Husnul Khotimah
Universitas Muhammadiyah Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM PENJERNIH AIR METODE AERASI DI KELURAHAN PLAJU DARAT PALEMBANG Netty Herawaty; Kgs. A Roni; Erna Yuliwati; Mardwita Mardwita; Husnul Khotimah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4396-4401

Abstract

Plaju Darat merupakan kelurahan terujung dari Kota Palembang yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin dengan luas daerah 18,50 Ha. Kontur lahan di kelurahan ini berupa tanah rawa dimana 70% dari luas lahan digunakan untuk pertanian rawa dan sisanya untuk pemukiman. Dengan kondisi lahan yang berupa dataran rendah rawa, memunculkan persoalan tersendiri terkait ketersediaan air bersih. Aliran air bersih dari PDAM Tirta Musi memang telah menjangkau daerah ini, namun belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Karenanya masih banyak masyarakat yang menggunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari. Ketersediaan air bersih yang belum mencukupi meskipun layanan PDAM telah menjangkau daerah ini sehingga masyarakat masih menggunakan air sumur. Dari permasalahan diatas tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah palembang melakukan instalasi penjernih air dengan metode aerasi di salah satu pusat ibadah Kelurahan Plaju Darat yaitu masjid Sirajul Munir Sirajul Munir. Metode yang di terapkan dalam pengabdian dimulai dari 1). analisis situasi kelurahan, 2) merancang sistem instalasi penjernih air, 3) menginstalasi sistem penjernih air, 4) pengujian sistem penjernih air, 5) evaluasi hasil pengabdian. Hasil yang di capai berupa tersedianya sistem  penjernih air beserta peralatan pendukungnya guna menjamin keberlangsungan tersedianya air bersih untuk tempat ibadah masjid Sirajul Munir.
SISTEM PENJERNIH AIR METODE AERASI DI KELURAHAN PLAJU DARAT PALEMBANG Netty Herawaty; Kgs. A Roni; Erna Yuliwati; Mardwita Mardwita; Husnul Khotimah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4396-4401

Abstract

Plaju Darat merupakan kelurahan terujung dari Kota Palembang yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin dengan luas daerah 18,50 Ha. Kontur lahan di kelurahan ini berupa tanah rawa dimana 70% dari luas lahan digunakan untuk pertanian rawa dan sisanya untuk pemukiman. Dengan kondisi lahan yang berupa dataran rendah rawa, memunculkan persoalan tersendiri terkait ketersediaan air bersih. Aliran air bersih dari PDAM Tirta Musi memang telah menjangkau daerah ini, namun belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Karenanya masih banyak masyarakat yang menggunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari. Ketersediaan air bersih yang belum mencukupi meskipun layanan PDAM telah menjangkau daerah ini sehingga masyarakat masih menggunakan air sumur. Dari permasalahan diatas tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah palembang melakukan instalasi penjernih air dengan metode aerasi di salah satu pusat ibadah Kelurahan Plaju Darat yaitu masjid Sirajul Munir Sirajul Munir. Metode yang di terapkan dalam pengabdian dimulai dari 1). analisis situasi kelurahan, 2) merancang sistem instalasi penjernih air, 3) menginstalasi sistem penjernih air, 4) pengujian sistem penjernih air, 5) evaluasi hasil pengabdian. Hasil yang di capai berupa tersedianya sistem  penjernih air beserta peralatan pendukungnya guna menjamin keberlangsungan tersedianya air bersih untuk tempat ibadah masjid Sirajul Munir.
Inovasi Teknologi Bioproses Melalui Pembelajaran Proses Fermentasi Susu menjadi Minuman Yogurt Probiotik Dian Kharismadewi; Sri Wardhani; Rusdiana; Jenny Marshanda Valencia; Putri Angelina; Husnul Khotimah; Efiza Kurniasari
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.2.349-358

Abstract

Science education is essential to the high school level learning curriculum, particularly Biology Lessons. Every student's learning must develop critical, analytical, innovative, and creative thinking skills by implementing both theoretical and practical approaches. In Biology Education subject, there is learning about bioprocess that involves the use of microbes (bacteria). Community service activities are conducted to illustrate the application of bioprocess technology in the fermentation of milk into probiotic yoghurt drinks and to serve as learning materials that enrich students’ knowledge of the fermentation process. Diversification of milk sources and methods using wet and dry lactic acid bacteria is introduced to students to enhance their knowledge and enrich learning materials related to biological technology innovation concepts. Community service activities are carried out in the form of pre-tests, material presentations, practices, organoleptic tests, post-tests, and filling out questionnaires on the level of student understanding and satisfaction. From the results of the post-test, an increase in the level of student understanding of making yoghurt was obtained by 87%. The results of the organoleptic test showed that all yoghurt products prepared met the SNI 2981: 2009 quality standards for the yoghurt condition test criteria, including texture, odour, taste, and consistency, except for yoghurt from almond milk. The preference level of students for yoghurt reached 96% for yoghurt made from cow's milk with strawberry flavour. This activity positively affects students by enhancing their science skills and knowledge while offering an opportunity to integrate yoghurt product innovation into school entrepreneurship. And so, this program is expected to become the basis for developing biotechnology learning in schools and improving community nutrition.