Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH JENIS DETERGEN DAN RASIO PENGENCERAN TERHADAP PROSES PENYERAPAN SURFAKTAN DALAM LIMBAH DETERGEN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEH Fernianti, Dewi; Mardwita, Mardwita; Suryati, Linda
Jurnal Distilasi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v2i2.1147

Abstract

Permasalahan lingkungan saat ini yang banyak terjadi salah satunya adalah pencemaran oleh limbah cair yang berasal dari proses pencucian pakaian. Limbah cair  yang tidak dikelola akan menimbulkan dampak yang luar biasa pada perairan, khususnya sumber daya air.  Pada penelitian ini, digunakan kabon aktif dari ampas teh karena memiliki daya serap cukup baik, selain itu penggunaan ampas teh sebagai karbon aktif dapat meningkatkan nilai guna ampas teh, sedangkan yang akan dianalisa adalah bagaimana pengaruh jenis detergen (detergen bubuk dan detergen cair) dan variasi rasio pengenceran  terhadap daya serap karbon aktif dari ampas teh  pada proses penyerapan surfactan dalam limbah air pencucian pakaian (limbah  laundry). Metodelogi penelitian mula-mula ampas teh kasar dibuat arang aktif yang memenuhi standar mutu SNI. Lalu  sebanyak 300 ml larutan detergen dimasukkan kedalam tabung berdiameter 5 cm yang telah diisi oleh karbon aktif setinggi 5 cm.  Lalu catat pada menit keberapa untuk tetes pertama, kemudian tampung output limbah cair laundry selama 5 menit dari tetes pertama, 10 men it, 15 menit, 20 menit, 25 menit dan 30 menit.  Percobaan di ulangi untuk variabel pengenceran larutan dan jenis detergen. Dari hasil penelitian diperoleh  mutu karbon akif yang dihasilkan dari ampas teh telah memenuhi syarat mutu arang aktif (SII No.0258-79). Dengan karakteristikik kadar air 9,1465%, kadar abu 2,0911%, karbon aktif murni 69,5989%, rendemen 90,16%. Penurunan kadar surfaktan yang optimal untuk detergen bubuk tercapai pada rasio pengenceran 46gr: 2,5lt pada waktu 10 menit sebesar 0,958 mg/L dengan daya serap karbon aktif 5,133 mg/L. Penurunan kadar surfaktan yang optimal untuk detergen cair tercapai pada rasio pengenceran 10,5gr: 2,5lt dalam waktu 15 menit sebesar 0,949 mg/L dengan daya serap karbon aktif 5,056 mg/L.
PENYULUHAN PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN KOMPOSTER DI KELURAHAN KEBUN BUNGA PALEMBANG Mardwita, Mardwita; Yusmartini, Eka Sri; Kalsum, Ummi; Rifdah, Rifdah; Angkasa, Zuber
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v7i2.12897

Abstract

Meningkatnya jumlah sampah dilingkungan masyarakat memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, seperti masalah kesehatan dan polusi udara (bau) yang dihasilkan oleh sampah. Sampah organik seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang telah membusuk dan banyak dihasilkan dari rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk kompos. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengajarkan pada masyarakat khususnya ibu rumah tangga untuk dapat memisahkan antara sampah organik dan anorganik dan selanjutnya dapat mengolah sampah organik tersebut menjadi pupuk kompos. Pengomposan sampah organik tersebut menggunakan komposter dan Effective Microorganism 4 (EM4). Hasil pengomposan berupa pupuk kompos padat dan cairan lindi. Cairan lindi dapat digunakan kembali sebagai biang dan dapat digunakan sebagai pupuk cair tanaman. 
STUDI PENGARUH UKURAN PARTIKEL RUTHENIUM DALAM KATALIS Ru/Al2O3PADA REAKSI HIDROGENASI KARBON MONOKSIDA Mardwita; Muhammad Djoni Bustan; Sri Haryati
Jurnal Teknik Kimia Vol 22 No 4 (2016): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reaksi hidrogenasi syngas yang berasal dari gas alam, batu bara dan biomassa telah lama digunakan untuk menghasilkan hidrokarbon rantai panjang dan alkohol. Hidrokarbon rantai panjang dapat diproses lebih lanjut menjadi synthetic fuel (bahan bakar sintetik) sebagai pengganti minyak bumi. Reaksi hidrogenasi tidak terlepas dari peran katalis. Salah satu katalis yang paling efektif untuk reaksi ini adalah ruthenium (Ru). Penelitian ini mempelajari Pengaruh ukuran partikelruthenium (Ru) dalam katalis ruthenium-alumina (Ru/Al2O3) yang digunakan dalam reaksi hidrogenasi karbon monoksida. Gas karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2) digunakan sebagai reaktan dengan perbandingan 2:1.Reaksi hidrogenasi karbon monoksida dilakukan dengan menggunakan reaktor fixed-bed yang terbuat dari pyrex glass. Tiga macam variasi jumlah ruthenium yaitu 7wt%, 10wt% dan 12wt% digunakan dalam katalis Ru/Al2O3. Metode pembuatan katalis menggunakan metode impregnasi dan reaksi dilakukan dengan rentang temperatur dari 160 ?C sampai 260 ?C pada tekanan atmosferik. Pengambilan sample produk dilakukan setiap 30 menit dan produk dianalisa dengan menggunakan gas-chromatograph (GC). Hasil reaksi menunjukkan bahwa ruthenium dengan berat 12wt% menghasilkan konversi CO yang paling tinggi dibandingkan dengan katalis jumlah 7wt% dan 10wt% ruthenium.
Studi pengaruh ukuran partikel ruthenium dalam katalis Ru/Al2O3 pada reaksi hidrogenasi karbon monoksidda Mardwita Mardwita; Muhammad Djoni Bustan; Sri Haryati
Jurnal Teknik Kimia Vol 22 No 4 (2016): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reaksi hidrogenasi syngas yang berasal dari gas alam, batu bara dan biomassa telah lama digunakan untuk menghasilkan hidrokarbon rantai panjang dan alkohol. Hidrokarbon rantai panjang dapat diproses lebih lanjut menjadi synthetic fuel (bahan bakar sintetik) sebagai pengganti minyak bumi. Reaksi hidrogenasi tidak terlepas dari peran katalis. Salah satu katalis yang paling efektif untuk reaksi ini adalah ruthenium (Ru). Penelitian ini mempelajari Pengaruh ukuran partikelruthenium (Ru) dalam katalis ruthenium-alumina (Ru/Al2O3) yang digunakan dalam reaksi hidrogenasi karbon monoksida. Gas karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2) digunakan sebagai reaktan dengan perbandingan 2:1.Reaksi hidrogenasi karbon monoksida dilakukan dengan menggunakan reaktor fixed-bed yang terbuat dari pyrex glass. Tiga macam variasi jumlah ruthenium yaitu 7wt%, 10wt% dan 12wt% digunakan dalam katalis Ru/Al2O3. Metode pembuatan katalis menggunakan metode impregnasi dan reaksi dilakukan dengan rentang temperatur dari 160 °C sampai 260 °C pada tekanan atmosferik. Pengambilan sample produk dilakukan setiap 30 menit dan produk dianalisa dengan menggunakan gas-chromatograph (GC). Hasil reaksi menunjukkan bahwa ruthenium dengan berat 12wt% menghasilkan konversi CO yang paling tinggi dibandingkan dengan katalis jumlah 7wt% dan 10wt% ruthenium.
Bioethanol from Pineapple Peel with Variation of Saccharomyces Cerevisiae Mass and Fermentation Time Eka Sri Yusmartini; Mardwita Mardwita; Junanda Marza
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 6, No 3 (2021): October 2021
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v6.i3.103

Abstract

The avaibility of energy from fossil fuel is gradually decreasing. The solution to overcome this problem is to develop an alternative energy source that can be renewed such as bioethanol. Bioethanol is a vegetable based fuel, an alternative energy that can be used as a subtitute for petroleum. One of the raw materials that can be used for the fermentation of bioethanol production is pineapple fruit skin. This research aims to utilize pineapple fruit waste as raw material for making bioetanol by fermentation process, with variations in the addition of saccharomyces cereviceae 20, 25 and 30 g, and time fermentation 5 and 9 days. The highest levels of bioethanol obtained 6,83 % at the addition of 25 g saccaromces cereviceae and fermentation time of 5 days. Keywords: pineapple skin, saccaromyces cereviceae, fermentation, bioethanol
PENDAMPINGAN PELABELAN DAN PEMBUATAN WEBSITE UNTUK PEMASARAN PRODUK HASIL PENGOLAHAN SAMPAH DI TPS-3R KELURAHAN TALANG KELAPA KECAMATAN ALANG-ALANG LEBAR Eka Sri Yusmartini; Mardwita Mardwita; Innike Abdillah Fahmi
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 4 (2020): APTEKMAS Volume 3 Nomor 4 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.068 KB) | DOI: 10.36257/apts.v3i4.2955

Abstract

Waste generated by households can have economic value using the 3R method by the TPS. TPS-3R of the Maju Jaya Self-Help Group (KSM) is a pilot TPS in household waste management in Talang Kelapa Village, Alang-alang Lebar Subdistrict. The products produced are compost, liquid organic fertilizer and handicrafts from used goods. The obstacle faced is ineffective and efficient marketing. This is due to not having the correct label and ineffective marketing. So that assistance is needed in making product labels to be attractive and training in making websites to expand the marketing of processed waste products from TPS-3R KSM Maju Jaya. From the results of this activity, TPS-3R KSM Maju Jaya was able to create a logo that presented the values of TPS-3R KSM Maju Jaya and produced a more attractive product label. In addition, TPS-3R Maju Jaya has a website to increase sales of its products.
Membran Komposit Polyvinylidene Fluoride/ Titanium Dioksida Untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Kelapa Sawit Agustina .; Erna Yuliwati; Mardwita .
Jurnal Inovator Vol 2 No 2 (2019): Peningkatan Kemanfaatan Produk
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.985 KB) | DOI: 10.37338/ji.v2i2.86

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan teknologi membran dan optimalisasi parameter kinerja membran dalam pengelolaan limbah cair industri CPO untuk memisahkan padatan tersuspensi. Pengolahan limbah konvensional belum mampu mencapai standar peraturan minimum yang telah ditetapkan. Kendala area lahan dan teknik pengelolaan limbah sangat kompleks dan menghasilkan volume lumpur yang besar. Selain khusus untuk mengelola limbah organik cair, sulitnya proses degradasi limbah karena tingginya kuantitas dan kandungan kontaminan yang dapat mencapai hingga 40.000-120.000 mg / l untuk COD. Dalam penelitian ini Titanium dioksida dalam bahan campuran membran polivinilidena fluoride sangat cocok untuk menghilangkan padatan tersuspensi dalam air limbah. Hasil optimasi yang didapat adalah penambahan TiO2 2% menghasilkan fluks maksimum dengan nilai 180 L / m2.hr dan persentase fitrasi 92%. Hasil dari kondisi proses filtrasi adalah total padatan tersuspensi (TSS) sebesar 99,63% dan amonium nitrogen (NH3-N) sebesar 92,82% adalah kondisi proses ABFR pada 2,25 ml / menit, HRT pada 276,93 menit, konsentrasi MLSS pada 4,50 g / L, dan pH pada 6,50. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan titaniumdioksida pada polimer membran PVDF dapat meningkatkan hidrofilisitas dan meminimasi pori membran rata-rata untuk mendapatkan fluks maksimum
Analysis of Heat Transfer on the Effect from Mineral Crust in Evaporator Semi-Kestner Quintuple Effect Rahadianto Wahyu Triaji; Eka Sri Yusmartini Yusmartini; Mardwita Mardwita
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.381 KB) | DOI: 10.29165/ajarcde.v6i3.125

Abstract

Indonesia as a large population country has the potential to become one of the largest consumers of sugar in the world. Indonesia's national sugar needs amounted to 3.2 million tons per year while domestic production was around 2 million tons. In the sugar industry, the benefits of evaporator tools are to thicken clear juice whose dissolved solid number is 7 - 11 oBrix into a thickened syrup with a dissolved solid of 55 - 60 oBrix, this process occurs through the process of evaporation of water content contained in the material. In one sugar factory, the type of evaporator used is a Semi-Kestner Evaporator with the quintuple effect principle. One of the biggest challenges of evaporators is the decrease in heat value of the evaporator due to the onset of mineral crust that inhibits heat transfer. On September 7th, 2021 Q evaporator 1 is at 135874.8 Kw and on October 26th, 2021 Q evaporator 1 is at 121399.2 Kw. Based on the results of data observations on the evaporator carried out in September 2021 and October 2021, it can be concluded that the decreased heat transfer will cause the evaporator's performance in evaporating water from the sap material (clean juice) so that the material flow rate is getting bigger. Efforts that can be made to overcome this are to carry out mechanical cleaning or chemical cleaning per 28 days of the grinding process, to remove crusts on the tube calandria evaporator.
Partisipasi Siswa SMA Negeri I Tanjung Raja Untuk Berperilaku Hidup Bersih Sehat di Lingkungan Sekolah Aseptianova Aseptianova; Eka Sri Yusmartini; Mardwita Mardwita; Sulton Nawawi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4503

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya yang dilakukan individu atau masyarakat dalam upaya membuat kesehatan menjadi lebih meningkat agar terhindar dari penyakit. Dillingkungan sekolah perilaku ini dilaksanakan oleh siswa, tenaga pendididik atau guru, karyawan dan masyarkat yang melaksanakan proses pembelajaran di sekolah. Di SMA Negeri I Tanjung Raja pelaksanaan PHBS belum dilaksanakan dengan baik, misalnya perilaku mencuci tangan dengan menggunakan sabun belum merupakan suatu kebiasaan, sampah tidak dibuang pada tempatnya. Hal ini menimbulkan terjadinya beberapa kasus kejadian penyakit antara lain diare, cacingan, typoid dan lain lain. Pengabdian masyarakat ini diharapkan memberi pengetahuan tentang perilaku hidup bersih sehat pada siswa untuk meningkatkan derajat kesehatan di SMA Negeri 1 Tanjung Raja. Penggunaan metode dalam pengabdian masyarakat  ini adalah deskriptif kuantitatif serta teknik yang digunakan  survei lapangan yang melibatkan guru dan siswa.
Assistance and Training of Compost Products from Organic Waste at SMA Negeri I Tanjung Raja, Ogan Ilir, South Sumatra Eka Sri Yusmartini Yusmartini; Mardwita Mardwita; Aseptianova Aseptianova
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.583 KB) | DOI: 10.29165/ajarcde.v5i3.79

Abstract

The waste problem is never solved. The increase in the amount of waste every day is following the rate of population growth and activities carried out by the community. Tanjung Raja is the oldest district in Ogan Ilir Regency, South Sumatra, Indonesia. One of the educational facilities in Tanjung Raja is SMA Negeri I Tanjung Raja. Related to school environmental problems, especially to reduce the waste that will be brought to the Landfill, SMA Negeri I Tanjung Raja has not done waste sorting. During this time the garbage collected in the place that has been provided according to its designation will be thrown into the Temporary Landfill. Based on the results of observations and interviews with partners, the PKM activities that will be carried out are processing waste generated from school activities. The activity will be done by sorting the resulting waste, then continued by making compost from the leaves produced in school and also other organic waste into compost. PKM devotional activities have produced compost products from organic materials. Partners have come up with solutions to address the waste generated from daily activities and fallen leaves. The compost produced is economically valuable. This activity can overcome the problem of waste in schools and is also useful in preserving the school environment.