Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

POTENSI KONSERVASI ARSITEKTUR UNTUK KAWASAN WISATA KAMPUNG ARAB DI CIREBON Prayuko, Bregas Vikri; Arif, Kamal Abdullah; Herwindo, Rahadhian Prajudi; Purnama, Mimie; Pangestu, Mira Dewi; Purnama, Iwan; Nurhidayah, Nurhidayah; Grasella, Patricia; Lisa, Teresa; Ramadhan, Gibran
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 2 No 05 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v2i05.781

Abstract

Kawasan Panjunan Cirebon merupakan salah satu kawasan yang memiliki nilai sejarah yang penting dalam perkembangan kota Cirebon. Panjunan memiliki bangunan cagar budaya Masjid Merah Panjunan, yang dibangun sejak 1480 dan merupakan salah satu masjid tertua di Cirebon. Kawasan ini juga hidup dan memiliki peran penting pada zaman kolonialisme Indonesia. Tidak heran bahwa bangunan-bangunan yang ada di kawasan ini sangat beragam. Hal tersebut nampak dalam studi langgam yang disandingkan dengan keadaan visual (tampak) bangunan pada kawasan Panjunan. Dengan demikian beberapa bangunan yang ada di kawasan ini memiliki potensi konservasi arsitektur. Upaya konservasi arsitektur dapat dilakukan dengan menentukan bangunan-bangunan yang berpotensi untuk dikonservasi berdasarkan tampaknya, dilanjutkan dengan usulan penerapan adaptive reuse untuk bangunan terpilih, serta mendeskripsikan potensi revitalisasi cagar budaya yang ada di sana. Beberapa bangunan terpilih memiliki potensi konservasi dapat dipugar difungsikan secara optimal. Upaya yang dilakukan tidak hanya mendukung konservasi arsitektur melainkan juga dapat mendukung keadaan ekonomi, sosial budaya, bahkan pariwisata kawasan Panjunan, Cirebon. Potensi konservasi akan terjadi secara maksimal jika diupayakan juga revitalisasi pada cagar budaya yang ada pada kawasan Panjunan yang kini kurang mendapatkan perhatian. Dengan dilakukannya revitalisasi, value atau nilai dari cagar budaya tersebut dapat meningkat. Kawasan Panjunan dengan langgam bangunan yang beragam menjadi semakin menarik dengan potensi konservasi arsitekturnya. Dengan demikian perkembangan kawasan selanjutnya juga diharapkan dapat berdampingan dengan upaya konservasinya sehingga tetap dapat melestarikan peninggalan sejarah yang membentuk identitas kawasan dari dulu hingga kini.
REVITALISASI ARSITEKTUR PADA KAWASAN PANJUNAN SEBAGAI KAMPUNG WISATA WARISAN BUDAYA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN PARIWISATA DI KOTA CIREBON Prayuko, Bregas Vikri; Arif, Kamal Abdullah; Herwindo, Rahadhian Prajudi; Pangestu, Mira Dewi; Lumunon, Austensean Stanislaus; Nurhidayah, Nurhidayah; Purnama, Iwan; Rachmansyah, Bima Sakti; Bangun, Patricia Grasella Savalen; Rayhansyah, Muhammad Azka; Alphadianto, Andanti Eveline Emmanuella; Wijaya, Aileen Febriani
SUBAKTYA: UNPAR COMMUNITY SERVICE JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2024): (DESEMBER 2024) SUBAKTYA: UNPAR Community Service Journal
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/sucsj.v1i2.7957.1-15

Abstract

Kota Cirebon, di Jawa Barat, kaya akan sejarah dan budaya namun belum memiliki perkembangan yang pesat dalam aspek pariwisatanya. Kampung Panjunan potensial untuk dikembangkan, dengan kolaborasi antara Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon (STT Cirebon) dan Jurusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pengembangan pariwisata berbasis arsitektur dan budaya di Jawa Barat. Melibatkan Dinas Pariwisata Kota Cirebon dan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Kota Cirebon. Panjunan memiliki Masjid Merah yang kaya budaya, dibangun tahun 1480, salah satu masjid tertua di Cirebon, memiliki potensi pariwisata religi dan budaya. Pemerintah kota mendukung pengembangan pariwisata dan wisata lokal. Keterlibatan masyarakat dimulai dengan mempelajari aspek sosial-budaya Panjunan, memetakan budayanya, mengidentifikasi karakteristik fisik dan spasial untuk menjaga akar sejarahnya, termasuk pembentukan desa wisata. Hasilnya termasuk rencana konseptual untuk pengembangan pariwisata Panjunan dan dokumen pendukung untuk revitalisasi daerah tersebut, berdampak pada aspek fisik, ekonomi, dan sosial-budaya kawasan Panjunan.
PENDAMPINGAN IDENTIFIKASI KAWASAN LAPANGAN JALAN KEBUMEN CIREBON UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA ARSITEKTUR KOTA CIREBON Herwindo, Rahadhian Prajudi; Arif, Kamal Abdullah; Pangestu, Mira Dewi; S, Alwin; Yusnita, Nancy; Tedja, Suwardi; Bangun, Patricia Grasella Savalen; Alphadianto, Andanti Eveline Emmanuella; Wijaya , Aileen Febriani; Rachmansyah , Bima Sakti; Puspaningrum , Puspaningrum; Attariqsyah , Dimaz Daffa; Purnama, Iwan; Hidayah, Nur; Andriani, Yovita
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i2.46381

Abstract

Kota Cirebon memiliki kekayaan peninggalan arsitektur masa lalu. Kawasan bersejarah  yang belum banyak dikembangkan lebih lanjut adalah Cirebon 0 Km yakni Lapangan Kebumen dan juga sebagai bekas area Benteng VOC. Kawasan ini terlihat kehilangan identitas sebagai kawasan kota lama era Kolonial dan tidak tertata dengan baik serta terkesan mati. Oleh karena itu sesuai dengan visi-misi arsitektur Unpar untuk mengembangkan potensi lokal di Jawa Barat diangkat ke tataran global, maka tujuan kegiatan pengabdian ini adalah upaya pendampingan identifikasi bangunan kuno peninggalan Belanda awal untuk mendukung  penghidupan kawasan ini menjadi tempat wisata kota yang berbasis pada nilai-nilai lokal sehingga dapat mendukung kemajuan pariwisata Kota Cirebon ke depan. Oleh karena itu  diperlukan upaya ke arah revitalisasi yakni penghidupan sebuah area kota maupun kawasan yang telah menurun fungsinya dari kehidupan sosial dan budaya maupun dalam aspek ekonomi. Metode awal yang dilakukan adalah dengan identifikasi bangunan melalui pemetaan dan pendokumentasian bangunan yang diduga cagar budaya. Hasil yang dikerjakan pada tahap ini adalah berupa identifikasi dan kajian bangunan tua untuk dapat nantinya diangkat sebagai cagar budaya untuk era kolonial awal di Cirebon. Hasil pengadian kepada masyarakat ini dapat digunakan sebagai landasan untuk penetapan menuju kawasan cagar budaya dan kegiatan tahun berikutnya berupa pengembangan  konsep revitalisasi arsitektural kawasan tua kolonial awal Cirebon dalam mendukung pariwisata kota.   Kata kunci: Lapangan Kebumen, identifikasi, cagar budaya, kolonial, pemetaan. ABSTRACT The city of Cirebon has a wealth of architectural heritage from the past. An undeveloped historical area is Cirebon 0 Km, namely Kebumen Field, which was also the site of the former VOC Fort. This area seems to have lost its identity as an old colonial city and is poorly organized and appears lifeless. Therefore, in line with Unpar's architectural vision and mission to develop the local potential of West Java to a global level, the objective of this community service activity is to assist in the identification of ancient Dutch colonial buildings to support the revitalization of this area into a city tourist destination based on local values, thereby supporting the future development of tourism in the city of Cirebon. Therefore, efforts towards revitalization are needed, namely the revitalization of urban areas and regions that have declined in terms of social and cultural life as well as economic aspects. The initial method used is the identification of buildings through mapping and documentation of buildings suspected of being cultural heritage sites. The results of this stage are the identification and study of old buildings that can later be designated as cultural heritage sites for the early colonial era in Cirebon. The results of this community service can be used as a basis for establishing a cultural heritage area and next year's activities in the form of developing a concept for the architectural revitalization of Cirebon's early colonial old town to support city tourism. Keywords: Kebumen Square, identification, cultural-heritage, colonial, mapping.