Annisa Julianti
Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMAAFAN DAN KUALITAS PERSAHABATAN PADA SANTRI YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN Nurul Hikmah; Praesti Sedjo; Annisa Julianti
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2019.v12i1.1914

Abstract

Di dalam pondok pesantren santri-santri kerap memiliki masalah atau konflik dalam relasi sosial, sehingga memaafkan adalah solusi yang dapat membentuk persahabatan menjadi berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemaafan dan kualitas persahabatan pada santri yang tinggal di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah santri yang tinggal di pondok pesantren dan sampel penelitiannya adalah santri remaja sebanyak 133 santri dengan rentang usia berkisar 13 sampai 15 tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala pemaafan dan skala kualitas persahabatan. Teknik analisis data yang digunakan koefisien korelasi product moment pearson dari SPSS dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0.256 (p < .05) yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kualitas persahabatan dan pemaafan pada santri yang tinggal di pondok pesantren. Hubungan positif mengindikasikan bahwa semakin tinggi pemaafan, maka semakin tinggi pula kualitas persahabatan begitu pula sebaliknya.
PENGARUH PSYCHOLOGICAL CAPITAL TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DAN PERILAKU KEWARGAORGANISASIAN PADA KARYAWAN Annisa Julianti; Kristiana Dewayani
Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh PsyCap terhadap komitmen organisasi dan perilaku kewargaorganisasian pada karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan alat pengumpul data berupa kuesioner, yang terdiri dari skala perilaku kewargaorganisasian, skala komitmen organisasi, dan skala PsyCap. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan subjek berjumlah 150 karyawan dengan karakteristik telah bekerja selama minimal 1 tahun. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi ganda. Hasil analisis menunjukkkan bahwa terdapat pengaruh PsyCap secara keseluruhan terhadap perilaku kewargaorganisasian dengan nilai R-square sebesar 0,367 dengan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa PsyCap secara keseluruhan memiliki pengaruh sebesar 36,7% terhadap perilaku kewargaorganisasian, sedangkan sisanya 63,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Sedangkan hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh PsyCap secara bersama-sama terhadap komitmen organisasi dengan nilai R-square sebesar 0,107 dengan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa PsyCap secara keseluruhan memiliki pengaruh sebesar 10,7% terhadap komitmen organisasi, sedangkan sisanya 89,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Kata Kunci: Karyawan, Komitmen Organisasi, Perilaku Kewargaorganisasian, Psychological Capital
KESADARAN PENGASUHAN DIGITAL, MENINGKATKAN EFISIENSI IBU BEKERJA: PERAN WORK–LIFE BALANCE DAN DIGITAL PARENTAL SELF EFFICACY DALAM PENGGUNAAN PERANGKAT DIGITAL ANAK Alia Rizki Fauziah; Nita Sri Handayani; Annisa Julianti; Mardianti Mardianti; Natalia Konradus
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8324

Abstract

The rapid development of digital technology requires parents, especially working mothers, to possess awareness and the ability to manage technology use efficiently, while balancing professional and parenting roles. This study aims to examine the influence of work-life balance and digital parental self-efficacy on digital parental awareness, specifically in the subdimension of efficient technology use. A quantitative research approach with an online survey was conducted with 182 working mothers who have children aged 5–15 years and are actively using gadgets or the internet. The results show that work-life balance and digital parental self-efficacy have a positive and significant effect on digital parental awareness in the efficient use of technology (R² = 0.239, F = 28.151, p < 0.01). These findings reveal that 23.9% of the variance in efficient digital awareness can be explained by these two variables. A balance between work and personal life supports mothers' involvement in overseeing their children's technology use, while digital self-efficacy enhances their ability to manage technology in a safe and productive manner. This study underscores the importance of programs that enhance work-life balance and digital self-efficacy training for working mothers in the digital age. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital memerlukan orang tua, terutama ibu bekerja, untuk memiliki kesadaran dan kemampuan dalam mengelola penggunaan teknologi secara efisien, sambil menyeimbangkan peran profesional dan pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) dan efikasi diri orang tua digital (digital parental self-efficacy) terhadap kesadaran orang tua digital, khususnya pada subdimensi penggunaan teknologi yang efisien (efficient use). Metode penelitian kuantitatif dengan survei daring melibatkan 182 ibu bekerja yang memiliki anak usia 5–15 tahun dan aktif menggunakan gawai atau internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja dan efikasi diri digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran digital orang tua dalam penggunaan teknologi yang efisien (R² = 0.239, F = 28.151, p < 0.01). Temuan ini mengungkapkan bahwa 23,9% variasi dalam kesadaran digital yang efisien dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mendukung keterlibatan ibu dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak, sementara efikasi diri digital meningkatkan kemampuan ibu dalam mengelola teknologi dengan cara yang aman dan produktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya program yang dapat meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja dan pelatihan efikasi diri digital bagi ibu bekerja di era digital.