3D Drone Simulation in Godot Engine Muhammad Rizqi Sholahuddin; Siti Dwi Setiarini; Ardhian Ekawijana; Muhammad Samudera; Firas Atqiya
Media Jurnal Informatika Vol 18 No 1 (2026): Media Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/mji.v18i1.6483

Abstract

Most hand gesture control systems for drones depend on specialized hardware such as Leap Motion or Kinect, which raises the cost barrier for educational institutions in developing countries. Integrating face authentication within the same low-cost pipeline remains under-explored. This study develops a real-time, webcam-based system that combines Google MediaPipe hand tracking with facial authentication and a Godot Engine 4.3 3D drone simulation for authenticated, responsive gesture control. A finger-counting algorithm classifies eight gestures across two hands. The left hand drives horizontal motion (forward, backward, left, right) and the right hand drives altitude and yaw (up, down, rotate left, rotate right). Commands travel over UDP to Godot, where a receiver node translates each packet into a native input action. Face authentication uses dlib and the face_recognition library with a 60-frame login counter. All metrics were collected under a fixed condition (normal lighting 300–500 lux, 0.8 m, one subject). The system achieved 100% gesture accuracy across 160 trials, 35.6 FPS pipeline throughput, 0.33 ms one-way UDP latency with 0% packet loss, and 23.9 ms end-to-end gesture-to-drone latency. Face authentication scored 100% recognition with 0% FRR and 19.0% FAR against an unregistered face at the default 0.6 tolerance. A standard-webcam pipeline built entirely from open-source components can deliver responsive, authenticated gesture control for interactive drone simulation, though the single-subject evaluation is an upper bound requiring multi-subject validation. However, the 100% accuracy represents an upper bound as evaluation was limited to a single subject under controlled lighting (300–500 lux) and a fixed distance (0.8 m), requiring further validation across diverse users and environments
Tinjauan Sistematis terhadap Ensemble Semi-Supervised Network Intrusion Detection System dengan Perspektif Adversarial Robustness Sofy Fitriani; Siti Dwi Setiarini; Muhammad Irfan Nurdin; Ridwan Nurdin
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 11 No 1: Vol. 11 No. 1: Juni 2026
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v11.i1.2026.209-118

Abstract

Sistem deteksi intrusi jaringan atau Network Intrusion Detection System (NIDS) berbasis pembelajaran mesin menjadi pilar utama keamanan siber modern. Namun, model berbasis data berlabel penuh sering kali terbatas dalam generalisasi dan rentan terhadap serangan adversarial. Pendekatan semi-supervised learning memanfaatkan data tak berlabel untuk memperluas cakupan pelatihan, sementara ensemble learning meningkatkan stabilitas melalui keragaman model. Penelitian ini melakukan Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis tren, arah perkembangan, dan research gap pada kombinasi ensemble semi-supervised NIDS, dengan fokus utama pada robustness terhadap serangan adversarial. Proses review mengikuti pedoman PRISMA dengan sumber data dari IEEE Xplore, Scopus, SpringerLink, dan ScienceDirect untuk periode 2018–2025. Dari 96 artikel awal, 23 memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar penelitian menitikberatkan peningkatan akurasi (F1 > 95%), namun hanya 18% yang menguji ketahanan terhadap serangan adversarial secara eksplisit. Belum ditemukan studi yang mengintegrasikan ensemble multi-paradigma, semi-supervised learning, dan evaluasi adversarial attack secara terpadu. Kontribusi utama penelitian ini adalah penyusunan kerangka konseptual baru, Adversarial-Aware Hybrid Ensemble Framework, yang menempatkan proses adversarial design sebagai bagian integral dari pelatihan semi-supervised ensemble NIDS untuk meningkatkan keandalan sistem deteksi intrusi modern.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru melalui Media Board Game sebagai Inovasi Pembelajaran Computational Thinking di Pondok Pesantren Darul Fithrah Kabupaten Bandung Sofy Fitriani; Setiadi Rachmat; Aprianti Nanda Sari; Nurjannah Syakrani; Priyanto Hidayatullah; Eddy Bambang Soewono; Yudi Widhiyasana; Trisna Gelar Abdillah; Siti Dwi Setiarini; Muhammad Rizqi Sholahuddin
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.27180

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan guru pesantren dalam memahami dan mengimplementasikan keterampilan computational thinking dalam pembelajaran. Di Pondok Pesantren Darul Fithrah, media pembelajaran inovatif berupa board game berbasis Unplugged Computational Thinking dirancang untuk menjembatani kebutuhan tersebut sekaligus memberikan alternatif metode pembelajaran yang lebih interaktif. Metode pelaksanaan meliputi perancangan board game, penyusunan instrumen pelatihan, pelaksanaan pre-test, pemberian materi dan simulasi board game, serta post-test dan observasi implementasi di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman guru mengenai computational thinking, terlihat dari kenaikan skor rata-rata pre-test dan post-test, khususnya pada aspek pengenalan pola, penyusunan langkah pemecahan masalah, dan pemahaman istilah computational thinking. Respon kuesioner dan feedback guru juga menunjukkan bahwa board game dipandang interaktif, mudah digunakan, serta potensial untuk diterapkan dalam pembelajaran di pesantren. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil mendorong guru lebih siap mengintegrasikan keterampilan abad 21 ke dalam praktik pendidikan