Pendidikan karakter di wilayah 3T menghadapi tantangan kompleks akibat keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi. Pengabdian ini bertujuan untuk mendukung implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui teknik ecoprint sebagai media edukasi kontekstual, sekaligus menguatkan semangat Kebangkitan Nasional di Sekolah Bersinar, Kampung Toraja. Metode yang diterapkan adalah pendampingan dan lokakarya (workshop) dengan pendekatan partisipatif-edukatif kolaboratif yang menempatkan siswa dan guru sebagai subjek aktif.Hasil pengabdian menunjukkan efektivitas program yang signifikan; sebanyak 92% siswa berhasil menginternalisasi dimensi gotong royong dan kemandirian, melampaui target awal sebesar 85%. Selain itu, 100% kelompok siswa sukses menguasai teknik pounding dan memproduksi 15 karya kain bermotif flora lokal, yang kemudian dipresentasikan dalam fashion show baju adat. Secara teoretis, kegiatan ini berkontribusi pada perkembangan ilmu pendidikan melalui pengembangan model "nasionalisme keseharian" dan pedagogi berbasis tempat (pedagogy of place). Temuan ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik di wilayah pedalaman dapat diatasi melalui inovasi kurikulum yang menyinergikan identitas nasional, visi technopreneurship berbasis budaya, dan kelestarian ekologis. Luaran program ini berupa draf model pembelajaran yang siap diajukan untuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai referensi replikasi nasional di sekolah-sekolah terpencil lainnya.
Copyrights © 2026