Waton, Muhammad Nasrul
Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pendampingan Pengaosan Kitab Lubabul Hadis Bagi Siswi Kelas 3 di Pondok Pesantren An Najah Denanyar Jombang Waton, Muhammad Nasrul; Hasanah, Fitrotin; Afatain, Shinta Anil; Mahfudho, Siti Mariatul
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v2i1.919

Abstract

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik untuk masyarakat, para santri, khususnya para santri Pondok Pesantren An-Najah Denanyar Jombang. Sasaran yang dikenai pada pengajian kitab lubabul hadis ini adalah santri kelas 3 Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren An-Najah Denanyar Jombang. Permasalahan yang muncul disini karena pada santri kelas 3 Madrasah Diniyah An-Najah masih kurang maksimal dalam hal berakhlakul karimah, pola pikir yang baik. Metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pemberian media berupa kitab lubabul hadis serta pendampingan pada setiap pertemuan kajian kitab lubabul hadis. Melalui kegiatan pembelajaran ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh santri kelas 3 Madrasah Diniyah An-Najah. Kegiatan ini bertujuan agar para santri mendapatkan barokah dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW, para masyayikh dan para ulama’. bertambah ilmu, semakin hari semakin baik akhlaknya, pola pikirnya semakin membaik. Pengajian kitab Lubabul Hadis ini dilaksanakan bertepatan pada bulan ramadhan, yang mana bulan ramadhan itu bulan mulia, maka dari itu kesempatan pengajian ini sangat diperlukan untuk berkobar mencari barokah pada bulan yang indah ini. Terselenggaranya pengajian kitab ini karena kekompakan segenap panitia balagh ramadhan di Pondok Pesantren An-Najah Denanyar Jombang dengan segenap tim LP2M. Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi para santri, pendamping LP2M, panitia balagh ramadhan. Salah satunya adalah tumbuhnya rasa solidaritas yang tinggi antar sesama.
Strategi Peningkatan Kualitas Membaca Al-Qur’an Dengan Pendekatan Ilmu Tajwid Metode Tilawati Program BTQ di MI Sulaimaniyah Mojoagung Jombang Waton, Muhammad Nasrul; Nur Sholihah, Mahfida Ainur Rahma
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Strategi peningkatan merupakan langkah yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur'an dengan metode tilawati. Pendekatan ilmu tajwid merupakan serangkaian ilmu yang berkaitan dengan kaidah-kaidah yang menjadi dasar dalam membaca Al-Qur'an. Fokus penelitian ini adalah bagaimana cara meningkatkan mutu membaca Al-Qur'an di MI Sulaimaniyah Mojoagung. bagaimana penerapan ilmu tajwid dalam pembelajaran membaca Al-Qur'an di MI Sulaimaniyah Mojoagung. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam peningkatan mutu membaca Al-Qur'an dengan menggunakan Pendekatan Ilmu Tajwid Metode Tilawati di BTQ MI Sulaimaniyah Mojoagung. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan kualitatif, dengan pendekatan studi kasus, kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peserta didik diuji untuk mengetahui sejauh mana kemampuannya dalam memahami hukum-hukum tajwid dalam membaca Al-Qur'an, kemudian setelah dianggap mampu menemukan hukum-hukum bacaan, peserta didik diuji kembali dengan cara menghafal ayat-ayat yang telah dibaca. Faktor pendukung yaitu pengetahuan yang mendalam, guru, materi pembelajaran metode tilawati yang terstruktur, pelatihan yang intensif. Sedangkan faktor penghambat dalam kegiatan tersebut yaitu media yang kurang memadai, konsentrasi siswa, dan kurangnya muroja'ah siswa. Kata Kunci: Strategi Peningkatan, Pendekatan Ilmu Tajwid   ABSTRACT The improvement strategy is a step taken to improve the quality of learning to read and write Al-Qur'an using the tilawati method. The tajwid science approach is a series of sciences related to the rules that are the basis for reading the Al-Qur'an. The focus of this research is how to improve the quality of reading the Al-Qur'an at MI Sulaimaniyah Mojoagung. how to apply the science of recitation in learning to read the Koran at MI Sulaimaniyah Mojoagung. What are the supporting and inhibiting factors in improving the quality of reading the Al-Qur'an using the Tilawati Method Tajwid Science Approach at BTQ MI Sulaimaniyah Mojoagung. The researchers used qualitative field research, with a case study approach, then the data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Students are tested to determine the extent of their ability to understand the laws of recitation in reading the Al-Qur'an, then after being deemed capable of discovering the laws of reading, students are tested again by memorizing the verses that have been read. supporting factors are in-depth knowledge, teachers, structured tilawati method learning materials, intensive training. The inhibiting factors in these activities are inadequate media, student concentration, and lack of student muroja'ah. Keywords: Improvement Strategy, Tajwid Science Approac
Strengthening Spirituality And Social Concern Through The Huwal Habib Dhikr Routine With A Former Gang Member Community In Keputih Sub-District, Sukolilo, Surabaya Muhammad Nasrul Waton; Fathoni; Ahmad Futuhal Arifin; Akhmad Suhartono; Mohammad Ahyanul Wafi; Maulana Achmad Kurniawan; Mohammad Su’udun Nafis
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa (JPMD) Vol. 6 No. 2 (2025): JPMD
Publisher : LP3M IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the role of a dhikr group in strengthening spiritual aspects and fostering social care among former thugs in Keputih Village, Sukolilo, Surabaya. Using a qualitative approach with a case study method, this research finds that the practice of Huwal Habib group dhikr, led by a local religious figure, is capable of shaping spiritual awareness and social solidarity among individuals with troubled pasts. The dhikr serves as a means of introspection, heart purification, and drawing closer to Allah SWT. On the other hand, this activity also gives rise to tangible social care in the form of community service, assistance to others, and community development activities. The results of this study demonstrate that a collectively implemented spiritual approach can reconstruct social identity and form an inclusive and transformative community.
Pendampingan Pengaosan Kitab Lubabul Hadis Bagi Siswi Kelas 3 di Pondok Pesantren An Najah Denanyar Jombang Waton, Muhammad Nasrul; Hasanah, Fitrotin; Afatain, Shinta Anil; Mahfudho, Siti Mariatul
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v2i1.919

Abstract

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik untuk masyarakat, para santri, khususnya para santri Pondok Pesantren An-Najah Denanyar Jombang. Sasaran yang dikenai pada pengajian kitab lubabul hadis ini adalah santri kelas 3 Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren An-Najah Denanyar Jombang. Permasalahan yang muncul disini karena pada santri kelas 3 Madrasah Diniyah An-Najah masih kurang maksimal dalam hal berakhlakul karimah, pola pikir yang baik. Metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pemberian media berupa kitab lubabul hadis serta pendampingan pada setiap pertemuan kajian kitab lubabul hadis. Melalui kegiatan pembelajaran ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh santri kelas 3 Madrasah Diniyah An-Najah. Kegiatan ini bertujuan agar para santri mendapatkan barokah dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW, para masyayikh dan para ulama’. bertambah ilmu, semakin hari semakin baik akhlaknya, pola pikirnya semakin membaik. Pengajian kitab Lubabul Hadis ini dilaksanakan bertepatan pada bulan ramadhan, yang mana bulan ramadhan itu bulan mulia, maka dari itu kesempatan pengajian ini sangat diperlukan untuk berkobar mencari barokah pada bulan yang indah ini. Terselenggaranya pengajian kitab ini karena kekompakan segenap panitia balagh ramadhan di Pondok Pesantren An-Najah Denanyar Jombang dengan segenap tim LP2M. Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi para santri, pendamping LP2M, panitia balagh ramadhan. Salah satunya adalah tumbuhnya rasa solidaritas yang tinggi antar sesama.
RELEVANSI PERUBAHAN KURIKULUM 2013 TERHADAP KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI ERA DIGITAL Fathoni Fathoni; Muhammad Nasrul Waton
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v7i1.1631

Abstract

The curriculum is a very important part of the educational process, because the curriculum is the main substance in the material being taught. The Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia emphasized the need for changes and developments in the 2013 curriculum Besides that, the 2013 curriculum also develops information and communication technology literacy, as well as strengthening character education in character building and spiritual values. All education standards in Indonesia are formulated into the Indonesian Partnership for 21st Century Skill Standards. The author takes a study where the curriculum was made when the times were so fast with the use of technology, namely the 2013 curriculum or better known as K13 with the independent learning curriculum. The rapid changes in the Indonesian education curriculum where the 2013 curriculum has begun to be seen and can be felt has born a new system, a new curriculum that is echoed as the Independent Curriculum which has started in the 2022/2023 school year. This research uses a systematic review approach because the writing of this article is based on several references in the form of books and articles as well as scientific publications online. The 2013 curriculum is a competency and character-based curriculum that aims to increase educational attainment and is expected to produce productive, creative, innovative and effective young people. independent learning focuses on the freedom to learn independently and creatively. It is very appropriate that now a different curriculum is needed from the previous curriculum in dealing with the digital era.
Penerapan Problem Solving Bermedia Math Wheel untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Kelas 1 MI Al-Hidayah Banjarejo Muhammad Nasrul Waton; Vivi Afbrifani; Miftah Sya’bani Imama
Abnauna: Jurnal ilmu Pendidikan Anak Vol. 5 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v5i02.4652

Abstract

Model pembelajaran dan media pembelajaran adalah salah satu komponen penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran problem solving dengan media math wheel adalah salah satu model dan media pembelajaran yang dapat membantu memberi pemahaman konsep pengurangan matematika dalam menyelesaikan perhitungan dalam soal cerita. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas 1 dengan penerapan model pembelajaran problem solving dengan media math wheel. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin dengan pendekatan kualitatif. Penerapan model pembelajaran problem solving dengan media math wheel ini dilakukan dengan 2 siklus setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yakni perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil dari penerapan model pembelajaran problem solving dengan media math wheel ini terbukti berhasil dan dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa hal ini dibuktikan dengan hasil pada siklus I  rata-rata kemampuan berhitung siswa 73,8 dengan presentase ketuntasan kemampuan berhitung sebesar 55 %. Hasil ini meningkat pada siklus II menjadi 82, 8 dengan presentase ketuntasan kemampuan berhitung siswa menjadi 100%. Kelebihan dari penerapan model pembelajaran problem solving dengan media math wheel adalah siswa menjadi lebih aktif, berinisiatif, dan bertanggung jawab. Kekurangannya adalah memerlukan alokasi waktu yang lama dan tingkat kesulitan dalam menentukan suatu masalah yang sesuai dengan tingkat berfikir kelas fase rendah.
Ilmu dan Agama dalam Perspektif Filsafat Ilmu Muhammad Afton Rosyidi; M. Yunus Abu Bakar; Muhammad Nasrul Waton
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (May)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i2.708

Abstract

Science and religion, within the perspective of philosophy of science, are closely interconnected, where science not only deals with empirical facts but also touches upon dimensions of value, ethics, and the meaning of life domains that belong to religion. Conversely, religion continues to interact with technological developments in understanding reality. This study examines the relationship between the two through a philosophical approach by exploring their ontological, epistemological, and axiological aspects, employing a descriptive-analytical method to analyze the views of Karl Popper, Thomas Kuhn, Stephen Jay Gould, and Alvin Plantinga. The findings indicate that science and religion are not mutually negating domains; rather, they can be positioned in a dialogical and integrative relationship. Ontologically, both are grounded in the same reality but from different perspectives; epistemologically, they possess distinct yet complementary validation methods; and axiologically, science provides a rational-empirical framework while religion offers value orientation, meaning, and ultimate purpose. This integration implies the importance of curricula and research that are not value-free but value-bound, ensuring that technological progress remains within ethical-spiritual corridors. The novelty of this research lies in synthesizing the thoughts of modern Western philosophers of science with the axiological dimension of religion, creating an integrative model relevant for civilization development in the era of technological disruption, transcending the mere theoretical debate between science and faith
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAGIC POCKET TREE DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA: (Studi kasus MI Nidzomiyah Sentul Jombang) Muhammad Nasrul Waton; Ayu Lailatul Mubarokah
Abnauna: Jurnal ilmu Pendidikan Anak Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v1i1.1614

Abstract

The development of the Magic Pocket Tree learning media was carried out as an effort to assist teachers in increasing students' interest in learning. The background of this research is the use of learning media that is still not diverse, namely only using makeshift media such as blackboards, textbooks/LKS and others. The use of monotonous learning media makes children bored so that to support learning to be more interesting it is necessary to have a variety of learning media and children are interested in the learning media. Research conducted by researchers using the research and development (R&D) method of the Borg and Gall model was carried out in six stages, namely 1) preparation and data collection stage 2) development stage 3) product trial stage 4) revision stage 5) trial stage field 6) dissimilation and implementation stages. Data collection techniques used were interviews, observations, tests, and questionnaires. Quantitative and qualitative data were analyzed using a Likert scale.The focus of the research in writing this thesis is 1) how is the process of developing Magic Pocket Tree learning media in class IV Fiqh subjects at MI Nidzomiyah Sentul 2) how is the feasibility level of Magic Pocket Tree learning media in class IV Fiqh subjects at MI Nidzomiyah Sentul 3) whether Can Magic Pocket Tree learning media development products increase the learning interest of fourth grade students at MI Nidzomiyah Sentul? The application of the development of learning media is given to students so that students further increase their interest in learning. From the calculation results it can be seen that the development of this learning media can increase the effectiveness and interest of students' learning when used in the teaching and learning process in schools and this learning media is feasible to be used as additional learning so that learning activities can run smoothly and effectively. Learning media in the form of a plywood board with questions in its pocket has been developed and tested through a media expert validation questionnaire with an average assessment of 84.00% categorized as very feasible, a material validation questionnaire with an average assessment of 94.00% very feasible.
Implementasi Teknologi Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Berdiferensiasi Muhammad Nasrul Waton
Abnauna: Jurnal ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2251

Abstract

ABSTRAK Teknologi dalam dunia pendidikan dijadikan sebagai alat untuk memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan pendidikan di Indonesia yang memberikan kebijakan agar sekolah lebih mandiri dalam menentukan isi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Keberagaman siswa tersebut menjadi tantangan bagi seorang pendidik untuk melakukan berbagai upaya agar proses pembelajaran yang dilaksanakan membawa keberhasilan bagi setiap siswa di kelas. Salah satu strategi yang dapat digunakan seorang pendidik untuk memastikan bahwa pembelajaran berlangsung dengan cara yang paling efektif untuk memenuhi beragam kebutuhan belajar siswa adalah pembelajaran yang dibedakan. Pembelajaran yang dibedakan sebagai suatu pendekatan memungkinkan pendidik mempertimbangkan perbedaan gaya belajar, minat, dan kemampuan siswa, serta memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Metode penelitian yang penulis gunakan untuk membuat artikel ini adalah penelitian kepustakaan. .teknologi pembelajaran ada berdasarkan alasan (1) teknologi pembelajaran dapat lebih tepat menggambarkan fungsi teknologi dalam pendidikan; (2) teknologi pembelajaran lebih menunjukkan penekanan pada masalah belajar dan mengajar. Salah satu permasalahan pembelajaran pada kurikulum mandiri yang dihadapi pendidik adalah model pembelajaran yang berdiferensiasi. Pembelajaran terdiferensiasi merupakan suatu model pembelajaran yang menyikapi kemajuan yang sedang berlangsung dari setiap model pembelajaran siswa berdasarkan apa yang telah diketahui dan dipelajari siswa, kemudian siswa dapat memilih model pembelajaran sesuai dengan kegemarannya. Mereka membayangkan confabulate menciptakan rencana merancang pembelajaran yang dibedakan meliputi 1) diferensiasi konten; 2) diferensiasi proses; 3) diferensiasi produk. Kata Kunci : Teknologi Pendidikan, Pembelajaran Berdiferensiasi   ABSTRACT Technology in the world of education is used as a tool to provide convenience in the learning process. the Merdeka curriculum is one of the education policies in Indonesia that provides policies for schools to be more independent in determining content and learning methods that suit the needs of students. The diversity of these students is a challenge for an educator to make various efforts to ensure that the learning process carried out brings success to every student in the class. One strategy that an educator can use to ensure that learning takes place in the most effective way to meet the diverse learning needs of students is differentiated learning. Differentiated learning as an approach allows educators to consider differences in learning styles, interests, and abilities of students, and provide learning experiences that suit their individual needs. The research method that the author used to create this article is library research. .learning technology exists based on the reasons (1) learning technology can more accurately describe the function of technology in education; (2) learning technology shows more emphasis on learning and teaching problems. One of the learning problems in the independent curriculum faced by educators is the differentiated learning model. Differentiated learning is a learning model that responds to the ongoing progress of each student's learning model based on what students already know and have learned, and then students can choose a learning model according to their passion. Their them imagine confabulate invent plan contrive differentiated learning includes 1) content differentiation; 2) process differentiation; 3) product differentiation. Keywords : Educational Technology, Differentiated Learning