Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN PERAN ORANGTUA DALAM MENDIDIK ANAK USIA DINI DI ERA GLOBALISASI Bety Vitriana; Suprijadi Suprijadi; Sri Purwanti; Norlaila Norlaila; Lisda Hani Gustina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4410-4415

Abstract

Era Globalisasi dapat menimbulkan perubahan prilaku dan kebiasaan pada generasi saat ini, khususnya di kalangan anak usia dini. Semakin mudah akses informasi membuat anak-anak lebih cepat mendapatkan ilmu pengetahuan yang luas, serta membentuk kreatifitas tanpa batas. namun hal ini juga membawa dampak buruk jika anak-anak tidak mendapatkan pendampingan yang cukup dalam tumbuh kembang di rumah, Akibatnya anak usia dini mudah terpapar informasi negatif dan kurang baik untuk dicontoh dalam kehidupan sehari-hari sehingga kebiasaan ini berubah menjadi karakter prilaku yang buruk. Upaya dalam mengatasi permasalahan ini, tentunya diperlukan peran orang tua untuk memberikan pendidikan di rumah dengan baik dan tepat. Hal inilah yang menjadi tujuan kami bergerak melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan metode penyuluhan di sekolah-sekolah Paud / TK yang sasaran utama yaitu wali murid atau orang tua dari siswa paud. Dalam pertemuan ini kami memberikan materi parenting atau pola asuh yang dapat diterapkan di era globalisasi, serta pendampingan konsultasi bebas untuk menangani masalah anak mereka di rumah. Hasil dari kegiatan ini sangat baik, terlihat dari antusias orangtua murid yang banyak berdiskusi masalah anak mereka dan terlihat komitmen mereka untuk menerapkan ilmu yang mereka peroleh dari kegiatan ini.
UPAYA PENINGKATAN PERAN ORANGTUA DALAM MENDIDIK ANAK USIA DINI DI ERA GLOBALISASI Bety Vitriana; Suprijadi Suprijadi; Sri Purwanti; Norlaila Norlaila; Lisda Hani Gustina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4410-4415

Abstract

Era Globalisasi dapat menimbulkan perubahan prilaku dan kebiasaan pada generasi saat ini, khususnya di kalangan anak usia dini. Semakin mudah akses informasi membuat anak-anak lebih cepat mendapatkan ilmu pengetahuan yang luas, serta membentuk kreatifitas tanpa batas. namun hal ini juga membawa dampak buruk jika anak-anak tidak mendapatkan pendampingan yang cukup dalam tumbuh kembang di rumah, Akibatnya anak usia dini mudah terpapar informasi negatif dan kurang baik untuk dicontoh dalam kehidupan sehari-hari sehingga kebiasaan ini berubah menjadi karakter prilaku yang buruk. Upaya dalam mengatasi permasalahan ini, tentunya diperlukan peran orang tua untuk memberikan pendidikan di rumah dengan baik dan tepat. Hal inilah yang menjadi tujuan kami bergerak melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan metode penyuluhan di sekolah-sekolah Paud / TK yang sasaran utama yaitu wali murid atau orang tua dari siswa paud. Dalam pertemuan ini kami memberikan materi parenting atau pola asuh yang dapat diterapkan di era globalisasi, serta pendampingan konsultasi bebas untuk menangani masalah anak mereka di rumah. Hasil dari kegiatan ini sangat baik, terlihat dari antusias orangtua murid yang banyak berdiskusi masalah anak mereka dan terlihat komitmen mereka untuk menerapkan ilmu yang mereka peroleh dari kegiatan ini.
IMPLEMENTASI PELATIHAN KETERAMPILAN MASSAGE PADA GURU ANAK USIA DINI DI LEMBAGA PAUD ALYSBED SYAHKURNIA ALDAMA; NORLAILA NORLAILA; BETY VITRIANA
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya pengetahuan massage anak usia dini pada lembaga (PAUD) balikpapan, selama ini belum banyak informasi yang mengungkap secara lengkap mengenai pelatihan massage anak usia dini. Massage pada umumnya hanya di terapkan untuk bayi namun juga bisa di terapkan untuk anak usia dini. Tujuan penelitian implementasi massage anak usia dini yaitu untuk mengetahui Implementasi Pelatihan Keterampilan Massage pada guru anak usia dini di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) Balikpapan Serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan implementasi pelatihan keterampilan massage anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan massage belum menjadi prioritas atau belum tersedia secara luas di sekolah balikpapan . Kesimpulan ini juga memberikan indikasi bahwa ada peluang untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pelatihan keterampilan massage AUD di wilayah balikpapan serta Mengadakan lebih banyak pelatihan di sekolah sekolah lainnya
UPAYA MENCEGAH KEKERASAN SEKSUAL ANAK USIA DINI MELALUI PERAN ORANG TUA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN Dessy Islamiyati; Norlaila Norlaila; Bety vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi tingginya angka kekerasan seksual pada anak yang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, lembaga pendidikan serta orang tua. Peranan lembaga pendidikan dan orang tua dalam memberikan pendidikan seks pada anak sangat diperlukan sebagai upaya mencegah kekerasan seksual. Adapun skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan peran orang tua dan lembaga pendidikan dalam penerapan personal safety skill sebagai upaya mencegah kekerasan seksual anak usia 3-6 tahun di TKIT Mardhatillah Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode observasi dan wawancara. Sumber data primer bersumber dari kepala sekolah, guru dan orang tua murid. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran lembaga pendidikan dan orang tua dalam menerapkan pembelajaran personal safety skill ialah telah berperan dan bermanfaat serta berdampak positif bagi anak. Penerapan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas disesuaikan dengan tahap usia anak dengan mengenal anggota tubuh, fungsi dan batasan antara laki-laki dan perempuan serta belajar cara mengenal, bertahan dan melaporkan tindak kekerasan seksual. Pembelajaran personal safety skill yang telah diajarkan oleh orang tua dan lembaga pendidikan menjadikan anak belajar perlindungan diri.
OPTIMALISASI ASPEK PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA ANAK USIA 5 – 6 TAHUN Stefani Aprillia Aprillia; Norlaila Norlaila; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kualitas keagamaan dan moral pada anak usia 5-6 tahun di TK Ekadyasa Balikpapan melalui pelaksanaan rutinitas shalat Dhuha. Penelitian ini didasarkan pada gagasan bahwa pendidik memiliki tugas tidak hanya untuk memberikan pendidikan yang komprehensif, tetapi juga untuk menggarisbawahi prinsip-prinsip keagamaan, seperti mengajari anak-anak dalam praktik shalat Dhuha, menghafal doa-doa harian, terlibat dalam dzikir (tindakan mengingat Allah), membaca salawat (menyerukan berkat kepada Nabi), memperoleh pengetahuan tentang Asmaul Husna (nama-nama indah Allah), dan menghafal ayat-ayat singkat dari Al-Qur'an. Selain itu, adopsi konsep-konsep agama dan moral di sekolah-sekolah tidak dilaksanakan secara maksimal, sehingga memerlukan kebutuhan untuk optimalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini. Pelaksanaan shalat Dhuha secara rutin dapat menanamkan keakraban pada anak terhadap ajaran agamanya, meningkatkan pemahaman tentang ibadah, menumbuhkan karakter positif seperti rasa hormat, kejujuran, dan toleransi beragama, serta meningkatkan kemampuan menghafal ayat-ayat pendek, melakukan gerakan shalat, dan membaca bacaan shalat. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif. Proses pengumpulan data melibatkan pemanfaatan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Setelah proses pengumpulan data, pendekatan analisis deskriptif kualitatif digunakan. Pembiasaan merupakan metode yang digunakan untuk menanamkan ide-ide keagamaan dan moral sejak dini. Penggabungan shalat Dhuha ke dalam rutinitas harian anak usia 5-6 tahun memerlukan pendekatan sistematis yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang matang, dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan agama dan etika mereka.
OPTIMALISASI KECERDASAN MUSIKAL PADA KELAS K5 USIA 5-6 TAHUN MELALUI PEMBELAJARAN SENI MUSIK Angelia Sobono; Norlaila Norlaila; Yamani Yamani
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting dalam membangun landasan fundamental bagi pendidikan anak selanjutnya. PAUD menawarkan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kepribadian mereka secara penuh dan membuka potensi mereka secara maksimal. Komponen penting dari pertumbuhan kognitif anak adalah kecerdasan musikal mereka, yang mencakup kapasitas untuk menghargai, memahami, membedakan, menghasilkan, mengarang, dan mengartikulasikan berbagai genre musik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan musikal anak usia 5-6 tahun di TK5 melalui pengajaran musik. menawarkan kelas musik bernama Eurythmics yang memberikan stimulasi musikal setiap hari. Anak-anak menerima instruksi dalam bernyanyi, mengenali alat musik, teknik yang tepat untuk memegang dan memainkannya, serta belajar gerakan dan lagu sesuai dengan tempo. Kegiatan-kegiatan ini didukung oleh fasilitas yang memadai dan alat pengajaran yang tepat. Meskipun demikian, bukti empiris menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan musikal pada anak usia 5-6 tahun belum mencapai puncaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, perekaman, dan wawancara. Setelah data terkumpul, selanjutnya data tersebut dikaji dengan menggunakan metodologi analisis deskriptif kualitatif. Pelaksanaannya meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran musik berpotensi untuk meningkatkan kecerdasan musikal anak. Meskipun demikian, penting untuk meningkatkan kemahiran dan kecerdikan guru dalam pendekatan pengajaran mereka. Penelitian ini meningkatkan kemajuan teori dan praktik dalam pendidikan anak usia dini, khususnya dalam memaksimalkan kecerdasan musikal melalui pembelajaran musik
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI ECO PRINT DALAM RANGKA KEBANGKITAN NASIONAL DI SEKOLAH BERSINAR, KAMPUNG TORAJA Merlina Merlina; Baldwine Honest Gunarto; Sri Purwanti; Bety Vitriana; Norlaila Norlaila; Sri Wahyuni; Shouja Harfiyani; Cindy Maurellia; Shaf RIjal Imam
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1290-1301

Abstract

Pendidikan karakter di wilayah 3T menghadapi tantangan kompleks akibat keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi. Pengabdian ini bertujuan untuk mendukung implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui teknik ecoprint sebagai media edukasi kontekstual, sekaligus menguatkan semangat Kebangkitan Nasional di Sekolah Bersinar, Kampung Toraja. Metode yang diterapkan adalah pendampingan dan lokakarya (workshop) dengan pendekatan partisipatif-edukatif kolaboratif yang menempatkan siswa dan guru sebagai subjek aktif.Hasil pengabdian menunjukkan efektivitas program yang signifikan; sebanyak 92% siswa berhasil menginternalisasi dimensi gotong royong dan kemandirian, melampaui target awal sebesar 85%. Selain itu, 100% kelompok siswa sukses menguasai teknik pounding dan memproduksi 15 karya kain bermotif flora lokal, yang kemudian dipresentasikan dalam fashion show baju adat. Secara teoretis, kegiatan ini berkontribusi pada perkembangan ilmu pendidikan melalui pengembangan model "nasionalisme keseharian" dan pedagogi berbasis tempat (pedagogy of place). Temuan ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik di wilayah pedalaman dapat diatasi melalui inovasi kurikulum yang menyinergikan identitas nasional, visi technopreneurship berbasis budaya, dan kelestarian ekologis. Luaran program ini berupa draf model pembelajaran yang siap diajukan untuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai referensi replikasi nasional di sekolah-sekolah terpencil lainnya.